BAB I
PENDAHULUAN
- LATAR BELAKANG MASALAH
Ilmu Kimia merupakan bidang ilmu baru bagi siswa kelas X. Oleh karena itu perlu dikenalkan dan ditanamkan konsepnya kepada siswa sejak awal . Selain itu mareri kimia yang sebagian besar bersifat abstrak cukup menyulitkan guru dalam menanamkan konsep.
Bertolak dari kenyataan diatas penulis mencoba untuk mencari terobosan baru dalam menanamkan konsep yang mungkin lebih disukai siswa.
Untuk mewujudkan semua itu penulis mencoba mengadakan penelitian tindakan kelas dengan judul “PENGGUNAAN METODE ROLE PLAYING SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN MOTIVASI SISWA DALAM PEMBELAJARAN KIMIA KELAS X.”
- RUMUSAN MASALAH
- Apakah penggunaan metode role playing mampu meningkatkan motivasi siswa dalm pembelajaran kimia.
- Apakah penggunaan metode role playing mampu meningkatkan ketuntasan belajar siswa
- Apakah penggunaan metode role playing mampu meningkatkan kwalitas pembelajaran kimia karena guru lebih inovatif
C. TUJUAN PENELITIAN
1. Meningkatkan motivasi belajar siswa pada materi pelajaran kimia melalui metode role playing
2. Mengetahui apakah metode role playing mampu meningkatkan ketuntasan belajar siswa
- Mendorong para guru untuk lebih inovatif dalam proses pembelajaran sehingga kwalitas pembelajaran meningkat.
- MANFAAT PENELITIAN
Bagi Siswa
- Meningkatkan motivasi belajar siswa khususnya untuk materi pembelajaran kimia.
- Meningkatkan jumlah siswa yang tuntas belajar
Bagi guru
- Meningkatkan kwalitas guru dalam proses pembelajaran
- Merangsang guru untuk lebih inovatif
Bagi Sekolah
- Memberikan nilai tambah bagi sekolah dengan semakin meningkatnya mutu pendidikan
- Memberi masukan pada sekolah tentang metode pembelajaran yang nantinya bisa digunakan guru bidang studi lain sehingga proses pembelajaran lebih variatif
BAB II
KAJIAN PUSTAKA DAN RENCANA TINDAKAN
A. KAJIAN PUSTAKA
Dalam penelitian ini peneliti mencoba menggunakan metode role playing sebagai upaya meningkatkan motivasi belajar siswa.
Frank Lyman (1985) memberikan langkah-langkah metode role playing sebagai berikut :
- Guru menyusun skenario yang akan ditampilkan
- Menunjuk beberapa siswa untuk mempelajari skenario
- Memberikan penjelasan tentang kompetensi yang ingin dicapai
- Membentuk kelompok siswa
- Memanggil siswa yang ditunjuk untuk memerankan skenario
- Selesai pementasan masing-masing kelompok berdiskusi
- Masing-masing kelompok mempresentasikan hasil diskusinya
- Guru memvalidasi kesimpulan secara umum
- Evaluasi.
- RENCANA TINDAKAN
- Menyiapkan skenario pembelajaran.
- Menyiapkan instrumen Menentukan jadwal pelaksanaan penelitian
- Melaksanakan kegiatan pembelajaran siklus I
- Mengumpulkan data-data selama proses pembelajaran
- Menganalisis data yang diperoleh
- Mengevaluasi kegiatan pembelajaran
- Membuat suatu kesimpulan
- Refleksi dan revisi
- Melaksanakan kegiatan siklus II
BAB III
METODE PENELITIAN
A. SETTING PENELITIAN
Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 1 Gondanglegi yang berlokasi di Jln Raya Ketawang 02 Gondanglegi kabupaten Malang
Siswa yang dijadikan subyek penelitian adalah siswa kelas X E dengan jumlah siswa sebanyak 40 orang. Kondisi siswa di kelas ini cukup beragam, baik kemampuan akademik maupun kondisi sosial mereka.
B. PERSIAPAN PENELITIAN
Langkah persiapan yang dilakukan dalam penelitian:
- menentukan jadwal pelaksanaan penelitian
- membuat rencana pembelajaran
- membuat instrumen berupa angket pra penelitian maupun pasca penelitian, lembar observasi untuk pengamat (kolaborator), LKS untuk 2 siklus dan soal evaluasi untuk 2 siklus
C. SIKLUS PENELITIAN
Penelitian ini dilakukan dalam 2 siklus , setiap siklus berlangsung sesuai jumlah pertemuan dalam kompetensi dasar yang dipelajari.
Siklus pertama dilaksanankan pada hari Rabu tanggal 14 September 2005 pada jam ke 3 dan 4. Sedangkan siklus kedua dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 21 September 2005 pada jam ke 3 dan 4 .
D. INSTRUMEN
Instrumen yang digunakan berupa angket siswa yang memuat data tentang respon siswa terhadap pembelajaran kimia dan metode yang digunakan, lembar observasi untuk pencatatan pada saat proses pembelajaran , LKS , soal evaluasi, skenario pembelajaran dan daftar nilai hasil evaluasi.
BAB IV
HASIL PENELITIAN
1. SIKLUS PERTAMA
A. PERENCANAAN
Rencana yang dilakukan peneliti untuk memulai siklus I adalah sebagai berikut :
- Menentukan jadwal pelaksanaan kegiatan
- Membuat dan menyebarkan angket siswa
- Menjelaskan kepada siswa tentang metode role playing
- Menyiapkan skenario pembelajaran
- Menentukan pemain dan menyerahkan skenario yang harus dipelajari
- Membentuk kelompok siswa
B. PELAKSANAAN
Pelaksanaan kegiatan pembelajaran melalui langkah-langkah berikut :
- Mengumpulkan angket siswa yang telah dibagikan
- Membuka pelajaran dengan menuliskan tujuan dan kompetensi dasar yang akan dipelajari
- Mempersilahkan siswa bergabung dengan kelompok masing-masing
- Siswa yang bertugas memerankan skenario diminta melaksanakan tugasnya sementara semua siswa memperhatikan.
- Selesai pementasan masing-masing kelompok mendiskusikan hasil pementasan sekaligus mengerjakan LKS yang sudah dibagikan.
- Masing-masing kelompok diwakili salah satu anggota mempresentasikan hasil diskusinya.
- Peneliti bersama kolaborator mengamati dan mencatat semua kejadian yang muncul
- Guru memvalidasi hasil/ kesimpulan yang sudah disampaikan siswa
- Siswa kembali ke tempat duduk masing-masing untuk mengerjakan soal evaluasi.
C. PENGAMATAN
Dari hasil pengamatan , peneliti dan pengamat menemukan hal-hal sebagai berikut
- Siswa kelihatan bersemangat untuk mengikuti kegiatan pembelajaran dibanding hari-hari sebelumnya ketika pembelajaran dilakukan secara konvensional, yaitu semua terpusat pada guru (teacher oriented)
- Siswa kelihatan agak kurang nyaman dengan hadirnya kolaborator, ini dapat diamati dari tingkah laku siswa yang setiap saat menoleh kebelakang untuk melihat kolaborator.
- Perhatian siswa terhadap proses pembelajaran cukup bagus
- Pemeran agak kelihatan kaku dalam melakonkan skenario.
- Ada kelompok yang kurang berani maju untuk mempresentasikan hasil diskusinya, hal ini dapat diamati dari anggota kelompok yang saling menunjuk temannya ketika mendapat giliran untuk maju.
- Ada beberapa anggota kelompok yang masih kurang aktif dalam kegiatan diskusi sehingga hanya didominasi oleh sebagian anggota yang lain, sementara itu ada kelompok yang hampir semua anggotanya sangat aktif.
Dari hasil angket pra penelitian diperoleh data sebagai berikut :
Hasil angket pra penelitian
No | Pernyataan | Ya | Tidak | Tidak Tahu |
1. | Senang dengan pelajaran kimia | 28 siswa | 10 siswa | 2 siswa |
2. | Senang dengan guru kimia | 34 siswa | 4 siswa | 2 siswa |
3. | Senang membaca buku kimia | 21 siswa | 15 siswa | 4 siswa |
4. | Merasa bahwa kimia pelajaran yang sulit | 14 siswa | 20 siswa | 6 siswa |
5. | Memperhatikan ketika diajar kimia | 28 siswa | 12 siswa | - |
6. | Tahu manfaat belajar kimia | 36 siswa | 1 siswa | 3 siswa |
7. | Merasa ada harapan lain dalam belajar kimia | 18 siswa | 11 siswa | 11 siswa |
8. | Menggeluti bidang kimia | 11 siswa | 12 siswa | 17 siswa |
Dari kegiatan evaluasi diperoleh hasil sebagai berikut :
- Siswa yang memperoleh nilai kurang dari 65 sebanyak 11 siswa
- Siswa yang memperoleh nilai lebih besar atau sama dengan 65 sebanyak 29 siswa.
D. REFLEKSI
Berdasarkan hasil angket siswa dapat diketahui bahwa secara umum siswa menyukai pelajaran kimia sekaligus gurunya. Sebagian siswa selalu memperhatikan bila sedang diajar kimia, tetapi hampir separo siswa merasa kesulitan dalam menerima pelajaran. Mungkin penyebab semua ini adalah metode pembelajaran yang kurang variatif sehingga siswa kurang termotivasi untuk mempelajari kimia sekaligus berpengaruh pada kurangnya keinginan siswa untuk menggeluti bidang kimia di masa mendatang. Untuk itu motivasi siswa dalam mempelajari kimia memang perlu sekali ditingkatkan.
Salah satu cara untuk meningkatkan motivasi siswa adalah dengan penggunaan metode pembelajaran yang bervariasi dan disesuaikan dengan materi yang diajarkan.
Untuk materi ikatan kimia peneliti mencoba menggunakan metode Role Playing sebagai alternatifnya.
Dari hasil pengamatan pada saat pembelajaran di siklus I ditemukan fakta bahwa :
- Siswa sangat antusias dalam mengikuti kegiatan pembelajaran , maka untuk selanjutnya kondisi ini perlu dipertahankan.
- Siswa merasa kurang nyaman ketika kolaborator berada dalam ruangan, untuk itu pada pembelajaran berikutnya perlu dijelaskan pada siswa bahwa kedudukan kolaborator hanya terbatas sebagai pengamat saja tanpa ada kaitan dengan tingkah laku siswa maupun penilaian.
- Adanya kelompok yang cukup aktif, tetapi ada juga yang pasif. Untuk itu melalui diskusi antara peneliti dan pengamat pada siklus berikutnya perlu diadakan perubahan posisi kelompok sehingga keaktifan kelompok merata. Sedangkan adanya anggota kelompok yang kurang aktif memang perlu diberi motivasi khusus , misalnya dengan memberi pertanyaan individu yang harus dijawab oleh siswa tersebut.
- Mengingat pemeran skenario kurang semangat / agak kaku dalam memainkan peranannya maka pada siklus berikutnya perlu diadakan pergantian pemain.
- Dari temuan hasil evaluasi diperoleh data bahwa jumlah siswa yang tuntas belajar ( mempunyai nilai lebih besar atau sama dengan 65 ) sebanyak 29 siswa yaitu sekitar 72,5 %. Sebagai bahan pertimbangan, pada Kompetensi Dasar sebelumnya dengan menggunakan metode belajar konvensional (ceramah, tanya jawab, tugas), jumlah siswa yang tuntas mencapai 61,3 %. Melihat perbandingan hasil evaluasi diatas sudah nampak perubahan meskipun belum begitu besar.
2. SIKLUS KEDUA
A. PERENCANAAN
Rencana yang peneliti lakukan untuk kegiatan siklus II didasarkan atas temuan-temuan yang muncul pada siklus I.
Langkah-langkah tersebut meliputi :
- Pembuatan rencana pembelajaran
- Pembuatan skenario pembelajaran
- Penentuan pemain sebagai pengganti pemain pada siklus I.
- Penentuan jadwal pelaksanaan kegiatan.
- Penentuan kelompok baru.
- Menjelaskan kedudukan kolaborator kepada siswa.
B. PELAKSANAAN
Berdasarkan temuan-temuan yang ada pada siklus I maka tahapan-tahapan pada siklus II meliputi :
- Membuka pembelajaran dengan menuliskan kompetensi dasar dan tujuan pembelajaran.
- Mempersilahkan siswa untuk bergabung dengan kelompok masing-masing
- Menunjuk siswa untuk menjawab pertanyaan sebagai pra pengetahuan
- Siswa yang bertugas memerankan scenario diminta maju kedepan sementara siswa yang lain memperhatikan
- Selesai pementasan nasing-masing kelompok berdiskusi untuk membuat kesimpulan hasil pementasan sekaligus mengerjakan LKS yang sudah dibagikan.
- Masing-masing kelompok mempresentasikan hasil diskusinya kedepan
- Peneliti bersama kolaborator mengamati dan mencatat semua kejadian yang muncul.
- Peneliti memvalidasi hasil / kesimpulan
- Siswa kembali ketempat masing-masing untuk mengerjakan soal evaluasi.
- Peneliti membagikan angket tentang metode role playing yang harus diisi oleh siswa.
- Peneliti menutup pembelajaran
C. PENGAMATAN
Berdasarkan pelaksanaan kegiatan siklus II diperoleh data dan temuan-temuan antara lain :
- Semangat siswa dalam mengikuti pembelajaran masih tinggi.
- Beberapa siswa yang sebelumnya kurang aktif sudah mulai menunjukkan keaktifannya, baik ketika menjawab pertanyaan maupun saat diskusi.
- Siswa mulai tidak terpengaruh dan terbiasa dengan adanya kolaborator.
- Masih ada sebagian kecil siswa yang kurang aktif dalam diskusi kelompok.
- Selesai pembelajaran sebagian besar siswa minta untuk menggunakan metode role playing pada pembelajaran berikutnya.
- Hasil evaluasi menunjukkan bahwa dari 40 siswa yang diteliti yang mendapatkan nilai kurang dari 65 sebanyak 5 siswa, untuk nilai lebih dari 65 sebanyak 33 siswa sedangkan 2 orang siswa tidak masuk sekolah karena sakit.
- Dari angket yang sudah diisi siswa diperoleh data sebagai berikut :
Hasil angket siswa
No | Pernyataan | Jawab Ya | Jawab Tidak |
1. | Menyukai metode ceramah saja | 2 siswa | 36 siswa |
2. | Menyukai metode diskusi saja | 5 siswa | 33 siswa |
3. | Menyukai metode yang bervariasi | 37 siswa | 1 siswa |
4. | Metode role playing menarik untuk materi ikatan kimia | 35 siswa | 3 siswa |
5. | Lebih termotivasi belajar kimia dengan metode role playing | 34 siswa | 4 siswa |
6. | Lebih mudah memahami pembelajaran dengan metode role playing | 33 siswa | 5 siswa |
7. | Secara umum menyukai metode role playing | 32 siswa | 6 siswa |
D. REFLEKSI
Berdasarkan hasil pengamatan pada siklus II diperoleh gambaran bahwa secara umum siswa sangat bersemangat mengikuti kegiatan pembelajaran dengan metode role playing. Untuk itu pada materi lain yang sesuai, metode ini bisa digunakan.
Dengan pemberian motivasi dan penghargaan pada siswa , akan menumbuhkan keberanian dan rasa percaya diri yang tinggi. Oleh karena itu hal ini perlu dilakukan pada pembelajaran berikutnya.
Dengan adanya permintaan sebagian besar siswa untuk mengulang penggunaan metode role playing pada pembelajaran berikutnya menunjukkan bahwa siswa termotivasi untuk mengikuti kegiatan pembelajaran.
Untuk sebagian kecil siswa yang masih kurang aktif sebaiknya diberikan perlakuan khusus setelah melihat latar belakangnya.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
A. KESIMPULAN
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan sebagai berikut :
- Penggunaan metode Role Playing mampu meningkatkan motivasi belajar siswa
- Penggunaan metode role playing mampu meningkatkan jumlah siswa yang tuntas belajar.
- Melihat keberhasilan diatas guru akan merasa tertantang untuk lebih inovatif dalam setiap pembelajaran
B. SARAN
- Sebaiknya setiap guru menggunakan metode pembelajaran yang bervariasi yang disesuaikan dengan materi yang diajarkan.
- Dalam setiap kegiatan pembelajaran sebaiknya guru selalu memberikan dorongan pada siswa agar lebih termotivasi dalam mengikuti KBM.
- Seharusnya guru tidak segan untuk selalu memberikan penghargaan kepada siswa supaya lebih termotivasi.
0 komentar:
Posting Komentar
Komentari