METODE PEMBELAJARAN
Metode Pembelajaran adalah cara yang digunakan oleh guru dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar di kelas sebagai upaya untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan sedangkan dalam buku Wina Sanjaya (2008:147) disebutkan bahwa metode adalah cara yang digunakan untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam kegiatan nyata agar tujuan yang telah disusun tercapai secara optimal.
Berikut macam-macam metode pembelajaran:
- 1. Metode Ceramah
Metode ceramah merupakan metode mengajar dengan menyampaikan informasi dan pengetahuan saecara lisan kepada sejumlah siswa yang pada umumnya mengikuti secara pasif. Metode ini berbentuk penjelasan konsep, prinsip dan fakta pada akhir perkuliahan ditutup dengan tanya jawab antara dosen dan mahasiswa. Metode ceramah dapat dikatakan sebagai satu-satunya metode yang paling ekonomis untuk menyampaikan informasi, dan paling efektif dalam mengatasi kelangkaan literatur atau rujukan yang sesuai dengan jangkauan daya beli dan paham siswa.
Kelebihan Metode Ceramah :
- Guru mudah menguasai kelas
- Mudah mengorganisasikan tempat duduk / kelas
- Dapat diikuti oleh siswa dalam jumlah besar
- Mudah mempersiapkan dan melaksanakannya
- Guru mudah menerangkan pelajaran dengan baik
Keterbatasan metode ceramah adalah :
- Keberhasilan siswa tidak terukur
- Perhatian dan motivasi siswa sulit diukur
- Peran serta siswa dalam pembelajaran rendah
- Pembicara sering melantur
- Bila sering digunakan dan terlalu lama membosankan
Langkah-langkah penggunaan :
- Tahap Persiapan
- Merumuskan tujuan yang ingin dicapai
- Menentukan pokok-pokok materi yang akan diceramahkan
- Tahap Pelaksanaan
- Langkah pembukaan
- Yakinkan siswa memahami tujuan yang akin dicapai
- Lakukan langkah apersepsi yaitu langkah menghubungkan materi pelajaran yang lalu dengan materi pelajaran yang akin disampaikan
- Langkah penyajian
- Menjaga kontak mata secara terus-menerus dengan siswa
- Gunakan bahasa yang komunikatif dan mudah dicerna oleh siswa
- Sajikan materi pembelajaran secara sistematis, tidak meloncat-loncat, agar mudah ditangkap oleh siswa
- Tanggapi respons siswa dengan segera
- Jagalah agar kelas tetap kondusif dan menggairahkan untuk belajar
- Langkah mengakhiri atau menutup ceramah
- Membimbing siswa untuk menarik kesimpulan atau merangkum materi pelajaran yang baru saja disampaikan
- merangsang siswa untuk dapat menanggapi atau member semacam ulasan tentang materi pembelajaran yang telah disampaikan
- melakukan evaluasi untuk mengetahui kemampuan siswa menguasai materi pembelajaran yang baru saja disampaikan.
- 2. Metode Debat
Metode debat merupakan salah satu metode pembelajaran yang sangat penting untuk meningkatkan kemampuan akademik siswa. Materi ajar dipilih dan disusun menjadi paket pro dan kontra. Siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok dan setiap kelompok terdiri dari empat orang. Di dalam kelompoknya, siswa (dua orang mengambil posisi pro dan dua orang lainnya dalam posisi kontra) melakukan perdebatan tentang topik yang ditugaskan. Laporan masing-masing kelompok yang menyangkut kedua posisi pro dan kontra diberikan kepada guru.
Langkah-langkah :
- Guru membagi 2 kelompok peserta debat yang satu pro dan yang lainnya kontra
- Guru memberikan tugas untuk membaca materi yang akan didebatkan oleh kedua kelompok diatas
- Setelah selesai membaca materi, Guru menunjuk salah satu anggota kelompok pro untuk berbicara saat itu, kemudian ditanggapi oleh kelompok kontra. Demikian seterusnya sampai sebagian besar siswa bisa mengemukakan pendapatnya.
- Sementara siswa menyampaikan gagasannya, guru menulis inti/ide-ide dari setiap pembicaraan sampai mendapatkan sejumlah ide diharapkan.
- Guru menambahkan konsep/ide yang belum terungkap
- Dari data-data yang diungkapkan tersebut, guru mengajak siswa membuat kesimpulan/rangkuman yang mengacu pada topik yang ingin dicapai.
- 3. Metode Diskusi
Metode ini merupakan interaksi antar siswa atau siswa dengan guru untuk menganalisa, memecahkan masalah, menggali atau memperdebatkan topik atau permasalahan tertentu. Metode ini menghadapkan siswa pada suatu permasalahan sehingga metode ini bertujuan untuk memecahkan permasalahan, menjawab pertanyaan, menambah dan memahami pengetahuan siswa, serta untuk membuat suatu keputusan (Killen dalam Sanjana, 2008:154)
Kelebihan metode diskusi :
- metode diskusi dapat merangsang siswa untuk lebih kreatif khususnya dalam memberikan gagasan dan ide-ide
- dapat melatih untuk membiasakan diri bertukr pikiran dalam mengatasi setiap permasalahan
- dapat melatih siswa untuk dapat mengemukakan pendapat atau gagasan secara verbal dan melatih siswa untuk menghargai pendapat orang lain
Kelemahan metode diskusi :
- sering terjadi pembicaraan dalam diskusi dikuasai oleh 2 atau 3 orang siswa yang memiliki keterampilan bicara
- kadang-kadang pembahasan dalam diskusi meluas, sehingga kesimpulan menjadi kabur
- memerlukan waktu yang cukup panjang, yang kadang-kadang tidak sesuai dengan yang direncanakan
- dalam diskusi sering terjadi perbedaan pendapat yang bersifat emosional yang tidak terkontrol.
Langkah-langkah penggunaan
- Persiapan
- menentukan topik yang akan didiskusikan
- merumuskan tujuan pembelajaran khusus (TPK)
- merumuskan masalah yang akan didiskusikan
- menentukan waktu dan pengaturan kelompok diskusi
- Pelaksanaan
- membuat struktur kelompok (pimpinan, sekretaris, anggota)
- menjelaskan tujuan pembelajaran khusus (TPK)
- membagi-bagi tugas, dan memberikan pengarahan diskusi
- memberikan rangsangan dan membantu siswa untuk berpartisipasi
- mencatat ide dan saran-saran yang penting
- kelompok-kelompok membuat hasil diskusinya dan disampaikan dalam diskusi antar kelompok
- hasil diskusi antar kelompok dilaporkan kepada guru atau pimpinan dikusi dalam bentuk tertulis
Jenis-jenis metode diskusi :
- 1. Diskusi Kelas
Diskusi kelas adalah proses pemecahan masalah yang dilakukan oleh seluruh anggota kelas sebagai peserta diskusi
Prosedur :
- guru membagi tugas sebagai pelaksanaan diskusi, misalnya siapa yang akan menjadi moderator, siapa yang menjadi penulis.
- sumber masalah (guru, siswa, atau ahli tertentu dari luar) memaparkan masalah yang harus dipecahkan selama 10-15 menit
- siswa diberi kesempatan untuk menanggapi permasalahan setelah mendaftar pada moderator
- sumber masalah memberi tanggapan
- moderator menyimpulkan hasil diskusi
- 2. Diskusi kelompok kecil
Diskusi kelompok kecil dilakukan dengan membagi siswa dalam kelompok-kelompok. Jumlah kelompok antara 3-5 orang. Pelaksanaannya dimulai dengan guru menyajikan permasalahan secara umum, kemudian masalah tersebut dibagi-bagi ke dalam submasalah yang harus dipecahkan oleh setiap kelompok kecil. Selesa diskusi dalam kelompok kecil, ketua kelompok menyajikan hasil dikusinya.
- 3. Simposium
Metode yang memaparkan suatu seri pembicara dalam berbagai kelompok topik dalam bidang materi tertentu. Materi-materi tersebut disampaikan oleh ahli dalam bidangnya, setelah itu peserta dapat menyampaikan pertanyaan dan sebagainya kepada pembicara.
Sebuah simposium hampir menyerupai panel, karena simposium harus pula terdiri atas beberapa pembicara sedikitnya dua orang. Tetapi symposium berbeda dengan panel didalam cara pembahasan persoalan. Sifatnya lebih formal. Seorang anggota symposium terllebih dahulu menyiapkan pembicaraannya menurut satu titik pandangan tertentu. Terhadap sebuah persoalan yang sama diadakan pembahasan dari berbagai sudut pandangan dan disoroti dari titk tolak yang berbeda-beda.
- 4. Diskusi panel
Diskusi panel adalah pembahasan suatu masalah yang dilakukan oleh beberapa orang panelis yang biasanya terdiri dari 4-5 orang di hadapan audiens. Diskusi panel berbeda dengan diskusi lainnya. Dalam diskusi panel audiens tidak terlibat langsung tetapi berperan hanya sekedar peninjau para panelis yang sedang melaksanakan diskusi. Oleh sebab itu, agar diskusi panel efektif perlu digabungkan dengan metode lain, misalnya dengan metode penugasan. Siswa disuruh untuk mrumuskan hasil pembahasan dalam diskusi.
- Metode Demonstrasi
Metode demonstrasi adalah metode mengajar dengan cara memperagakan barang, kejadian, aturan, dan urutan melakukan suatu kegiatan, baik secara langsung maupun melalui penggunaan media pengajaran yang relevan dengan pokok bahasan atau materi yang sedang disajikan, Muhibbin Syah ( 2000). Metode demonstrasi adalah metode yang digunakan untuk memperlihatkan sesuatu proses atau cara kerja suatu benda yang berkenaan dengan bahan pelajaran, Syaiful Bahri Djamarah, ( 2000).
Metode Demonstrasi juga bisa kita definisikan sebagai metode mengajar dengan menggunakan peragaan untuk memperjelas suatu pengertian atau untuk memperlihatkan bagaimana berjalannya atau bekerjanya suatu proses atau langkah-langkah kerja dari suatu alat atau instrumen tertentu kepada siswa. Untuk memperjelas pengertian tersebut dalam prakteknya dapat dilakukan oleh guru atau anak didik itu sendiri. Metode Demonstrasi cukup baik apabila digunakan dalam penyampaian bahan pelajaran sains dan teknologi, misalnya : bagaimana cara kerja suatu mesin cuci atau apa yang terjadi jika suatu balon berisi air bakar dengan api dsb.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam metode demonstrasi :
- Demonstrasi akan menjadi metode yang tidak wajar apabila alat yang di Demonstrasikan tidak bisa di amati dengan seksama oleh siswa. Misalnya alatnya terlalu kecil atau penjelasannya tidak jelas.
- Demonstrasi menjadi kurang efektif bila tidak diikuti oleh aktivitas di mana siswa sendiri dapat ikut memperhatikan dan menjadi aktivitas mereka sebagai pengalaman yang berharga.
- Tidak semua hal dapat didemonstrasikan di kelas karena alat-alat yang terlalu besar atau yang berada di tempat lain yang tempatnya jauh dari kelas.
- Hendaknya dilakukan dalam hal-hal yang bersifat praktis tetapi dapat membangkitkan minat siswa.
- Guru harus dapat memperagakan demonstrasi dengan sebaik-baiknya, karena itu guru perlu mengulang-ulang peragaan di rumah dan memeriksa semua alat yang akan dipakai sebelumnya sehingga sewaktu mendemonstrasikan di depan kelas semuanya berjalan dengan baik
Manfaat psikologis dari metode demonstrasi adalah:
- Perhatian siswa dapat lebih dipusatkan
- Proses belajar siswa lebih terarah pada materi yang sedang dipelajari
- Pengalaman dan kesan sebagai hasil pembelajaran lebih melekat dalam diri siswa.
Metode demontrasi dapat dilaksanakan manakala:
- Kegiatan pembelajaran berrsifat normal, magang atau latihan bekerja
- Bila materi pelajaran berbentuk keterampilan gerak
- Guru, pelatih , instruktur bermaksud menyederhanakan penyelesaian kegiatan yang panjang
- Pengajar bermaksud menunjukkan suatu standar penampilan
- Untuk menumbuhkan motivasi siswa tentang latihan/ praktik yang kita laksanakan
- Untuk dapat mengurangi kesalahan-kesalahan
- Bila beberapa masalah yang menimbulkan pertanyaan pada siswa dapat dijawab lebih teliti waktu proses demonstrasi
Kelebihan metode ini :
- Mebuat pengajaran menjadi lebih jelas dan lebih konkret
- Siswa lebih mudah memahami apa yang dipelajari
- Proses pengajaran lebih menarik
- Siswa dirangsang untuk aktif mengamati, menyesuaikan antara teori dengan kenyataan
Kekurangan Metode ini :
- Memerlukan keterampilan guru secara khusus
- Fasilitas seperti peralatan, tempat dan biaya yang memadai tidak selalu tersedia dengan baik
- Memrlukan kesiapan dan perencanaan yang matang disamping memerlukan waktu yang cukup panjang
Langkah-langkah :
- Perencanaan
- Merumuskan tujuan yang baik dari sudut kecakapan atau kegiatan yang diharapkan dapat tercapai setelah metode demontrasi berakhir.
- Menetapkan garis-garis besar langkah-langkah demonstrasi yang akan di laksanakan.
- Memperhitungkan waktu yang di butuhkan.
- Selama demonstrasi berlangsung guru harus intropeksi diri apakah : Keterangan-keterangan dapat di dengar dengan jelas oleh siswa, apakah semua media yang di gunaka telah di tempatkan pada posisi yang baik, hingga semua siswa dapat melihat semuanya dengan jelas
- Siswa membuat catatan-catatan yang dianggap perlu
- Menetapkan rencana penilaian terhadap kemampuan anak didik
Batas-batas metode ini adalah :
- Demonstrasi akan merupakan metode yang tidak wajar bila alat didemostrasikan tidak dapat diamati dengan seksama oleh siswa
- Demonstrasi menjadi kurang efektif bila tidak diikuti dengan sebuah aktivitas dimana para siswa sendiri dapat ikut bereksperimen dan menjadikan aktifitas itu pengalaman ptribadi
- Tidak semua hal dapat didemosntrasikan di dalam kelompok
- Kadang-kadang bila suatu alat dibawa ke dalam kelas kemudian didemonstrasikan, terjadi proses yang berlainan dengan proses dalam situasi nyata
- Jika setiap orang diminta mendemostrasikan maka dapat menyita waktu yang banyak dan membosankan bagi peserta lainnya
- 5. Metode Tanya Jawab
Metode tanya jawab merupakan cara penyajian pelajaran dalam bentuk pertanyaan yang harus dijawab terutama dari guru kepada siswa, tetapi dapat pula dari siswa kepada guru (Syaiful Bahri Djamarah 2000: 107). Metode ini dipandang lebih baik dari pada metode pembelajaran konvensional yaitu metode ceramah. Alasannya karena metode ini dapat merangsang siswa untuk berfikir dan berkreativitas dalam proses pembelajaran. Metode Tanya jawab juga dapat digunakan untuk mengukur atau mengetahui seberapa jauh materi atau bahan pengajaran yang telah dikuasai oleh siswa
Kelebihan metode ini :
- Lebih mengaktifkan siswa dibandingkan dengan metode ceramah
- Siswa akan lebih cepat mengerti , karena memberi kesempatan siswa untuk menanyakan hal-hal yang belum jelas atau belum dimengerti sehingga guru dapat menjelaskan kembali
- Mengembangkan keberanian dan keterampilan siswa dalam menjawab dan mengemukakan pendapat
- Mengetahui perbedaan pendapat anatar siswa dan guru , dan akan membawa kearah suatu diskusi
- Pertanyaan dapat menarik dan memusatkan perhatian siswa
Keterbatasan metode ini adalah :
- Menyita waktu lama dan jumlah siswa harus sedikit
- Mempersyaratkan siswa memiliki latar belakang yang cukup tentang topik atau maslah yang didiskusikan
- Dapat menimbulkan beberapa masalah baru
- Mudah menyimpang dari pokok persoalan
- Metode ini tidak tepat digunakan pada tahap awal proses belajar bila siswa baru diperkenalkan kepada bahan pembelajaran yang baru
- Apatis bagi siswa yang tidak terbiasa dalam forum
Langkah-langkah penggunaan metode Tanya jawab:
- Merumuskan tujuan Tanya jawab sejelasnya dalam bentuk khusus dan
- berpusat pada tingkah laku anak didik
- Mencari alasan pemilihan metode Tanya jawab
- Menetapkan kemungkinan pertanyaan-pertanyaan yang akan dikemukakan
- Menetapkan kemungkinan jawaban untuk menjaga agar tidak menyimpang
- dari pokok persoalan
- Menyediakan kesempatan bertanya oleh anak didik.
- 6. Metode Simulasi
Metode ini menampilkan simbol-simbol atau peralatan yang menggantikan proses kejadian atau benda yang sebenarnya. Simulasi berasal dari kata "Simulate" artinya pura-pura atau berbuat seolah-olah. Simulation juga berarti tiruan atau perbuatan yang pura-pura saja. Simulasi sebagai metode penyajian adalah suatu usaha untuk memperoleh pemahaman akan hakikat suatu prinsip atau keterampilan tertentu melalui proses kegiatan atau latihan dalam situasi tiruan (tidak sesungguhnya). Dengan simulasi memungkinkan siswa mampu menghadapi kenyataan yang sesungguhnya atau mempunyai kecakapan bersikap dan bertindak sesuai dengan situasi sebenarnya.
Metode simulasi digunakan untuk:
- melatih keterampilan tertentu, baik yang bersifat keahlian (profesional) maupun keterampilan dalam hidup seharihari
- memperoleh pemahaman tentang suatu pengertian (konsep) atau prinsip
- latihan memecahkan masalah
Metode simulasi dapat untuk:
- meningkatkan aktivitas belajar siswa dengan melibatkan diri dalam mempelajari situasi yang hampir serupa dengan kejadian yang sebenarnya
- memberikan motivasi untuk bekerja sama dalam kelompok
- melatih siswa untuk bekerja sama dalam kelompok
- menimbulkan dan memupuk daya imaginasi siswa
- melatih siswa untuk memahami dan menghargai pendapat, peran orang lain
Agar penggunaan metode simulasi mencapai tujuan dan manfaat yang diinginkan, perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut:
- tiap siswa atau kelompok siswa mendapat kesempatan yang sama untuk melakukan simulasi
- tiap siswa terlibat langsung dalam peranannya masingmasing
- simulasi dimaksudkan untuk latihan keterampilan agar dapat menghadapi kenyataan dengan baik
- disiapkan petunjuk simulasi dapat secara terperinci atau secara garis besar
- dalam simulasi diusahakan dapat digambarkan secara lengkap tentang situasi, proses yang diperkirakan terjadi dalam kenyataan sesungguhnya
Kelebihan metode :
- Simulasi dapat dijadikan bekal bagi siswa dalam menghadapi situasi yang sebenarnya kelak, baik dalam kehidupan keluarga, masyarakat, maupun menghadapi dunia kerja
- Simulasi dapat mengembangkan kreativitas siswa, karena siswa diberi kesempatan untuk memainkan peranan sesuai dengan topic yang disimulasikan
- simulasi dapat memupuk keberanian dan percaya diri siswa
- memperkaya pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang diperlukan dalam menghadapi berbagai situasi sosial yang problematic
- simulasi dapat meningkatkan gairah siswa dalam prose pembelajaran
Kelemahan metode :
- Pengalaman yang diperoleh melalui simulasi tidk selalu tepat dan sesuai dengan kenyataan di lapangan
- Pengelolaan yang kurang baik, sering simulasi dijadikan sebagai alat hiburan, sehingga tujuan pembelajaran menjadi terabaikan
- Faktor psikologis seperti rasa malu dan takut sering mempengaruhi siswa dalam melakukan simulasi
Langkah-langkah :
- Persiapan
- menentukan topik atau masalah serta tujuan yang hendak dicapai oleh simulasi
- guru memberikan gambaran masalah dalam situasi yang akin disimulasikan
- guru menetapkan pemain yang akin terlibat dalam simulasi, peranan yang harus dimainkan oleh para pemeran, serta waktu yang disediakan
- guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya khususnya pada siswa yang terlibat dalam pemeranan simulasi
- Pelaksanaan
- simulasi mulai dimainkan oleh kelompok pemeran
- para sisw lainnya mengikuti dengan penuh perhatian
- guru hendaknya memberikan bantuan kepada pemeran yang mendapat kesulitan
- simulasi hendaknya dihentikan pada saat puncak untuk mendorong siswa berfikir dalam menyelesaikan masalah yang sedang disimulasikan
- Penutup
- melakukan diskusi baik baik tentang jalannya simulasi maupun materi cerita yang disimulasikan. Guru harus mendorong agar siswa dapat memberikan kritik dan tanggapan terhadap proses pelaksanaan simulasi
- merumuskan kesimpulan.
Jenis-jenis Simulasi :
- a. Sesiodrama
Sesiodrama adalah metode pembelajaran bermain peran untuk memecahkan masalah yang berkaitan dengan fenomena sosial, permasalah yang menyangkut hubungan antara manusia seperti masalah kenakalan remaja, narkoba, gambaran keluarga yang otoriterdan lain sebagainya. Sesiodrama digunakan untuk memberikan pemahaman dan penghayatan akan masalah-masalah sosial serta mengembangkan kemampuan siswa untuk memecahkannya.
Kelebihan Metode Sosiodrama :
- Siswa terlatih berinisiatif serta kreatif
- Kerjasama antar pemain dapat ditumbuhkan dan dibina dengan sebaik-baiknya
- Bakat yang terdapat pada siswa dapat dipupuk sehingga dimungkinkan akan muncul atau tumbuh bibit seni drama dari sekolah
- Bahasa lisan siswa dapat dibina menjadi bahasa yang baik agar mudah dipahami orang lain
- Siswa memperoleh kebiasaan untuk menerima dan membagi tanggung jawab dengan sesamanya
Kekurangan Metode Sosiodrama :
- Sebagian besar anak yang tidak ikut bermain drama menjadikurang aktif
- Banyak memakan waktu, baik waktu persiapan maupun waktu pelaksanaan pertunjukan
- Memerlukan tempat yang cukup luas jika tbermain sempit menjadi kurang bebas
Kelas lain sering terganggu oleh suara para pemain dan penonton yang terkadang bertepuk tangan dan berperilaku lainnya
- b. Psikodrama
Psikodrama adalah metode pembelajaran dengan bermain peran yang bertitik tolak dari permasalahan-permasalahan psikologis. Psikodrama biasanya digunakan untuk terapi, yaitu agar siswa memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang dirinya, menemukan konsep diri, menyatakan reaksi terhadap tekanan-tekanan yang dialaminya.
- c. Role Playing
Metode Role Playing adalah suatu cara penguasaan bahan-bahan pelajaran melalui pengembangan imajinasi dan penghayatan siswa. Pengembangan imajinasi dan penghayatan dilakukan siswa dengan memerankannya sebagai tokoh hidup atau benda mati. Permainan ini pada umumnya dilakukan lebih dari satu orang, hal itu bergantung kepada apa yang diperankan.
Metode ini digunakan agar penanaman dan pengembangan aspek nilai, moral dan sikap siswa akan lebih mudah dicapai bilamana siswa secara langsung mengalami (memerankan) peran tertentu, dari pada hanya mendengarkan penjelasan ataupun melihat/mengamati saja.
Kelebihan metode Role Playing:
- Melibatkan seluruh siswa dapat berpartisipasi mempunyai kesempatan untuk memajukan kemampuannya dalam bekerjasama.
- Siswa bebas mengambil keputusan dan berekspresi secara utuh.
- Permainan merupakan penemuan yang mudah dan dapat digunakan dalam situasi dan waktu yang berbeda.
- Guru dapat mengevaluasi pemahaman tiap siswa melalui pengamatan pada waktu melakukan permainan.
- Permainan merupakan pengalaman belajar yang menyenangkan bagi anak.
Langkah-langkah :
- Persiapan
- menentukan permasalahan sebagai topik
- merumuskan tujuan pembelajaran
- merumuskan langkah-langkah bermain peran
- menyiapkan ceritera yang akan diperankan
- mengidentifikasikan peran yang diperlukan, lokasi, pengamat, dan sebagainya
- Pelaksanaan
- memilih peserta
- mengatur tempat main
- mempersiapkan pengamat
- memainkannya
- diskusi dan evaluasi
- memainkan kembali
- diskusi dan evaluasi
- mengemukakan pengalaman dan generalisasi
- 7. Metode Resitasi
Metode resitasi adalah metode penyajian bahan dimana guru memberikan tugas tertentu agar siswa melakukan kegiatan belajar. Metode ini diberikan karena dirasakan bahan pelajaran terlalu banyak, sementara waktu yang terbatas.
Penggunaan metode pemberian tugas bertujuan:
- menumbuhkan proses pembelajaran yang eksploratif
- mendorong perilaku kreatif
- membiasakan berpikir komprehensif
- memupuk kemandirian dalam proses pembelajaran
Langkah-langkah :
Fase Pemberian tugas
- Tujuan yang akan dicapai
- Jenis tugas yang jelas dan tepat
- Sesuai dengan kemampuan siswa
- Ada petunjuk/sumber yang dapat membantu pekerjaan siswa
- Sediakan waktu yangcukup untuk mengerjakan tugas tersebut
Langkah Pelaksanaan Tugas
- Diberikan bimbingan/ pengawasan oleh guru
- Diberikan dorongan sehingga anak mau bekerja
- Diusahakan /dikerjakan oleh siswa sendiri, tidak menyuruh orang lain
- Dianjurkan agar siswa mencatat hasil-hasil yang ia peroleh
- Fase mempertanggungjawabkan Tugas
- Laporan siswa baik lisan/ tertulis dari apa yang dikerjakannya
- Ada Tanya jawab/diskusi kelas
- Penilaian hasil pekerjaan siswa baik dengan tes maunpun non tes
Kelebihan Metode ini adalah :
- Lebih merangsang siswa dalam melakukan aktivitas belajar individual ataupun kelompok
- Dapat mengembangkan kemandirian siswa diluar pengawasan guru
- Dapat membina tanggung jwab dan disiplin siswa
- Dapat mengembangkan kreativitas siswa
Kekurangannya adalah :
- Siswa sulit dikontrol mengenai pengerjaan tugas
- Khusunya untuk tugas kelompok, tidak jarang yang aktif mengerjakan dan menyelesaikan adalah anggota tertentu saja , sedangkan anggota lainnya tidak berpartisipasi dengan baik
- Tidak mudah memberikan tugas yang sesuai dengan pervedaan individu siswa
- Sering memberikan tugas yang monoton dapat menimbulkan kebosanan siswa
- 8. Metode Percobaan (Experiment)
Metode ini adalah metode pemberian kesempatan kepada siswa perseorangan dan kelompok, untuk dilatih melakukan suatu proses atau percobaan.
Kelebihan metode eksperimen :
- Dapat membuat siswa lebih percaya atas kebenaran atau kesimpulan berdasarkan percobaannya sendiri
- Siswa dapat mengembangkan sikap untuk mengadakan studi eksplorasi tentang ilmu dan teknologi
- Akan terbina manusia yang membawa terobosan-terobosan baru dengan penemuan sebagai hasil percobaan yang diharapkan dapat bermanfaat bagi kesejahteraan hidup manusia
Kekurangan Metode Eksperimen :
- Tidak cukup alat-alat mengakibatkan tidak setiap siswa berkesempatan mengadakan eksperimen
- Metode ini menuntut ketelitian , keuletan dan ketabahan
- Memerlukan jangka waktu yang lama
- Metode ini lebih sesuai untuk menyajikan bidang-bidang ilmu dan teknologi
- 9. Metode Karya Wisata
Metode karyawisata adalah metode pembelajaran yang mengajak siswa untuk mengunjungi obyek-obyek dalam rangka untuk menambah dan memperluas wawasan obyek yang dipelajari tersebut ( sesuai dengan bidangnya). Misalnya untuk pelajaran pendidikan geografi siswa dapat diajak ke obyek pemukiman transmigrasi atau obyek morfologi. Untuk pelajaran pendidikan sejarah, siswa dapat diajak ke situs sejarah. Untuk pelajaran pendidikan ekonomi siswa dapat diajak mengunjungi pabrik, atau obyek kegiatan ekonomi.
Banyak istilah yang dipergunakan pada metode karya wisata ini, seperti widya wisata, study tour, dan sebagainya. Karya wisata ada yang dalam waktu singkat, dan ada pula yang dalam waktu beberapa hari atau waktu panjang.
Alasan Penggunaan Metode Karyawisata
- Obyek yang akan dipelajari tidak dapat dibawa kedalam kelas karena, misalnya: terlalu besar/berat
- Akan berubah bila berpindah tempat
- Obyek terdapat di tempat tertentu
Fungsi metode karya wisata adalah :
- Mendekatkan dunia sekolah dan dunia kenyataan.
- Mempelajari konsep/teori dengan kenyataan dan sebaliknya.
- Membekali pengalaman nyata pada siswa.
Kelebihan Metode Karyawisata :
- Karyawisata menerapkan prinsip pengajaran modern yang memanfaatkan lingkungan nyata dalam pengajaran
- Membuat bahan yang dipelajari disekolah menjadi lebih relevan dengan kenyataan dan kebutuhan yang ada di masyarakat
- Pengajaran daoat lebih merangsang kretifitas anak
Kekurangan metode ini :
- Memerlukan persiapan yang melibatkan banyak pihak
- Memerlukan perencanaan dengan persiapan yang matang
- Sering unsure studinya terabaikan
- Memerlukan pengawasan yang lebih ketat terhadap setiap gerak-gerik siswa di lapangan
- Biaya nya cukup mahal
- Memerlukan tangung jawab guru dan sekolah atas kelancaran karyawisata jangka panjang dan jauh
Langkah-langkah studi karya wisata:
Persiapan :
- pembentukan panitia pelaksana
- penuyusunan proposal
- mengurus izin perjalanan
Pelaksanaan
- pembagian kelompok dan penjelasan tugas
- pelaksanaan di lapangan sesuai dengan proposal.
- Pembuatan laporan kegiatan.
- Evaluasi.
- 10. Metode Latihan Keterampilan (Drill)
Metode ini disebut juga metode training, merupakan suatu cara mengajar yang baik untuk menanamkan kebiasaan-kebiasaan tertentu. Metode ini dapat digunakan juga untuk memperoleh suatu ketangkasan, ketepatan , kesempatan dan keterampilan
Kelebihan metode latihan keterampilan sebagai berikut :
- Dapat untuk memperoleh kecakapan motoris, seperti menulis, melafalkan huruf, membuat dan menggunakan alat-alat.
- Dapat untuk memperoleh kecakapan mental, seperti dalam perkalian, penjumlahan, pengurangan, pembagian, tanda-tanda/simbol, dan sebagainya.
- Dapat membentuk kebiasaan dan menambah ketepatan dan kecepatan pelaksanaan.
Kekurangan metode latihan keterampilan sebagai berikut : \
- Menghambat bakat dan inisiatif anak didik karena anak didik lebih banyak dibawa kepada penyesuaian dan diarahkan kepada jauh dari pengertian.
- Menimbulkan penyesuaian secara statis kepada lingkungan.
- Kadang-kadang latihan tyang dilaksanakan secara berulang-ulang merupakan hal yang monoton dan mudah membosankan.
- Dapat menimbulkan verbalisme.
- 11. Metode Mengajar Beregu (Team Teaching)
Metode mengajar beregu adalah suatu metode mengajar dimana pendidiknya lebih dari satu orang yang masing-masing mempunyai tugas. Biasanya salah seorang pendidik ditunjuk sebagai kordinator. Cara pengujiannya, setiap pendidik membuat soal, kemudian digabung. Jika ujian lisan maka setiap siswa yang diuji harus langsung berhadapan dengan team pendidik tersebut.
- 12. Metode Pemecahan Masalah (Brainstorming)
Metode ini dikenal sebagai Metode Brainstorming merupakan metode yang merangsang berpikir dan menggunakan wawasan tanpa melihat kualitas pendapat yang disampaikan oleh siswa. Metode ini dapat dilaksankan apabila siswa telah berada pada tingkat yang lebih tinggi dengan prestasi yang tinggi pula
Penggunaan metode ini dengan mengikuti langkah-langkah sebagi berikut :
- Adanya masalah yang jelas untuk dipecahkan
- Mencari data atau keterangan yang dapat digunakan untuk memecahkan masalah tersebut
- Menetapkan jawaban sementara dari masalah tersebut
- Menguji kebenaran jawaban sementara tersebut
- Menarik kesimpulan artinya siswa harus sampai kepada kesimpulan terakhir tentang jawaban dari masalah tadi
Kelebihan Metode Pemecahan Masalah :
- Dapat membuat pendidikan sekolah menjadi lebih relevan dengan kehidupan khususnya dengan dunia kerja
- Proses belajar mengajar melalui pemecahan masalah dapat membiasakan para siswa menghadapi dan memecahkan masalah secara terampil ,
- Merangsang pengembangan kemampuan berpikir seiswa secara kreatif dan menyeluruh.
Kekurangan Metode ini adalah :
- Mementukan masalah yang tingkat kesulitannya sesuai dengan tingkat berpikir siswa , sekolah dan kelas serta pengetahuan dan pengalaman yang telah dimiliki siswa.
- Seringmemerlukan waktu yang cukup banyak dan seringmengambil waktu pelajaran lainnya
- 13. Metode Perancangan (Project method)
Metode perancangan yaitu suatu metode mengajar dimana pendidik harus merancang suatu proyek yang akan diteliti sebagai obyek kajian.
Kelebihan metode perancangan sebagai berikut :
- Dapat merombak pola pikir anak didik dari yang sempit menjadi lebih luas dan menyuluruh dalam memandang dan memecahkan masalah yang dihadapi dalam kehidupan.
- Melalui metode ini, anak didik dibina dengan membiasakan menerapkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan dengan terpadu, yang diharapkan praktis dan berguna dalam kehidupan sehari-hari.
Kekurangan metode perancangan sebagai berikut :
- Kurikulum yang berlaku di negara kita saat ini, baik secara vertikal maupun horizontal, belum menunjang pelaksanaan metode ini.
- Organisasi bahan pelajaran, perencanaan, dan pelaksanaan metode ini sukar dan memerlukan keahlian khusus dari guru, sedangkan para guru belum disiapkan untuk ini.
- Harus dapat memilih topik unit yang tepat sesuai kebutuhan anak didik, cukup fasilitas, dan memiliki sumber-sumber belajar yang diperlukan.
- Bahan pelajaran sering menjadi luas sehingga dapat mengaburkan pokok unit yang dibahas
- 14. Metode Bagian ( Teileren method )
Metode bagian yaitu suatu metode mengajar dengan menggunakan sebagian-sebagian, misalnya ayat per ayat kemudian disambung lagi dengan ayat lainnya yang tentu saja berkaitan dengan masalahnya.
- 15. Metode Global (Ganze method )
Metode global yaitu suatu metode mengajar dimana siswa disuruh membaca keseluruhan materi, kemudian siswa meresume apa yang dapat mereka serap atau ambil intisari dari materi tersebut.
- 16. Metode Penemuan (Discovery)
Metode Discovery merupakan komponen dari praktek pendidikan yang meliputi metode mengajar yang memajukan cara belajar aktif, beroreientasi pada proses, mengarahkan sendiri, mencari sendiri dan reflektif
Kelebihan metode discovery adalah :
- Mampu membantu siswa untuk mengembangkan, memperbanyak kesiapan , serta penguasaan keterampilan dalam proses kognitif/pengenalan siswa
- Dapat membangkitkan kegairahan belajar para siswa
- Mampu memberikan kesempatan kepada siswa untuk berkembang dan maju sesuai dengan kemampuannya masing-masing
- Mampu mengarahkan cara siswa belajar , sehingga lebih memiliki motivasi yang kuat untuk belajar giat
- Membantu siswa untuk memperkuat dan menambah kepercayaan pada diri sendiri dengan proses penemuan sendiri
- Berpusat pada siswa tidak pada guru
Kelemahan metode penemuan ini adalah :
- Siswa harus ada kesiapan dankematangan metal
- Bila kelas terlalu besar penggunaan tehnik ini kurang berhasil
- Bagi guru dan siswa yangsudah biasa dengan perencanaan dan pengajaran tradisional mungkin akan sangat kecewa bila diganti dengan metode ini
- Proses mental terlalu mementingkan proses pengertian saja , kurangmemperhatikan perkembangan / pembentukan sikap dan keterampilann nagi siswa
- Tidak memberikan kesempatan untuk berpikir secara kreatif
Langkah-langkah pelaksanaan mengajar dengan metode menempuh langkah-langkah sebagai berikut:
- Adanya masalah yang akan dipecahkan,
- Sesuai dengan tingkat perkembangan kognitif peserta didik,
- Konsep atau prinsip yang harus ditemukan oleh peserta didik melalui kegiatan tersebut perlu dikemukakan dan ditulis secara jelas,
- harus tersedia alat dan bahan yang diperlukan,
- Sususnan kelas diatur sedemian rupa sehingga memudahkan terlibatnya arus bebas pikiran peserta didik dalam kegiatan belajar mengajar,
- Guru harus memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengumpulkan data,
- Guru harus memberikan jawaban dengan tepat dengan data serta informasi yang diperlukan peserta didik.
- 17. Metode Inquiry
Metode inquiry adalah metode yang mampu menggiring peserta didik untuk menyadari apa yang telah didapatkan selama belajar. Inquiry menempatkan peserta didik sebagai subyek belajar yang aktif
Kendatipun metode ini berpusat pada kegiatan peserta didik, namun guru tetap memegang peranan penting sebagai pembuat desain pengalaman belajar. Guru berkewajiban menggiring peserta didik untuk melakukan kegiatan. Kadang kala guru perlu memberikan penjelasan, melontarkan pertanyaan, memberikan komentar, dan saran kepada peserta didik. Guru berkewajiban memberikan kemudahan belajar melalui penciptaan iklim yang kondusif, dengan menggunakan fasilitas media dan materi pembelajaran yang bervariasi.
Inquiry pada dasarnya adalah cara menyadari apa yang telah dialami. Karena itu inquiry menuntut peserta didik berfikir. Metode ini melibatkan mereka dalam kegiatan intelektual. Metode ini menuntut peserta didik memproses pengalaman belajar menjadi suatu yang bermakna dalam kehidupan nyata. Dengan demikian , melalui metode ini peserta didik dibiasakan untuk produktif, analitis , dan kritis.
Langkah-langkah dalam proses inquiry adalah menyadarkan keingintahuan terhadap sesuatu, mempradugakan suatu jawaban, serta menarik kesimpulan dan membuat keputusan yang valid untuk menjawab permasalahan yang didukung oleh bukti-bukti. Berikutnya adalah menggunakan kesimpulan untuk menganalisis data yang baru
Strategi pelaksanaan inquiry adalah:
- Guru memberikan penjelasan, instruksi atau pertanyaan terhadap materi yang akan diajarkan.
- Memberikan tugas kepada peserta didik untuk menjawab pertanyaan, yang jawabannya bisa didapatkan pada proses pembelajaran yang dialami siswa.
- Guru memberikan penjelasan terhadap persoalan-persoalan yang mungkin membingungkan peserta didik.
- Resitasi untuk menanamkan fakta-fakta yang telah dipelajari sebelumnya.
- Siswa merangkum dalam bentuk rumusan sebagai kesimpulan yang dapat dipertanggungjawabkan
Teknik inquiry ini memiliki keunggulan yaitu :
- Dapat membentuk dan mengembangkan konsep dasar kepada siswa, sehingga siswa dapat mengerti tentang konsep dasar ide-ide dengan lebih baik.
- Membantu dalam menggunakan ingatan dan transfer pada situasi proses belajar yang baru.
- mendorong siswa untuk berfikir dan bekerja atas inisiatifnya sendiri, bersifat jujur, obyektif, dan terbuka.
- Mendorong siswa untuk berpikir intuitif dan merumuskan hipotesanya sendiri.
- Memberi kepuasan yang bersifat intrinsik.
- Situasi pembelajaran lebih menggairahkan.
- Dapat mengembangkan bakat atau kecakapan individu.
- Memberi kebebasan siswa untuk belajar sendiri.
- Menghindarkan diri dari cara belajar tradisional.
- Dapat memberikan waktu kepada siswa secukupnya sehingga mereka dapat mengasimilasi dan mengakomodasi informasi.
- 18. Metode Studi Kasus
Metode ini berbentuk penjelasan tentang masalah kejadian, atau situasi tertentu, kemudian siswa ditugasi mencari alternatif pemecahannya. Metode ini dapat dikembangkan atau diterapkan pada siswa, manakala siswa memiliki pengetahuan awal tentang masalah ini
Keterbatasan metode ini :
- Mendapatkan kasus yang telah ditulis dengan baik sebagai hasil penelitian lapangan dan sesuai dengan lingkungan kehidupan siswa
- Mengembangkan kasus sangat mahal
- 19. Metode Simposium
Metode yang memaparkan suatu seri pembicara dalam berbagai kelompok topik dalam bidang metri tertentu. Materi-materi tersebut disampaikan oleh ahli dalam bidangnya, setelah itu peserta dapat menyampaikan pertanyaan dan sebagainya kepada pembicara.
Sebuah simposium hampir menyerupai panel, karena simposium harus pula terdiri atas beberapa pembicara sedikitnya dua orang. Tetapi simposium berbeda dengan panel didalam cara pembahasan persoalan, sifatnya lebih formal. Seorang anggota simposium terllebih dahulu menyiapkan pembicaraannya menurut satu titik pandangan tertentu. Terhadap sebuah persoalan yang sama diadakan pembahasan dari berbagai sudut pandangan dan disoroti dari titk tolak yang berbeda-beda.
- 20. Metode Seminar
Merupakan kegiatan belajar sekelompok siswa untuk membahas topik, masalah tertentu. Setiap anggota kelompok seminar dituntut agar berperan aktif. Mereka dibebankan tanggungjawab untuk mendapatkan solusi dari topik masalah yang dipecahkannya. Guru bertindak sebagai nara sumber. Tidak jarang seminar melahirkan rekomendasi dan resolusi.
- 21. Metode Pemberian Tugas
Metode pemberian tugas adalah cara dalam proses belajar mengajar dengan jalan memberi tugas kepada siswa. Tugas-tugas itu dapat berupa mengikhtisarkan karangan, (dari surat kabar, majalah atau buku bacaan) membuat kliping, mengumpulkan gambar, perangko, dan dapat pula menyusun karangan. Metode pemberian tugas, dianjurkan antara lain untuk mendukung metode ceramah, inkuiri, VCT. Penggunaan metode ini memerlukan pemberian tugas dengan baik, baik ruang lingku maupun bahannya. Pelaksanaannya dapat diberikan secara individual maupun kelompok.
Penggunaan metode pemberian tugas bertujuan:
- menumbuhkan proses pembelajaran yang eksploratif
- mendorong perilaku kreatif
- membiasakan berpikir komprehensif
- memupuk kemandirian dalam proses pembelajaran
Metode pemberian tugas yang digunakan secara tepat dan
terencana dapat bermanfaat untuk:
- menumbuhkan kebiasaan belajar secara mandiri dalam
- lingkungan bersama (kolektif) maupun sendiri
- melatih cara mencari informasi secara langsung dari
- sumber belajar yang terdapat di lingkungan sekolah,
- rumah dan masyarakat
- menumbuhkan suasana pembelajaran yang
- menggairahkan (rekreatif)
Langkah-langkah Penggunaan
Tahap persiapan
- pada langkah awal, guru menentukan kegiatan yang akan ditugaskan, misalnya: membuat ikhtisar karangan, mengumpulkan gambar, menyusun kliping, melakukan observasi, dan lain-lain
- guru menetapkan topik, dan nilai-nilai yang ingin dikembangkan melalui macam penugasan kepada para siswa
- menetapkan kelompok-kelompok dan waktu (penugasan pelaksanaan)
Tahap pelaksanaan
- siswa secara sendiri-sendiri atau kelompok melaksanakan tugas yang telah ditentukan guru membimbing atau mengawasi selama kegiatan penugasan berlangsung
Tahap penyelesaian
- siswa secara individual atau kelompok menyerahkan hasil penugasan kepada guru
- guru memilih hasil penugasan untuk disampaikan dan dibahas dalam kelas
- guru memberikan penilaian tehadap hasil penugasan
- 22. Metode Observasi
Observasi ialah metode atau cara-cara menganalisa dan mengadakan secara sistematis mengenai tingkah laku dengan melihat atau mengamati individu atau kelompok secara langsung. Cara atau metode ini ditandi pada umumnya dengan pengamatan apa yang benar-benar dilakukan oleh individu dan membuat pencatatan-pencatatan secara obyektif mengenai apa yang diamati
Secara garis besar metode observasi dapat dibagi menjadi dua, yaitu: Structured orm controller observation (observasi yang direncanakan, atu tes kontrol) dan Strukctures or informal observation (observasi informal atau tidak direncanakan lebih dahulu)
Pada observasi yang direncakan, biasanya pengamat menggunakan blangko-blangko daftar isian yang telah disusun dan didalamnya telah dicantumkan aspek-aspek atau gejala-gejala apa saja yang perlu diperhatikan pada waktu pengamatan dilakukan. Sedangkan pada observasi yang tidak direncanakan pada umumnya pengamat belum atau tidak mengetahui sebelumnya apa sebenarnya yang harus dicatat dalam pengamatan itu. Aspek-aspek atau peristiwanya tidak terduga sebelumnya.
Alasan penggunaan metode observasi
Metode observasi sebagai cara belajar mengajar dipandang efektif dalam kegiatan belajar mengajar. Hal ini didasari pemikiran bahwa dalam metode observasi ada beberapa hal yang mendukung keberhasilan belajar mengajar, karena:
- melatih siswa untuk peka terhadap peristiwa atau gejala yang tejadi dalam lingkungannya
- metode observasi dapat mencatat data atau gejala-gejala yang terjadi, maka dapat digunakan untuk melatih siswa dalam mengadakan evaluasi. Tentunya peristiwa atau gejala-gejala yang dicatat akan dipadukan dengan pengetahuan yang diperoleh di dalam kelas
- melatih siswa untuk mengambil keputusan yang tepat sesuai dengan nilai-nilai moral yang diperoleh di kelas
- memperluas cakrawala siswa mengenai nilai-nilai moral atau ilmu pengetahuan yang diperoleh di dalam kelas dipadukan dengan kenyataan.
Tujuan digunakan metode observasi adalah:
- untuk melengkapi pengetahuan yang diperoleh di sekolah dan di kelas
- untuk melihat, mengamati dan menghayatinya secara langsung dan nyata mengenai obyek tertentu
- untuk menanamkan nilai moral pada siswa
Manfaat digunakan metode observasi adalah:
- menambah wawasan bagi siswa mengenai peristiwa, gejala atau kejadian yang terjadi dalam lingkunganny atau obyek yang diamati
- melatih kecerdasan dan kepekaan siswa terhadap kejadiankejadian yang ada dilingkungannya
- menanamkan nilai moral pada siswa
Langkah-langkah penggunaan
Tahap persiapan atau perencanaan
- menetapkan obyek yang akan diobservasi
- menentukan alat/instrumen peroleh data dalam mengadakan observasi
- membuat instrumen untuk mengadakan observasi
Tahap pelaksanaan
- siswa secara langsung menuju obyek yang diobservasi
- siswa mengadakan pengamatan terhadap obyek yang diobservasi
- siswa mengadakan pencatatan terhadap peristiwa, kejadian-kejadian atau gejala-gejala yang terjadi
- mendiskusikan hasil pengamatan dengan tim
- menyusun laporan sebagai hasil observasi
- 23. Metode Problem Solving (Pemecahan Masalah)
Adalah suatu metode atau cara penyajian pelajaran dengan cara siswa dihadapkan pada suatu masalah yang harus dipecahkan atau diselesaikan, baik secara individual atau secara kelompok. Pada metode ini titik berat diletakkan pada pemecahan masalah secara rasional, logis, benar dan tepat, tekanannya pada proses pemecahan masalah dengan penentuan alternatif yang berguna saja. Metode ini baik untuk melatih kesanggupan siswa dalam memecahkan masalah-masalah yang dihadapi dalam kehidupannya, mengingat tidak ada manusia yang dapat terlepas dari kesulitan atau masalah yang harus diselesaikan secara rasional
Alasan penggunaan
- Metode ini dapat membuat pendidikan di sekolah menjadi lebih relevan dengan kehidupan, khususnya dengan dunia kerja
- Proses belajar mengajar melalui pemecahan masalah dapat membiasakan siswa menghadapi dan memecahkan masalah secara terampil, hal ini merupakan kemampuan yang sangat bermakna bagi kehidupan manusia
- Metode ini merangsang pengembangan kemampuan berpikir siswa secara kreatif danmenyeluruh, karena dalam proses belajarnya, siswa banyak melakukan proses runtut dengan menyoroti permasalahan dari berbagai segi dalam rangka mencapai pemecahannya.
Tujuan penggunaan metode problem solving (pemecahan masalah) adalah sebagai berikut:
- Mencari jalan keluar dalam menghadapi masalahmasalah secara rasional
- Dalam memecahkan masalah dapat dilakukan secara individual maupun secara bersama-sama
- Mencari cara pemecahan masalah untuk meningkatkan kepercayaan pada diri sendiri.
Manfaat yang diperoleh dari penggunaan metode problem solving (pemecahan masalah) antara lain:
- Mengembangkan kemampuan siswa dalam memecahkan masalah-masalah serta mengambil keputusan secara obyektif dan rasional
- Mengembangkan kemampuan berpikir kritis, logis dan analitis
- Mengembangkan sikap toleransi terhadap orang lain serta sikap hati-hati dalam mengemukakan pendapat
- Memberikan pengalaman proses dalam menarik kesimpulan bagi siswa
Langkah-langkah Penggunaan
Persiapan
- Menentukan permasalahan sebagai topik. Topik ini dapat ditentukan dengan cara menyajikan masalah yang jelas, yang menimbulkan pertanyaan ingin tahu sehingga mendorong untuk pemecahannya. Masalah ini harus tumbuh dan sesuai dengan taraf
- kemampuan serta kecerdasan siswa
- Merumuskan Tujuan pembelajaran Khusus (TPK)
- Merumuskan langkah-langkah pemecahan masalah
- Menentukan kriteria pemilihan pemecahan masalahyang terbaik
Pelaksanaan
- Menjelaskan tujuan pembelajaran khusus (TPK)
- Menjelaskan pemecahan masalah
- Merumuskan permasalahan
- Menelaah permasalahan
- Membuat dan merumuskan hipotesa
- Menghimpun, mengelompokkan data sebagai bahanhipotesis
- Pembuktian hipotesis
- Menentukan pilihan pemecahan dan keputusan
- 24. Pembelajaran Berdasarkan Masalah
Problem Based Instruction (PBI) memusatkan pada masalah kehidupannya yang bermakna bagi siswa, peran guru menyajikan masalah, mengajukan pertanyaan dan memfasilitasi penyelidikan dan dialog.
Langkah-langkah:
- Guru menjelaskan tujuan pembelajaran. Menjelaskan logistik yang dibutuhkan. Memotivasi siswa terlibat dalam aktivitas pemecahan masalah yang dipilih.
- Guru membantu siswa mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas belajar yang berhubungan dengan masalah tersebut (menetapkan topik, tugas, jadwal)
- Guru mendorong siswa untuk mengumpulkan informasi yang sesuai, melaksanakan eksperimen untuk mendapatkan penjelasan dan pemecahan masalah, pengumpulan data, hipotesis, pemecahan masalah.
- Guru membantu siswa dalam merencanakan dan menyiapkan karya yang sesuai seperti laporan dan membantu mereka berbagi tugas dengan temannya.
- Guru membantu siswa untuk melakukan refleksi atau evaluasi terhadap penyelidikan mereka dan proses-proses yang mereka gunakan.
Kelebihan:
- Siswa dilibatkan pada kegiatan belajar sehingga pengetahuannya benar-benar diserapnya dengan baik.
- Dilatih untuk dapat bekerjasama dengan siswa lain.
- Dapat memperoleh dari berbagai sumber.
Kekurangan:
- Untuk siswa yang malas tujuan dari metode tersebut tidak dapat tercapai.
- Membutuhkan banyak waktu dan dana.
- Tidak semua mata pelajaran dapat diterapkan dengan metode ini
- 25. Metode Cooperative Script
Skrip kooperatif adalah metode belajar dimana siswa bekerja berpasangan dan secara lisan mengikhtisarkan bagian-bagian dari materi yang dipelajari.
Langkah-langkah:
- Guru membagi siswa untuk berpasangan.
- Guru membagikan wacana / materi tiap siswa untuk dibaca dan membuat ringkasan.
- Guru dan siswa menetapkan siapa yang pertama berperan sebagai pembicara dan siapa yang berperan sebagai pendengar.
- Pembicara membacakan ringkasannya selengkap mungkin, dengan memasukkan ide-ide pokok dalam ringkasannya. Sementara pendengar menyimak/mengoreksi/menunjukkan ide-ide pokok yang kurang lengkap dan membantu mengingat/menghapal ide-ide pokok dengan menghubungkan materi sebelumnya atau dengan materi lainnya.
- Bertukar peran, semula sebagai pembicara ditukar menjadi pendengar dan sebaliknya, serta lakukan seperti di atas.
- Kesimpulan guru.
- Penutup.
Kelebihan:
- Melatih pendengaran, ketelitian/kecermatan.
- Setiap siswa mendapat peran.
- Melatih mengungkapkan kesalahan orang lain dengan lisan.
Kekurangan:
- Hanya digunakan untuk mata pelajaran tertentu
- Hanya dilakukan dua orang (tidak melibatkan seluruh kelas sehingga koreksi hanya sebatas pada dua orang tersebut).
- 26. Picture And Picture
Picture and Picture adalah suatu metode belajar yang menggunakan gambar dan dipasangkan/diurutkan menjadi urutan logis.
Langkah-langkah :
- Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai
- Menyajikan materi sebagai pengantar
- Guru menunjukkan/memperlihatkan gambar-gambar kegiatan berkaitan dengan materi
- Guru menunjuk/memanggil siswa secara bergantian memasang/mengurutkan gambar-gambar menjadi urutan yang logis
- Guru menanyakan alasan/dasar pemikiran urutan gambar tersebut
- Dari alasan/urutan gambar tersebut guru memulai menamkan konsep/materi sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai
- Kesimpulan/rangkuman
- 27. Metode Investigasi Kelompok
Metode investigasi kelompok sering dipandang sebagai metode yang paling kompleks dan paling sulit untuk dilaksanakan dalam pembelajaran kooperatif. Metode ini melibatkan siswa sejak perencanaan, baik dalam menentukan topik maupun cara untuk mempelajarinya melalui investigasi. Metode ini menuntut para siswa untuk memiliki kemampuan yang baik dalam berkomunikasi maupun dalam ketrampilan proses kelompok (group process skills). Para guru yang menggunakan metode investigasi kelompok umumnya membagi kelas menjadi beberapa kelompok yang beranggotakan 5 hingga 6 siswa dengan karakteristik yang heterogen. Pembagian kelompok dapat juga didasarkan atas kesenangan berteman atau kesamaan minat terhadap suatu topik tertentu. Para siswa memilih topik yang ingin dipelajari, mengikuti investigasi mendalam terhadap berbagai subtopik yang telah dipilih, kemudian menyiapkan dan menyajikan suatu laporan di depan kelas secara keseluruhan.
Adapun deskripsi mengenai langkah-langkah metode investigasi kelompok dapat dikemukakan sebagai berikut:
- Seleksitopik
Parasiswa memilih berbagai subtopik dalam suatu wilayah masalah umum yang biasanya digambarkan lebih dahulu oleh guru. Para siswa selanjutnya diorganisasikan menjadi kelompok-kelompok yang berorientasi pada tugas (task oriented groups) yang beranggotakan 2 hingga 6 orang. Komposisi kelompok heterogen baik dalam jenis kelamin, etnik maupun kemampuan akademik.
- Merencanakan Kerjasama
Para siswa beserta guru merencanakan berbagai prosedur belajar khusus, tugas dan tujuan umum yang konsisten dengan berbagai topik dan subtopik yang telah dipilih dari langkah 1 di atas.
- Implementasi
Para siswa melaksanakan rencana yang telah dirumuskan pada langkah 2. Pembelajaran harus melibatkan berbagai aktivitas dan ketrampilan dengan variasi yang luas dan mendorong para siswa untuk menggunakan berbagai sumber baik yang terdapat di dalam maupun di luar sekolah. Guru secara terus-menerus mengikuti kemajuan tiap kelompok dan memberikan bantuan jika diperlukan.
- Analisis dan sintesis
Parasiswa menganalisis dan mensintesis berbagai informasi yang diperoleh pada langkah 3 dan merencanakan agar dapat diringkaskan dalam suatu penyajian yang menarik di depan kelas.
- Penyajian hasil akhir
Semua kelompok menyajikan suatu presentasi yang menarik dari berbagai topik yang telah dipelajari agar semua siswa dalam kelas saling terlibat dan mencapai suatu perspektif yang luas mengenai topik tersebut. Presentasi kelompok dikoordinir oleh guru.
- Evaluasi
Guru beserta siswa melakukan evaluasi mengenai kontribusi tiap kelompok terhadap pekerjaan kelas sebagai suatu keseluruhan. Evaluasi dapat mencakup tiap siswa secara individu atau kelompok, atau keduanya.
Examples Non Examples adalah metode belajar yang menggunakan contoh-contoh. Contoh-contoh dapat dari kasus/gambar yang relevan dengan KD.
Langkah-langkah:
- Guru mempersiapkan gambar-gambar sesuai dengan tujuan pembelajaran.
- Guru menempelkan gambar di papan atau ditayangkan lewat OHP.
- Guru memberi petunjuk dan memberi kesempatan kepada siswa untuk memperhatikan / menganalisa gambar.
- Melalui diskusi kelompok 2-3 orang siswa, hasil diskusi dari analisa gambar tersebut dicatat pada kertas.
- Tiap kelompok diberi kesempatan membacakan hasil diskusinya.
- Mulai dari komentar / hasil diskusi siswa, guru mulai menjelaskan materi sesuai tujuan yang ingin dicapai.
- Kesimpulan.
Kelebihan:
- Siswa lebih kritis dalam menganalisa gambar.
- Siswa mengetahui aplikasi dari materi berupa contoh gambar.
- Siswa diberi kesempatan untuk mengemukakan pendapatnya.
Kekurangan:
- Tidak semua materi dapat disajikan dalam bentuk gambar.
- Memakan waktu yang lama.
- 29. Micro Teaching
Mikro teaching berarti suatu kegiatan mengajar dimana segala dikecilkan atau disederhanakan, yaitu :
- Jumlah murid , 5 sampai 6 orang
- Waktu mengajar antara 5 sampai 10 menit
- Bahan pelajaran hanya mencangkup satu atau dua unit kecil yang sederhana
- Keterampilan mengajar difokuskan pada beberapa keterampilan khusus saja
Kebaikan Micro teachingadalah:
- Pengalaman Laboratories
- Menunjang pelaksanaan praktek keguruan
- Mengurangi kesulitan /kerumitan dalam pengajaran di kelas
- Memungkinkan ditingkatkannya pengawasan yang ketat dan evaluasi yang mantap, teliti dan obyektif
- Mahaiswa dilatih bersifat kritis
- Memupuk percaya diri sendiri bagi mahasiswa
- Mengembangkan mahasiswa untuk aktif, kreatif serta bekerja efektif, produktif , efisien yang disertai penuh tanggung jawab
- Sebagai wadah untuk mencari model keterampilan mengajar yang sesuai
- Menampung proses mengajar ulangan sehingga ada kesempatan untuk memperbaiki secara langsung
- Mengembangkan kemampuan mawas diri, melihat kelemahan /kebaikan serta mendorong untuk memperbaikinya
- Tempat yang baik untuk mengembangkan dan mengadakan research dalam kegiatan belajar mengajar
- Merupakan jembatan antara teori dan praktek mengajar
- Menggalang kerjasama mahasiswa/dosen/guru
- Merupakan arena pengabdian masyarakat
Kelemahan Micro Teaching adalah :
- Dapat menimbulkan efek departementalisasi akan keterampilan mengajar
- Dsalah tafsirkan dapat hanya menitik beratkan pada keterampilan guru sebagai pengajar bukan sebagai guru dalam arti yang luas yaitu pendidik dam senagai pengajar
- Memerlukan biaya yang banyak , peralatan mahal serta tenaga ahli dalam bidangh teknis maupun bidang pendidikan pengajaran pada umumnya dan metodologi pengajaran pada khususnya
- 30. Metode mengajar beregu ( Team teaching method )
Metode mengajar beregu adalah suatu metode mengajar dimana pendidiknya lebih dari satu orang yang masing-masing mempunyai tugas. Biasanya salah seorang pendidik ditunjuk sebagai kordinator. Cara pengujiannya, setiap pendidik membuat soal, kemudian digabung. Jika ujian lisan maka setiap siswa yang diuji harus langsung berhadapan dengan team pendidik tersebut.
MEDIA PEMBELAJARAN
- A. Pengertian Media Pembelajaran
- Menurut AECT :
Media sebagai bentuk dan saluran yang digunakan orang untuk menyalurkan pesan/ informasi. - Menurut Gagne :
Media adalah berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsang untuk belajar. - Menurut Briggs :
Media adalah segala alat fisik yang dapat menyajikan pesan serta merangsang siswa untuk belajar. - Menurut NEA :
Media adalah bentuk komunikasi baik tercetak maupun audio visual serta peralatannya.
Jadi, Media adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan minat serta perhatian siswa sedemikian rupa sehingga proses belajar mengajar terjadi.
Kegunaan Media
Memperjelas pesan agar tidak terlalu verbalistis
Mengatasi keterbatasan ruang, waktu, dan daya indera
Mengatasi sikap pasif siswa menjadi lebih bergairah
Mengkondisikan munculnya persamaan persepsi dan pengalaman
Pengertian Media Pembelajaran
Kata media berasal dari bahasa Latin medio. Dalam bahasa Latin, media
dimaknai sebagai antara. Media merupakan bentuk jamak dari medium, yang secara harfiah berarti perantara atau pengantar. Secara khusus, kata tersebut dapat diartikan sebagai alat komunikasi yang digunakan untuk membawa informasi dari satu sumber kepada penerima. Dikaitkan dengan pembelajaran, media dimaknai sebagai alat komunikasi yang digunakan dalam proses pembelajaran untuk membawa informasi berupa materi ajar dari pengajar kepada peserta didik sehingga peserta didik menjadi lebih tertarik untuk mengikuti kegiatan pembelajaran
Satu hal yang perlu diingat bahwa peranan media tidak akan terlihat apabila penggunaannya tidak sejalan dengan isi dan tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan. Secanggih apa pun media tersebut, tidak dapat dikatakan menunjang pembelajaran apabila keberadaannya menyimpang dari isi dan tujuan pembelajarannya.
- B. Fungsi Media Pembelajaran
Ada dua fungsi utama media pembelajaran yang perlu kita ketahui. Fungsi pertama media adalah sebagai alat bantu pembelajaran, dan fungsi kedua adalah sebagai media sumber belajar. Kedua fungsi utama tersebut dapat ditelaah dalam ulasan di bawah ini. - Media pembelajaran sebagai alat bantu dalam pembelajaran
Tentunya kita tahu bahwa setiap materi ajar memiliki tingkat kesukaran yang bervariasi. Pada satu sisi ada materi ajar yang tidak memerlukan alat bantu, tetapi di lain pihak ada materi ajar yang sangat memerlukan alat bantu berupa media pembelajaran. Media pembelajaran yang dimaksud antara lain berupa globe, grafik, gambar, dan sebagainya. Materi ajar dengan tingkat kesukaran yang tinggi tentu sukar dipahami oleh siswa. Tanpa bantuan media, maka materi ajar menjadi sukar dicerna dan dipahami oleh setiap siswa. Hal ini akan semakin terasa apabila materi ajar tersebut abstrak dan rumit/kompleks.
Sebagai alat bantu, media mempunyai fungsi melicinkan jalan menuju tercapainya tujuan pembelajaran. Hal ini dilandasi keyakinan bahwa kegiatan pembelajaran dengan bantuan media mempertinggi kualitas kegiatan belajar siswa dalam tenggang waktu yang cukup lama. Itu berarti, kegiatan belajar siswa dengan bantuan media akan menghasilkan proses dan hasil belajar yang lebih baik daripada tanpa bantuan media. - Media pembelajaran sebagai sumber belajar
Sekarang Anda menelaah media sebagai sumber belajar. Sumber belajar adalah segala sesuatu yang dapat dipergunakan sebagai tempat bahan pembelajaran untuk belajar peserta didik tersebut berasal. Sumber belajar dapat dikelompokkan menjadi lima kategori, yaitu manusia, buku perpustakaan, media massa, alam lingkungan, dan media pendidikan. Media pendidikan, sebagai salah satu sumber belajar, ikut membantu guru dalam memudahkan tercapainya pemahaman materi ajar oleh siswa, serta dapat memperkaya wawasan siswa
- C. Jenis-jenis Media Pembelajaran
Jenis-jenis media yang dikenal dewasa ini dipaparkan sebagai berikut.
Berdasarkan jenisnya, media dapat dibedakan atas :
- Media audiktif
adalah media yang hanya mengandalkan kemampuan suara saja. Yang termasuk jenis media ini antara lain meliputi tape recorder dan radio. - Media visual
adalah media yang hanya mengandalkan indra pengelihatan. Yang temasuk jenis ini antara lain meliputi gambar, foto, serta benda nyata yang tidak bersuara. - Media audio visual
adalah media yang mempunyai unsur suara dan unsur gambar. Beberapa contoh media audiovisual meliputi televisi, video, film, atau demonstrasi langsung.
Media audiovisual dapat Anda bedakan lagi menjadi
1) Audio visual diam
adalah media yang menampilkan suara dan gambar diam (tidak bergerak). Misalnya, film bingkai suara sound sistem, film rangkai suara, dan cetak suara.
2) Audio visual gerak
adalah media yang dapat menampilkan unsur suara dan gambar yang bergerak. Misalnya, film suara dan video-cassette.
1. Media nonproyeksi
Media nonproyeksi disebut juga media pameran atau displayed media. Media
yang termasuk media nonproyeksi adalah :
a. Model
Model adalah benda nyata yang dimodifikasikan. Penggunaan model sebagai media dalam pembelajaran dimaksudkan untuk mengatasi kendala pengadaan realia karena harga yang mahal, sulit pengadaannya, barangnya terlalu besar, bahkan mungkin terlalu kecil. Menurut Heinich et.al (1996) model adalah gambaran tiga dimensi dari sebuah benda nyata. Model dapat berukuran lebih besar, lebih kecil atau berukuran sama persis dengan benda aslinya, dan dapat menampilkan bentuk yang lengkap dan rinci dari benda aslinya.
b. Bahan Grafis
Bahan grafis adalah media visual nonproyeksi yang mudah digunakan karena tidak membutuhkan peralatan dan relative murah. Menurut Brown et.al (1985) ada lima jenis media grafis yang memiliki keunggulan yang cukup tinggi dalam proses pembelajaran yaitu: graft, chart atau diagram, kartun, poster, peta atau globe. Masing-masing media grafis memiliki keunggulan dan keunikan sendiri-sendiri.
Diagram visualisasi dalam bentuk grafis yang masih tergolong dalam gambar yang sederhana adalah diagram. Penggunaan diagram pada umumnya ditujukan untuk menggambarkkan suatu hubungan atau menjelaskan suatu proses. Diagram dapat memberikan gambaran tentang suatu proses, misalnya mengenai keaktifan siswa dalam pembelajaran proses, seperti tergambar dalam media di bawah ini
2. Media yang Diproyeksikan
Media yang termasuk sebagai media yang diproyeksikan adalah :
a. overhead transparansi (OHT),
b. slide, filmstrips,
c. opaque projektor.
Perkembangan teknologi yang ada saat ini memungkinkan komputer dan video juga diproyeksikan dengan menggunakan peralatan khusus, yaitu LCD.
a. OHT
OHT merupakan media yang paling banyak digunakan karena relative mudah dalam penyediaan materinya, karena hanya dibutuhkan bahan transparansi dan alat tulis. Namun untuk hasil yang bagus sebaiknya alat tulis yang digunakan khusus untuk overhead transparansi.
Beberapa cara mempersiapkan OHT dapat Anda pelajari pada bagian berikut :
1) Handmade transparancies, yaitu transparansi dengan buatan tangan.
2) Thermal fil process, salah satu cara untuk membuat transparansi dengan cara
menggunakan acetate film yang diletakkan di atas master materi yang akan
disajikan, kemudian dimasukkan alat khusus yang dinamakan thermal copier.
3) Electrostatic film process, merupakan cara membuat transparansi dengan jalan
menggunakan teknologi xerography. Persiapan untuk menggunakan jenis
transparansi ini cukup sederhana. Bahan yang ingin dipresentasikan dapat
berasal dari kertas biasa baik sebagai tulisan tangan, hasil print computer
maupun buku teks.
b. Slide
Slide adalah media visual yang penggunaannya diproyeksikan ke layar lebar, dengan menggunakan slide gambar yang disampaikan sangat realistis. Hal itu disebabkan materi atau bahan slide adalah film fotografi yang berbentuk transparan.
c. Opaque proyektor
Opaque proyektor atau proyektor tak tembus pandang adalah media yang digunakan untuk memproyeksikan bahan dan benda-benda yang tidak tembus pandang, seperti buku, foto dan model-model baik dua dimensi maupun tiga dimensi.
3. Media Audio
Media audio merupakan media yang fleksibel karena bentuknya yang mudah dibawa, praktis, dan relatif murah (misalnya radio, tape compo, pengeras suara).
Menurut Rowntree (1994) penggunaan media audio dibedakan menjadi tiga, yaitu:
a. media audio yang dipakai untuk mendengarkan,
b. media audio vision yang dipakai untuk mendengarkan dan melihat,
c. media audio visual yang dapat dipakai untuk mendengar, melihat dan melakukan.
4. Media Video
Media video dapat digunakan sebagai alat bantu mengajar pada berbagai bidang studi. Hal itu disebabkan oleh kemampuan video untuk memanipulasi kondisi waktu dan ruang sehingga peserta didik atau siswa dapat diajak untuk melihat objek yang sangat kecil maupun objek yang sangat besar, objek yang berbahaya, objek lokasinya jauh di belahan bumi lain, maupun objek yang ada di luar angkasa.
5. Media Berbasis Komputer
Media komputer saat ini sudah sangat luas dimanfaatkan oleh dunia pendidikan. Menurut Hannafin dan Peek (1998), potensi media komputer yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan efektivitas proses pembelajaran sangat tinggi.
Hal ini antara lain dikarenakan terjadi interaksi langsung antara siswa dengan materi pembelajaran. Selain itu, proses pembelajaran dapat berlangsung secara individual dan disesuaikan dengan kemampuan masing-masing siswa sehingga potensi siswa dapat lebih tergali. Media komputer juga mampu menampilkan unsur audio-visual yang bermanfaat untuk meningkatkan minat belajar siswa, atau yang dikenal dengan program multi media. Media komputer pun dapat memberi umpan balik bagi respon siswa dengan segera setelah diberi materi.
Selanjutnya, Rahardjo (1986:71) mengklasifikasi media pengajaran sebagai berikut:
Daftar Kelompok Media Pengajaran
| No. | Kelompok Media | Jenis Media |
| 1 | Audio | - pita audio (rol atau kaset) |
| - tape recorder | ||
| - radio (rekaman siaran) | ||
| 2 | Cetak | - buku teks terprogram |
| - buku pegangan (manual) / modul | ||
| - buku tugas | ||
| 3 | Audio-cetak | - buku latihan dilengkapi kaset atau pita audio |
| - pita, gambar, bahan dengan suara pita audio | ||
| 4 | Proyeksi visual diam | - film bingkai (slide) |
| - film rangkai (berisi pesan verbal) | ||
| 5 | Proyeksi visual-diam dengan audio | - film bingkai (slide) |
| - film rangkai dengan suara | ||
| 6 | Visual gerak | - film bisu dengan judul (caption) |
| 7 | Visual gerak dengan audio | - film suara |
| - video | ||
| 8 | Benda | - benda nyata |
| - model tiruan | ||
| 9 | Manusia dan sumber lingkungan | - |
| 10 | Komputer | - program pembelajaran terkomputer |
Sumber: Rahardjo (1986:71)
- D. Peran Media Pembelajaran
Tentunya Anda tahu bahwa peran media sangat strategis dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Kemp dkk (1985) menjabarkan peran media di dalam kegiatan pembelajaran sebagai berikut.
1. Penyajian materi ajar menjadi lebih standar.
Dengan bantuan media pembelajaran, penafsiran yang berbeda antar guru dapat dihindari dan dapat mengurangi terjadinya kesenjangan informasi diantara siswa dimanapun berada.
2. Penyusunan media yang terencana dan terstruktur dengan baik membantu pengajar untuk menyampaikan materi dengan kualitas dan kuatitas yang sama dari satu kelas ke kelas yang lain.
3. Kegiatan pembelajaran menjadi lebih menarik.
Media dapat menampilkan informasi melalui suara, gambar, gerakan dan warna, baik secara alami maupun manipulasi, sehingga membantu guru untuk menciptakan suasana belajar menjadi lebih hidup, tidak monoton dan tidak membosankan.
4. Kegiatan belajar dapat menjadi lebih interaktif
Dengan media akan terjadinya komukasi dua arah secara aktif, sedangkan tanpa
media guru cenderung bicara satu arah.
5. Materi pembelajaran dapat dirancang, baik dari sisi pengorganisasian materi maupun cara penyajiannya yang melibatkan siswa, sehingga siswa menjadi lebih aktif di dalam kelas.
6. Media dapat mempersingkat penyajian materi pembelajaran yang kompleks, misalnya dengan bantuan video. Dengan demikian, informasi dapat disampaikan secara menyeluruh dan sistematis kepada siswa.
7. Kualitas belajar siswa dapat ditingkatkan
Media pembelajaran dapat membantu siswa menyerap materi belajar lebih mandalam dan utuh. Bila dengan mendengar informasi verbal dari guru saja, siswa kurang memahami pelajaran, tetapi jika diperkaya dengan kegiatan melihat, menyentuh, merasakan dan mengalami sendiri melalui media pemahaman siswa akan lebih baik.
8. Penyajian pembelajaran dengan menggunakan media yang mengintegrasikan visualisasi dengan teks atau suara akan mampu mengkomunikasikan materi pembelajaran secara terorganisasi. Dengan menggunakan media yang lebih bervariasi, maka siswa akan mampu belajar dengan lebih optimal.
9. Dengan media yang makin lama makin canggih maka kegiatan pembelajaran tidak hanya dilakukan di dalam kelas saja tetapi bisa di mana saja. Misalnya, dengan teleconference pengajar dari luar kota bisa memberikan materinya, atau dengan CD peserta didik dapat mengikuti proses pembelajaran melalui media secara mandiri sesuai dengan kebutuhan mereka. Hal ini seperti halnya Anda yang jarak jauh bisa menggunakannya.
10. Media dapat menumbuhkan sikap positif siswa terhadap materi dan proses belajar
Proses pembelajaran menjadi lebih menarik sehingga mendorong siswa untuk mencintai ilmu pengetahuan dan gemar mencari sendiri sumber-sumber ilmu pengetahuan.
11. Mengubah peran guru ke arah yang lebih positif dan produktif
Guru dapat berbagi peran dengan media sehingga banyak mamiliki waktu untuk memberi perhatian pada aspek-aspek edukatif lainnya, seperti membantu kesulitan belajar siswa, pembentukan kepribadian, memotivasi belajar, dan lain-lain
12. Efisiensi dalam waktu dan tenaga
Dengan media tujuan belajar akan lebih mudah tercapai secara maksimal dengan waktu dan tenaga seminimal mungkin. Guru tidak harus menjelaskan materi ajaran secara berulang-ulang, sebab dengan sekali sajian menggunakan media, siswa akan lebih mudah memahami pelajaran.
- E. Prinsip-Prinsip Pemilihan dan Penggunaan Media
Sudirman (1991) mengemukakan tiga kategori prinsip pemilihan media pembelajaran sebagai berikut.
1. Tujuan Pemilihan. Pemilihan media yang akan digunakan harus didasarkan pada
maksud dan tujuan pemilihan yang jelas.
- Karakteristik Media Pembelajaran. Setiap media mempunyai karakteristik tertentu, baik dilihat dan segi keampuhannya, cara pembuatannya, maupun cara penggunaannya.
- Alternatif Pilihan. Pada hakikatnya, memilih media merupakan suatu proses membuat keputusan dan berbagai alternatif pilihan.
Adapun prinsip pemilihan dan penggunaan media, menurut Sudjana (1991) ditulis pada bagian berikut :
1. Menentukan jenis media dengan tepat.
2. Menetapkan atau memperhitungkan subjek dengan tepat.
3. Menyajikan media dengan tepat.
Menurut Prof. Drs. Hartono Kasmadi M.Sc. bahwa di dalam memilih media pendidikan perlu dipertimbangkan adanya 4 hal yaitu : Produksi, peserta didik, isi, dan guru.
1) Pertimbangan produksi :
- Avaibility : tersedianya bahan. Media akan efektif dalam mencapai tujuan, bila tersedia bahan dan berada pada system yang tepat.
- Cost (harga) yang tinggi tidak menjamin penyusunan menjadi tepat, demikian sebaliknya tanpa biasanya juga tidak akan berhasil, artinya tujuan belum tentu dapat dicapai.
- Physical condition (kondisi fisik). Misalkan dengan warna yang buram, akan mengganggu kelancaran belajar mengajar.
- Accessibility to student (mudah dicapai) artinya : pembelian bahan (peralatan) hendaknya yang dwi fungsi yaitu : guru dapat menggunakannya, peserta didik juga akan semakin mudah mencerna pelajaran.
- Emotional impact. Sejauh mana yang dapat dicapai oleh pendidikan, maka pelaksanaan pengajaran dengan menggunakan media harus mampu bernilai estetika sebab akan lebih menarik untuk menumbuhkan motivaasi.
2) Pertimbangan peserta didik :
- Student characteristics (watak peserta didik)
Guru harus mampu memahami tingkat kematangan dan latar belakang peserta didik. Dengan demikian guru dapat menentukan pilihan-pilihan media yang sesuai dengan karakter peserta didik, meliputi masalah tingkat kematangan peserta didik secara komprehensif (kesatuan menyeluruh).
- Student Relevance (sesuai dengan peserta didik)
Bahan yang relevan akan memberi nilai positif dalam mencapai tujuan belajar, pengaruhnya akan meningkatkan pengalaman peserta didik, pengembangan pola piker, analisis pelajaran, hingga dapat menceritakan kembali (pelajaran yang diajarkan) dengan baik.
- Student Involvement (keterlibatan peserta didik).
Bahan yang disajikan, akan memberikan kemampuan peserta didik dan keterlibatan peserta didik secara fisik dan mental (peran aktif peserta didik) untuk meningkatkan potensi belajar.
3) Pertimbangan Isi :
- a. Curriculair relevance
Penggunaan media harus sesuai dengan isi kurikulum, tujuannya harus jelas, perlu dengan baik.
- Content Suondness.
Perlu kejelian dalam memilih media, yaitu pembelian yang efektif, disesuaikan dengan kebutuhan. Pembelian hanya untuk referensi, bukan untuk demonstrasi. Jika memungkinkan guru harus mampu membuat sendiri media yang cocok dengan kebutuhan, up to date.
- c. Presentation
Jika isi sudah tepat dan sesuai dengan kebutuhan, perlu juga cara menyajikan yang harus benar.
4) Pertimbangan guru :
- a. Teacher utilization
Guru harus mempertimbangkan dari segi pemanfaatan media yang akan dipergunakan sebagai bahan pertimbangan :
- Apakah digunakan untuk kepentingan individu atau kelompok.
- Apakah yang digunakan media tunggal ataau multi media.
- Yang lebih penting berorientasi terhadap tujuan pendidikan.
- b. Teacher peace of mind.
Media yang digunakan mampu memecahkan problem, jangan malah menimbulkan masalah, maka perlu observasi dan review bahan-bahan tersebut belum disajikan.
Pemilihan Media yang Efektif dan Menyenagkan bagi Proses Pembelajaran
Peran guru dalam inovasi dan pengembangan media pengajaran sangat diperlukan mengingat guru dapat dikatakan sebagai pemain yang sangat berperan dalam proses belajar mengajar di kelas, yang hendaknya dapat mengolah kemampuannya untuk membuat media pengajaran lebih efektif dan efisien. Hal ini, menurut Wijaya dkk (1991:2), disebabkan perkembangan jaman yang terus terjadi tanpa henti dengan kurun waktu tertentu. Lembaga pendidikan hendaknya tidak hanya puas dengan metode dan teknik lama, yang menekankan pada metode hafalan, sehingga tidak atau kurang ada maknanya jika diterapkan pada masa sekarang. Perkembangan jaman yang begitu pesat dewasa ini membuat siswa semakin akrab dengan berbagai hal yang baru, seiring dengan perkembangan dunia informasi dan komunikasi. Karena itu, sangat wajar jika kondisi ini harus diperhatikan oleh guru agar terus mengadakan pembaharuan (inovasi).
Pembaharuan atau inovasi dalam dunia kependidikan sering diartikan sebagai suatu upaya lembaga pendidikan dalam menjembatani masa sekarang dan masa yang akan datang dengan cara memperkenalkan program kurikulum atau metodologi pengajaran yang baru sebagai jawaban atas perkembangan internal dan eksternal dalam dunia pendidikan yang cenderung mengejar efisiensi dan efektivitas (Wijaya dkk, 1991:2).
Pada lembaga pendidikan, faktor yang menjadi penentu keberhasilan tujuan pendidikan adalah guru. Hal ini ditegaskan oleh Samana (1994:16) bahwa guru merupakan faktor utama dalam usaha meningkatkan mutu pendidikan sekolah yang pada gilirannya akan sangat mempengaruhi kemajuan masyarakat yang menjadi suprasistem sekolah yang bersangkutan. Masyarakat yang semakin rasional dan teknologis semakin membutuhkan jasa sekolah dan atau guru yang bermutu.
Terkait dengan inovasi di bidang media pengajaran, mutu guru akan dapat ditentukan dari seberapa jauh atau kreatif ia dalam pengembangan dan inovasi media pengajaran. Hal ini akan sangat membantu tugasnya sebagai profesional. Menurut Sudarminto (dalam Samana, 1994:21), guru yang profesional yaitu guru yang tahu secara mendalam tentang apa yang diajarkannya secara efektif dan efisien. Lebih lanjut Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (sekarang menjadi Departemen Pendidikan Nasional) melalui Proyek Pengembangan Pendidikan Guru (P3G) (dalam Arikunto, 1990:239) telah merumuskan bahwa kompetensi profesional guru menuntut seorang guru untuk memiliki pengetahuan yang luas serta mendalam tentang bidang studi (subject matter) yang diajarkannya beserta penguasaan metodologis, dalam arti memiliki pengetahuan konsep teoritis, mampu memilih metode yang tepat, serta mampu menggunakannya dalam proses belajar-mengajar. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa kemampuan guru dalam mengembangkan dan melakukan pembaharuan media pengajaran merupakan salah satu indikator kompetensi profesionalnya.
Konsekuensi yang harus diperhatikan adalah bahwa sikap statis (tidak kreatif) dan cara-cara yang konvensional semua pihak yang terlibat dalam dunia kependidikan, terutama guru, hendaknya dihilangkan. Guru harus aktif mencari dan mengembangkan sistem pendidikan yang terbuka bagi inovasi teknologi media pengajaran. Dalam hal ini, penanaman sikap inovatif pada guru sangat penting dilakukan (Wijaya, 1991:1-2).
Terkait dengan semakin beragamnya media pengajaran, pemilihan media hendaknya memperhatikan beberapa prinsip.
Pertama, kejelasan maksud dan tujuan pemilihan media; apakah untuk keperluan hiburan, informasi umum, pembelajaran dan sebagainya.
Kedua, familiaritas media, yang melibatkan pengetahuan akan sifat dan ciri-ciri media yang akan dipilih.
Ketiga, sejumlah media dapat diperbandingkan karena adanya beberapa pilihan yang kiranya lebih sesuai dengan tujuan pengajaran (Rahardjo, 1986:62-63).
Sejalan dengan pendapat di atas, Miarso (1986:105) menyatakan bahwa hal pertama yang harus dilakukan guru dalam penggunaan media secara efektif adalah mencari, menemukan, dan memilih media yang memenuhi kebutuhan belajar anak, menarik minat anak, sesuai dengan perkembangan kematangan dan pengalamannya serta karakteristik khusus yang ada pada kelompok belajarnya. Karaketristik ini antara lain adalah kematangan anak dan latar belakang pengalamannya serta kondisi mental yang berhubungan dengan usia perkembangannya.
Selain masalah ketertarikan siswa terhadap media, keterwakilan pesan yang disampaikan guru juga hendaknya dipertimbangkan dalam pemilihan media. Setidaknya ada tiga fungsi yang bergerak bersama dalam keberadaan media. Pertama¸ fungsi stimulasi yang menimbulkan ketertarikan untuk mempelajari dan mengetahui lebih lanjut segala hal yang ada pada media.
Kedua, fungsi mediasi yang merupakan perantara antara guru dan siswa. Dalam hal ini, media menjembatani komunikasi antara guru dan siswa.
Ketiga, fungsi informasi yang menampilkan penjelasan yang ingin disampaikan guru. Dengan keberadaan media, siswa dapat menangkap keterangan atau penjelasan yang dibutuhkannya atau yang ingin disampaikan oleh guru.
- F. Dasar Pertimbangan Pemilihan dan Penggunaan Media
Faktor-faktor yang perlu Anda perhatikan dalam memilih media pembelajaran dijelaskan pada bagian berikut :
1. Objektivitas
Seorang guru harus objektif. Artinya, guru tidak boleh memilih suatu media
pembelajaran atas dasar kesenangan pribadi.
2. Program Pembelajaran
Program pembelajaran yang akan disampaikan kepada
siswa harus sesuai dengan kurikulum yang berlaku, baik isi, struktur, maupun
kedalamannya.
3. Sasaran Program
Pada tingkat usia tertentu dan dalam kondisi tertentu siswa mempunyai kemampuan tertentu pula, baik cara berpikir, daya imajinasi, kebutuhan, maupun daya tahan siswa dalam belajarnya
4. Kualitas Teknik
Dari segi teknik, media pembelajaran yang akan digunakan perlu diperhatikan, apakah sudah memenuhi syarat atau belum.
5. Keefektifan dan Efisiensi Penggunaan. Keefektifan yang dimaksud di sini berkenaan dengan hasil yang dicapai, sedangkan efisiensi yang dimaksud di sini berkenaan dengan proses pencapaian hasil tersebut.
Ada enam langkah yang bisa kita tempuh pada waktu mengajar dengan mempergunakan media. Langkah-langkah tersebut disebutkan sebagai berikut :
a. Merumuskan tujuan pembelajaran dengan memanfaatkan media.
b. Persiapan guru.
c. Persiapan kelas.
d. Langkah penyajian materi ajar dan pemanfaatan media.
e. Langkah kegiatan belajar siswa.
f. Langkah evaluasi pembelajaran.
DAFTAR PUSTAKA
Adri, Muhammad. Pemanfaatan Teknologi Informasi dalam Pengembangan Media Pembelajaran. www.ilmukomputer.com)
Djamarah, Sayiful Bahri, dan Aswan Zain. 2006. Strategi Belajar Mengajar, Penerbit Rineka Cipta.
Dimyati, Mudjiono. 1994. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Direktorat Jenderal Perguruan Tinggi Depdikbud.
Harjanto. 2003. Perencanaan Pengajaran. Jakarta : Rineka Cipta.
Roestiyah N.K. 2008. Strategi Belajar Mangajar, Penerbit Rineka Cipta.
Sanjaya, Wina. 2008. Stategi Pembelajaran.Jakarta : Kencana Prenada Media
0 komentar:
Posting Komentar
Komentari