RINGKASAN LAPORAN PENELITIAN
“Penggunaan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Untuk Meningkatkan Ketuntasan Belajar Siswa Pada Pembelajaran Konsep Termokimia di Kelas XI Semester 1 SMA Negeri 1 Tongas – Probolinggo”
- A. Pendahuluan
- 1. Latar Belakang Masalah
Pengajaran Kimia di SMA Negeri 1 Tongas Kabupaten Probolinggo sampai saat ini belum bisa dikatakan berhasil, kenyataan ini didukung oleh ketuntasan belajar siswa masih jauh dari yang diharapkan.
Adanya sebagian guru kimia yang didalam mengajar hanya melulu dengan ceramah tanpa melibatkan siswa untuk aktif di dalamnya, semakin menambah kecenderungan siswa bahwa kimia itu membosankan.
Untuk itu perlu diupayakan bagaimana caranya agar pelajaran kimia dapat menarik minat siswa untuk mempelajarinya sehingga diharapkan dalam proses pembelajarannya dapat mencapai ketuntasan yang diharapkan. Untuk mencari pemecahan dari masalah tersebut strategi belajar yang bagaimanakah yang sesuai agar ketuntasan belajar siswa dapat meningkat.
- 2. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka pertanyaan penelitian yang dikemukakan dalam penelitian tindakan kelas ini adalah: Apakah dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan ketuntasan belajar siswa?
sub-sub pertanyaan yang menjadi fokus penelitian ini yang meliputi:
- Bagaimanakah guru dalam mengelola pembelajaran kooperatif tipe STAD?
- Bagaimanakah aktifitas siswa dan guru dalam kegiatan belajar mengajar tersebut?
- Bagaimanakah ketuntasan belajar siswa dalam mempelajari termokimia melalui model pembelajaran kooperatif tipe STAD?
- 3. Tujuan Penelitian
- Meningkatkan ketuntasan belajar siswa melalui pembelajaran kooperatif tipe STAD.
- Menambah variasi model pembelajaran yang lebih inovatif sehingga menyenangkan bagi siswa.
- 4. Manfaat Hasil Penelitian
- Untuk Siswa
- Untuk Guru
- Meningkatkan minat belajar siswa terhadap pelajaran kimia.
- Melatih kerjasama dalam sebuah kelompok secara kooperatif.
Menambah wawasan guru tentang variasi model pembelajaran kimia dalam meningkatkan ketuntasan belajar siswa.
- Untuk Sekolah
Meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah serta sebagai bahan perbandingan bagi guru mata pelajaran yang lain.
- B. Kajian Pustaka dan Rencana Tindakan
- 1. Kajian Pustaka
Pembelajaran mengandung arti suatu kegiatan yang dilakukan guru dan siswa secara bersama-sama. Pendekatan konstruktifis dalam pengajaran khas menerapkan “Pembelajaran Kooperatif” secara ekstensif
Adapun dalam melaksanakan cara pembelajaran kooperatif ada beberapa metode yang ada antara lain metode STAD
Secara umum model pembelajaran kooperatif Tipe STAD terdiri atas 6 fase, yaitu:
Fase 1 : Menyampaikan tujuan pembelajaran dan motivasi
Fase 2 : Mempresentasikan materi pelajaran
Fase 3 : Mengatur siswa dalam kelompok belajar
Fase 4 : Membantu siswa belajar dan bekerja kelompok
Fase 5 : Umpan balik/ resitasi/ evaluasi
Fase 6 : Pemberian penghargaan
Sedangkan ketuntasan belajar adalah pencapaian taraf penguasaan minimal yang ditetapkan bagi setiap kompetensi atau unit bahan ajar secara perorangan.
- 2. Rencana Tindakan
- Membuat instrumen penelitian
- Memberi tugas kepada siswa untuk mempelajari materi termokimia sebelum siklus I dimulai.
- Menyiapkan alat evaluasi (soal pre-test, soal post tes, lembar kerja siswa).
- Melaksanakan pre-test
- Memberi pengarahan dan motivasi (pendahuluan)
- Membentuk kelompok heterogen
- Mengamati proses kegiatan belajar (observasi)
- Mengadakan post test
- Memberi penghargaan kelompok
- Menganalisis hasil kegiatan
- Melakukan refleksi dan revisi dari Siklus I
- Melaksanakan Siklus ke II
- C. Metode Penelitian
- 1. Seting Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Tongas Kabupaten Probolinggo dimana terjadi kesenjangan yang cukup mencolok dalam hal pendidikan jika dibanding wilayah Timur Kabupaten Probolinggo. Siswa yang masuk ke sekolah ini rata-rata mempunyai danem yang tidak terlalu tinggi. rata-rata kemampuan sosial ekonomi dari orang tua siswa yang bersekolah di SMA ini adalah ekonomi menengah ke bawah. kelas yang diteliti dalam Penelitian Tindakan Kelas ini adalah kelas XI Ilmu Alam dengan jumlah siswa sebanyak 44 (empat puluh empat) orang terdiri dari 17 (tujuh belas) siswa putra dan 27 (dua puluh tujuh) siswa putri. Peneliti adalah guru Kimia lulusan FPMIPA Jurusan Kimia dan sudah 8 tahun mengajar di sekolah ini.
- 2. Persiapan Penelitian
Dalam persiapan penelitian ini, observasi pra penelitian untuk mengetahui minat awal siswa terhadap materi pelajaran kimia, prestasi belajar siswa serta pelatihan pembagian kelompok dan kerja kelompok kepada siswa yang kelasnya akan diteliti. Selanjutnya mempersiapkan rencana pembelajaran, lembar kerja siswa yang merupakan lembar panduan bagi siswa untuk berpikir kritis dalam memecahkan masalah, angket, serta lembar observasi.
- 3. Siklus Penelitian
Penelitian ini dibagi menjadi 2 (dua) siklus yang disesuaikan dengan jumlah jam tatap muka, pada pokok bahasan termokimia masing-masing siklus terdiri dari beberapa langkah berikut:
- Perencanaan, yaitu menyusun rumusan masalah, menentukan tujuan dan metode penelitian serta membuat rencana tindakan.
- Tindakan, dilakukan oleh peneliti sebagai upaya perubahan yang dilakukan.
- Pengamtan/Observasi, dilakukan dengan mengamati hasil atau dampak dari tindakan yang dilakukan terhadap siswa.
- Refleksi, pada tahap ini peneliti mengkaji dan mempertimbangkan hasil atau dampak dari tindakan yang dilakukan.
- 4. Pembuatan Instrumen
Untuk mengumpulkan data penelitian digunakan instrumen penelitian antara lain:
- Angket
- Lembar observasi
- Angket tanggapan siswa
- Alat evaluasi
- D. Hasil Penelitian
- 1. Siklus I
- Perencanaan
- 1. Siklus I
siswa dikenalkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD Siswa dibiasakan untuk bergabung dengan kelompoknya serta bekerja sama dengan anggota kelompoknya. peneliti memberikan angket respon siswa terhadap pelajaran kimia Kemudian guru menyiapkan tugas rumah yang akan diberikan kepada siswa termasuk menyiapkan LKS untuk praktikum sederhana serta bahan apa saja yang harus mereka bawa dari rumah oleh masing-masing kelompok dan guru menyiapkan soal ulangan harian pertama.
- Pelaksanaan
Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai serta memberi motivasi kepada siswa. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran serta memberi motivasi kepada siswa. Berikutnya guru membentuk kelompok heterogen yaitu berdasarkan kemampuan serta jenis kelamin. Kemudian guru membagikan lembar kerja siswa yang digunakan untuk praktikum dan bahan diskusi kelompok. Sambil membagi LKS, guru meneliti kelengkapan alat dan bahan yang harus dibawa siswa untuk pelaksanaan praktikum.
- Pengamatan
Berdasarkan kegiatan yang sudah dilaksanakan antara lain dengan memberi tugas rumah, siswa lebih siap melaksanakan kegiatan belajar di kelas. Selama kegiatan praktikum sebagian besar siswa aktif melaksanakannya. Selama siswa melakukan praktikum, guru (peneliti) mengamati setiap kegiatan yang dilaksanakan siswa dan guru diamati oleh rekan kolaborator. Setelah dilaksanakan validasi jawaban dari permasalahan yang ada di LKS siswa menjadi lebih paham. Secara umum pengelolaan pembelajaran yang dilakukan guru adalah baik dan sebagian besar kegiatan pembelajaran berpusat pada siswa. Guru lebih banyak membimbing siswa dalam belajar di kelompoknya.
Pada akhir kegiatan dilaksanakan ulangan harian dan diberikan penghargaan kelompok. Pada siklus I terbaik pertama adalah kelompok Emas, terbaik kedua kelompok perak, dan terbaik ketiga adalah kelompok karbon.
- Refleksi
Ada beberapa soal yang dapat direfleksikan dari hasil penelitian siklus I antara lain :
1) Siswa kurang terampil dalam melaksanakan praktikum.
2) Masih ada beberapa siswa yang belum mau aktif dalam kegiatan kelompoknya.
3) Dilihat dari hasil ulangan harian ternyata masih banyak siswa yang belum memenuhi ketuntasan belajar. Dari 44 orang siswa baru 30 siswa yang mengalami ketuntasan dengan SKBM Kimia 60.
- 2. Siklus II
- Perencanaan
Dengan melihat hasil refleksi dari Siklus I maka pada Siklus II ini siswa lebih banyak akan dilatih untuk kegiatan praktikum serta siswa banyak diaktifkan dalam kegiatan kelompoknya. Guru akan memberikan tugas merangkum materi, menyiapkan LKS, soal-soal untuk pekerjaan rumah, juga soal untuk ulangan harian yang kedua.
- Pelaksanaan
Pada pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di siklus yang kedua guru menyebutkan tujuan pembelajaran serta memotivasi siswa. Sebelum siswa melaksanakan praktikum di laboratorium siswa diberi pengarahan agar selama praktikum harus berhati-hati karena bagaimanapun bahan kimia itu berbahaya. Kemudian siswa disuruh bergabung dengan kelompoknya untuk melaksanakan praktikum penentuan perubahan entalpi reaksi. Setelah kegiatan selesai, masing-masing kelompok secara bergantian menjawab pertanyaan yang ada di LKSnya kemudian guru melakukan validasi jawaban.
Pada pertemuan berikutnya setelah siswa melakukan praktikum di laboratorium, siswa tetap bekerja pada masing-masing kelompoknya untuk menuntaskan materi yang ada pada sub pokok bahasan kedua yang berupa latihan soal. Mengakhiri pelajaran pada hari itu siswa diberi pekerjaan rumah yang juga dibahas pada pertemuan berikutnya. Kemudian diadakan Ulangan Harian kedua dan diberi penghargaan untuk kelompok yang memperoleh rata-rata nilai terbaik. Terbaik pertama didapatkan oleh kelompok Oksigen, terbaik kedua kelompok Hidrogen dan kelompok Besi serta terbaik ketiga kelompok Zink.
- Pengamatan
Secara umum ketrampilan siswa dalam melaksanakan kegiatan praktikum ada peningkatan. Dalam bekerjasama dengan kelompoknya siswa sudah mulai banyak aktif terlibat. Jika dibanding siklus pertama. Untuk pengelolaan proses belajar mengajarnya guru secara umum adalah baik. Penghargaan kelompok menambah hangat suasana kelas.
- Refleksi
Dari perlakuan yang ada ternyata ada peningkatan kemampuan siswa yang dalam arti siswa lebih berani bertanya jika mengalami kesulitan. Untuk hasil ulangan harian ada peningkatan ketuntasan siswa walaupun tidak terlalu banyak. Dari 44 siswa yang mengalami ketuntasan sekitar 32 orang siswa. Siswa pada umumnya senang dengan model pembelajaran yang dilakukan selama penelitian ini.
- E. Penutup
- 1. Kesimpulan
Berdasarkan dari hasil penelitian yang dilakukan dapat diambil kesimpulan.
- Kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran kooperatif tipe STAD secara umum adalah baik.
- Dari segi aktivitas guru, waktu terbesar guru digunakan untuk membimbing siswa. Sedangkan sebagian besar aktivitas siswa digunakan untuk bekerja dalam kelompoknya, dan kegiatan secara umum berpusat pada siswa sehingga suasana kelas menjadi hidup.
- Penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan ketuntasan belajar siswa.
- 2. Saran-saran
Berdasarkan hasil-hasil penelitian ini, peneliti dapat memberi saran antara lain:
- Jika waktu memungkinkan, siklus penelitian perlu ditambah sehingga dapat diperoleh hasil pengamatan yang lebih baik lagi.
- Dalam melaksanakan penelitian tindakan kelas wawasan peneliti perlu diperluas sehingga kegiatan penelitian dapat berjalan dengan lancar termasuk perlunya kolaboratif dengan rekanan yang memang ahli dalam bidangnya.
- Walaupun hasil penelitian ini belum bisa dikatakan sempurna, tetapi perlu dikomunikasikan sehingga rekan guru yang lain dapat melihatnya untuk bahan bandingan seumpama nanti ingin membuat PTK dalam rangka meningkatkan keprofesionalannya.
0 komentar:
Posting Komentar
Komentari