bisnis online, jual beli online, sistem pembayaran, pembayaran online, bisnis online
bisnis online, jual beli online, sistem pembayaran, pembayaran online, bisnis online

Model Kelompok Aplikasi

Posted by David Sigalingging, S.Pd on Minggu, 24 Oktober 2010

Upaya Peningkatan Pemahaman Bagian Tubuh Tumbuhan Jagung Melalui Model Kelompaok Aplikasi

Oleh: Edi Suaedi, S.Pd.

Abstrak
Prosedur penelitian tindakan kelas terhadap pembelajaran pemahaman bagian tubuh tumbuhan jagung melalui model kelompok aplikasi pada siswa kelas IV SDN 1 Cupang dilakukan oleh peneliti sampai dua siklus. Dalam setiap siklus terdapat empat fase yaitu (1) merencanakan PTK, (2) melaksanakan PTK, (3) melaksanakan observasi, dan  (4) melakukan refleksi. Keempat fase tersebut direncanakan dan dilaksanakan untuk meningkatkan hasil belajar pemahaman bagian tubuh tumbuhan jagung melalui model kelompok aplikasi.Fase-fase pada siklus pertama dirancang dari hasil refleksi kegiatan pembelajaran sehari-hari. Sedangkan fase-fase pada siklus kedua dirancang dari hasil refleksi siklus pertama. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi dan teknik tes.  Berdasarkan hasil penelitian diperoleh data peningkatan hasil belajar siswa. Hasil ini diperoleh setelah membandingkan hasil pembelajaran siklus pertama pertemuan pertama dengan siklus kedua pertemuan kedua. Hasil perhitungan adalah sebagai berikut  Hasil pengolahan data  menunjukan telah  terjadi peningkatan hasil belajar yang signifikan untuk setiap tugas. Peningkatanya terjadi pada hasil belajar tugas nomor 1 sebesar 4,3, tugas nomor 2 sebesar 14,5, tugas nomor 3 sebesar 4,5, dan peningkatan hasil belajar tugas nomor 4 sebesar 14,3.Telah terjadi pula peningkatan hasil belajar untuk setiap kelompok. Peningkatanya hasil belajar yang terjadi adalah; untuk kelompok I sebesar 38, kelompok II sebesar 38, kelompok III sebesar 37, kelompok IV sebesar 36, kelompok V sebesar 37, dan peningkatan hasil belajar untuk kelompok VI sebesar 40. Berdasarkan hasil observasi dalam pembelajaran bagian tubuh tumbuhan jagung ditemukan beberapa peningkatan keterampilan siswa, yaitu peningkatan bekerjasama dan keberanian bertanya serta menjawab pertanyaan ketika diberi tugas dalam diskusi. Peningkatan juga terjadi dalam hal mengemukakan pendapat dan mengobservasi ketika  diberi tugas untuk melakukan pengamatan. Hasil belajar di atas menunjukkan bahwa hipotesis terbukti yaitu pembelajaran bagian tubuh tumbuhan jagung melalui model kelompok aplikasi dapat meningkatkan pemahaman siswa kelas IV SDN 1 Cupang.

Kata Kunci:  Penelitian tindakan kelas, pembelajaran bagian tubuh tumbuhan jagung, model kelompok aplikasi, peningkatan pemahaman.


 

A.    Pendahuluan

 

1.    Latar Belakang Masalah

Kemampuan Mencari hubungan antara bagian alat tubuh makhluk hidup dengan fungsinya adalah salah satu Kompetensi Dasar (KD) yang harus dicapai dan dikuasai oleh siswa kelas empat sekolah dasar. Pembelajaran bagian tubuh tumbuhan dan fungsinya peneliti lakukan secara klasikal. Pada pembelajaran tersebut peneliti menjelaskan materi pokok yang terdapat di dalam indikator sebagai berikut:


  • Mengidentifikasi bagian tubuh tumbuhan dan fungsinya bagi tumbuhan itu sendiri.

  • Membandingkan bagian-bagian tumbuhan, seperti perakaran, bunga, dan daun.  (Depdiknas, 2003:49).


Selanjutnya siswa secara perorangan diberi tugas untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut :

  1. Tuliskan bagian-bagian tubuh tumbuhan jagung!

  2. Tuliskan fungsi bagian tubuh tumbuhan jagung bagi tumbuhan itu sendiri!

  3. Tuliskan bagian-bagian tubuh tumbuhan kacang hijau!

  4. Bandingkan dan tuliskan bagian akar berdasarkan jenisnya, bunga berdasarkan warna, dan susunan bunganya, dan daun berdasarkan bentuk daun dan bentuk tulang daunnya antara tumbuhan jagung dengan tumbuhan kacang hijau.


Pembelajaran tersebut ternyata belum optimal, karena hasilnya masih di bawah Kriteria Ketercapaian Minimal (KKM). Selanjutnya dilakukan refleksi terhadap proses pembelajaran tersebut, diperoleh data bahwa selama proses pembelajaran siswa banyak yang mengeluh. Mereka merasa sangat kesulitan dalam mengerjakan tugas-tugasnya. Gambaran tersebut merupakan kegagalan dalam proses pembelajaran bagian tubuh tumbuhan dan fungsinya.

2.    Masalah dan Pemecahan Masalah

Karena uraian di atas merupakan gambaran kegagalan terhadap hasil dan proses pembelajaran. Maka kegagalan dari hasil dan proses pembelajaran bagian tubuh tumbuhan dan fungsinya adalah merupakan masalah. Untuk mengatasi masalah tersebut, diterapkan model belajar kelompok aplikasi. Robinson Situmorang, dalam Atwi Suparman, (1997: 111) menjelaskan bahwa, “Model kelompok aplikasi adalah model pembelajaran keterampilan melalui penerapan dalam situasi nyata. Istilah aplikasi sering digunakan untuk menggambarkan wujud nyata dari suatu konsep, prinsip, maupun prosedur.” Dengan konsep belajar model tersebut telah dikaitkan kompetensi dasar dan indikator yang harus dicapai oleh siswa dengan situasi dan wujud yang nyata berupa pengalaman langsung. Hal ini sebagaimana yang dikemukakam oleh Soeparno, (1987: 6) bahwa. “Informasi yang dikomunikasikan melalui pengalaman langsung merupakan informasi yang kemungkinan terserapnya paling besar.”

Salah satu pengalaman langsung siswa dari situasi dan wujud yang nyata adalah pengalaman langsung dari lingkungan siswa, yaitu pengalaman memanfaatkan bagian-bagian tubuh tumbuhan dalam kehidupan sehari-hari. Jenis tumbuhan yang dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari adalah jenis tanaman pertanian. Dari jenis tanaman pertanian tersebut diantaranya adalah jagung. Karena jenis tanaman tersebut  setiap hari para siswa jumpai ketika menggembala ternak, mencari rumput, dan kadang-kadang bersama keluarga keladang atau kesawah untuk memenuhi kehidupan hidup seharti-hari.
Selanjutnya Permen Diknas, ( 2006,) dijelaskan bahwa, “Kurikulum dilaksanakan dengan memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar.” Berdasarkan kutipan di atas, telah dimanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar dalam pembelajaran model kelompok aplikasi, maka terjadi penambahan unsur keunggulan daerah dan atau kebutuhan masyarakat dalam indikator-indikatornya.

Perubahan pada  tabel uji-indikator tersebut adalah sebagai berikut.

  1. Mengidentifikasi bagian tubuh tumbuhan jagung serta fungsinya bagi tumbuhan itu sendiri.

  2. Membandingkan bagian-bagian tumbuhan jagung dan kacang hijau, seperti perakaran, bunga, dan daun.


 

Dengan konsep belajar tersebut, diyakini bahwa pemahaman  bagian tubuh tumbuhan dan fungsinya akan meningkat secara signifikan. Berdasarkan asumsi tersebut, dilakukan penelitian tindakan kelas di Sekolah Dasar Negeri 1 Cupang dengan judul, “Upaya Peningkatan Pemahaman Bagian Tubuh Tumbuhan Jagung Pada Siswa Kelas IV SDN 1 Cupang Melalui Model Kelompok Aplikasi.”

3.    Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian yang ingin dicapai adalah untuk meningkatkan pemahaman bagian tubuh tumbuhan jagung pada siswa kelas IV SDN 1 Cupang melalui model kelompok aplikasi.

4.    Manfaat Penelitian

Manfaat yang diperoleh dari penelitian ini dapat dijelaskan sebagai berikut :

  1. Memberikan pengalaman kepada para siswa tentang bagaimana cara meningkatkan  pemahaman bagian tubuh tumbuhan jagung melalui model kelompok aplikasi.

  2. Memberikan kontribusi kepada seluruh anggota KKG di tingkat Kecamatan Gempol dan di tingkat Kabupaten Cirebon tentang bagaimana cara meningkatkan pemahaman bagian tubuh tumbuhan jagung melalui medel kelompok aplikasi.

  3. Memberikan kontribusi kepada para kepala sekolah dan pengawas sekolah tentang bagaimana cara meningkatkan pemahaman bagian tubuh tumbuhan jagung melalui model kelompok aplikasi.


B.    Metode Penelitian

Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas terhadap pembelajaran pemahaman bagian tubuh tumbuhan jagung melalui model kelompok aplikasi dilakukan hingga dua siklus. Dalam setiap siklus terdapat empat fase yaitu (1) merencanakan PTK, (2) melaksanakan PTK, (3) melaksanakan observasi, dan (4) melakukan refleksi. Keempat fase tersebut direncanakan dan dilaksanakan untuk meningkatkan pemahaman bagian tubuh tumbuhan jagung melalui model kelompok aplikasi. Fase pada siklus pertama dirancang dari hasil refleksi  kegiatan pembelajaran sehari-hari. Sedangkan fase-fase pada siklus kedua dirancang dari hasil refleksi siklus pertama. Berikut ini dijelaskan kegiatan yang dilakukan pada setiap fase sebagai berikut.

Kegiatan yang  dilakukan dalam merencanakan Penelitian Tindakan Kelas adalah sebagai berikut. a) Membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) bagian tubuh tumbuhan jagung dengan menggunakan langkah-langkah pembelajaran model kelompok aplikasi. b) Menyiapkan alat bantu/ peraga yang diperlukan dalam proses pembelajaran. c) Menyusun dan menyiapkan alat pengumpul data, dalam penelitian ini adalah pedoman observasi sebagai instrument alat pengumpul data dalam proses pembelajaran. d)  Mendesain alat evaluasi untuk mengukur tingkat ketercapaian indikator, pada penelitian ini alat yang digunakan adalah tugas kelompok yang harus dikerjakan selama kegiatan proses pembelajaran.

Tahap pelaksanaan tindakan yaitu tahap pelaksanaan praktik pembelajaran yang sebenarnya berdasarkan rencana tindakan yang telah disusun. Pada pelaksanaan tindakan ini adalah melaksanakan pembelajaran bagian tubuh tumbuhan jagung melalui model kelompok aplikasi.

Tahap pelaksanaan observasi adalah semua kegiatan yang ditujukan untuk mengenali, merekam dan mendokumentasikan setiap indikator dari proses dan hasil yang dicapai (perubahan yang terjadi) baik yang ditimbulkan oleh tindakan terencana maupun akibat sampingannya. Adapun kegiatan observasi dilakukan oleh tiga orang observer pada waktu  dilaksanakannya proses pembelajaran bagian tubuh tumbuhan jagung dengan menggunakan model kelompok aplikasi. Tiga orang observer melakukan pengamatan dengan menggunakan alat pengumpul data yang telah disiapkan. Ketiga observer tersebut adalah Bapak Tarmidi, S.Pd., Bapak Karsan,S.Pd., dan Bapak Suyatno,S.Pd.

C. Hasil  Penelitian
1. Hasil Penelitian Siklus I, Pertemuan 1 dan 2
Siklus pertama, pertemuan 1 dan 2 merupakan pelaksanaan perbaikan dari hasil refleksi kegiatan pembelajaran sehari-hari. Pelaksanaan pembelajarannya berpedoman pada rencana pelaksanaan pembelajaran siklus pertama yang telah disusun dalam tahap perencanaan.

Kegiatan Pendahuluan

Pada kegiatan pendahuluan disampaikan indikator yang akan dibahas yaitu  mengidentifikasi bagian tubuh tumbuhan jagung serta fungsinya bagi tumbuhan itu sendiri, dan membandingkan bagian-bagian tumbuhan jagung dan kacang hijau, seperti perakaran, bunga, dan daun, dilanjutkan dengan melakukan tanya jawab tentang bagian-bagian tumbuhan. Setelah kegiatan tersebut, dijelaskan cara kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan.

Peneliti berkata, “Anak- anak sekarang sebelum kita mulai belajar, kalian membentuk kelompok terlebih dahulu. Untuk itu silakan kalian pilih teman kamu enam orang maju ke depan untuk menjadi calon ketua kelompok.” Para siswa menunjuk enam temannya untuk menjadi calon ketua, lalu keenam siswa tersebut maju kedepan. Kemudian peneliti melanjutkan perkataannya. “Nah, sekarang yang didepan ini silahkan mengambil nomor kelompok dan nanti otomatis menjadi ketua kelompok tersebut, kemudian nanti berbaris sesuai nomor undian dari nomor satu sampai nomor enam.” Lalu keenam siswa mengambil nomor dengan cara diundi, kemudian berbaris sesuai nomor yang mereka dapatkan. Peneliti berkata kembali. ”Anak-anak, didepan kalian sudah ada enam ketua kelompok, nanti ketua kelompok ini akan menyebutkan nama kalian satu persatu, dan yang disebut supaya berbaris dibelakang yang menyebutnya.”

Selanjutnya ketua kelompok diminta untuk menyebutkan temannya satu persatu secara bergiliran. “Silahkan kelompok satu dulu menyebut satu orang, kemudian kelompok dua satu orang terus sampai kelompok enam, setelah kelompok enam kembali lagi ke kelompok satu, kelompok dua, kelompok tiga, dan seterusnya samapai temanmu tidak ada yang duduk dikursi.” Keenam siswa yang ada didepan menyebutkan nama temannya satu persatu sebagaimana diminta. Setelah semua siswa berada di depan, peneliti berkata, “Anak-anak, kelompok ini adalah kelompok belajar kalian hari ini. Sekarang kalian silakan duduk berkelompok sesuai kelompoknya, kemudian kalian tentukan siapa untuk menjadi penulis, siapa yang menjadi pelapor, dan yang lainnya adalah sebagai anggota.” Para siswa kembali ketempat duduk dengan cara berkelompok sesuai kelompoknya, lalu membagi tugas, yaitu menetukan penulis, pelapor, dan anggota sesuai petunjuk.

Kegiatan Inti

Kegiatan inti ini diawali dengan penjelasan kegiatan kelompok yang harus dilakukan. Peneliti berkata, “Anak-anak, sekarang kalian secara bergiliran, setiap kelompok mengamati tumbuhan jagung dan kacang hijau yang ada di atas meja yang telah bapak sediakan, setelah kalian melakukan pengamatan kemudian kalian diskusikan dengan kelompok masing-masing dan nantinya dilaporkan didepan kelas. Paham anak-anak?” Para siswa serempak menjawab, “Paham…”

Peneliti melanjutkan perkataannya, “Baik kalua sudah pahan, silahkan kelompok satu dulu kedepan mengamati pohon jagung dan kacang hijau.” Kelompok satu melalukuan pengamatan, dilanjutkan oleh kelompok dua, kelompok tiga, terus samapai kelompok enam. Setelah semua kelompok melakukan pengamatan, kemudian peneliti berkata lagi, “Anak-anak, agar kalian diskusinya terarah, bapak akan bagikan lembar tugas. Silahkan lembar tugas ini kalian diskusikan dengan kelompok, dan hasil diskusinya nanti dibacakan di depan kelas oleh pelapor.” Peneliti berkeliling membagikan lembar tugas, lalu peneliti kembali ke depan kemudian berkata, “Silahkan kerjakan tugasnya dengan kerja sama, semua harus ikut diskusi.” Ketika para siswa diskusi, peneliti mengamati kegiatan para siswa, peneliti juga memberikan motivasi, bimbingan, dan bantuan pada para siswa baik secara kelompok maupun individu. Ketika kegiatan diskusi, siswa ada yang menulis, ada yang kedepan memegang pohan jagung lalu mencatatnya, dan ada juga yang kedepan hanya memegang pohon kacang hijau. Setelah beberapa saat, siswa nampak tenang  sudah  tidak  ada  yang   menulis, lalu peneliti berkata, “Sudah  belum?”  Para siswa menjawab, “Sudah…”

Lalu peneliti berkata lagi, “Baiklah, kalau sudah sekarang kalian laporkan hasil diskusinya di depan oleh pelapor. Kita mulai dari kelompok satu dulu, dan kelompok lain supaya memberikan tanggapan, pertanyaan, dan memberikan penilaian.” Kemudian secara bergiliran setiap kelompok melaporkan hasil diskusinya di depan kelas, dimulai dari kelompok satu, kelompok dua hingga kelompok enam.
Kelompok satu dilaporkan oleh Meli Andani. Setelah selesai Meli Andani membacakan hasil diskusi kelompoknya, lalu Riansah berkata, “Pak, masa akar fungsisnya hanya untuk menyerap air saja, kan menyerap zat makanan juga ya, pak?” Peneliti membenarkan perkataan Riansah, “Betul apa yang dikatakan Riansah tadi, jadi nanti kelompok satu agar dapat memperbaiki hasil diskusinya. Tepuk tangan buat kelompok satu dan Riansah.” Para siswa bertepuk tangan dengan gembira. Lalu peneliti melanjutkan perkataannya, “Silahkan Meli duduk.”

Laporan dilanjutkan oleh kelompok dua yang dilaporkan oleh Saripudin. Selanjutnya laporan kelompok tiga dilaporkan oleh Saryadi, Kemudian  kelompok empat dilaporkan oleh Susi Susanti, Sedangkan kelompok lima dilaporkan oleh Tati Suniri. Hasil laporan kelompok dua, tiga, empat, dan lima tidak ada yang memberikan tanggapan ataupun pertanyaan. Mereka tidak ada yang bicara, terlihat bingung seperti yang kesulitan. Tetapi peneliti masih tetap memberi motivasi pada kelompok dua, tiga, empat, dan lima dengan pujian dan tepuk tangan. Sedangkan laporan kelompok enam dibacakan oleh Nina Herlina. Setelah Nina melaporkan hasil diskusinya, lalu tiba-tiba Nurul berkata, “Pak, tulang daun jagung mah tidak melengkung, tetapi sejajar.” Peneliti berkata, “Benar apa yang dikatakan Nurul, bahwa tulang daun jagung itu sejajar.” Kemudian peneliti berkata lagi, “Silahkan siapa yang menanggapi lagi.” Nawa mengangkat tangan sambil berkata, “Pak, masih bingung, belum mengerti, sulit untuk memberi tanggapanya. Punya kelompok saya saja masih perlu diperbaiki, jadi apa yang akan ditanyakan.” Peneliti berkata lagi, “Silahkan siapa yang akan menanggapi lagi.” Setelah ditunggu beberapa saat tidak ada yang mengangkat tangan, peneliti berkata lagi, “Untuk kelompok enam hasilnya agar diperbaiki lagi, silahkan Nina duduk dan tepuk tangan buat kelompok enam.”  Para siswa tepuk tangan dengan semangat.
Berdasarkan deskripsi di atas, hasil belajar siswa setiap kelompok dalam siklus pertama dapat dideskripsikan dalam bentuk tabel sebagai berikut.


Tabel 4.1
Hasil Kerja Kelompok Siklus I Pertemuan 1




Kegiatan Penutup

Dalam kegiatan penutup proses pembelajaran  para siswa diminta memberikan pendapatnya tentang manfaat pembelajaran bagian tubuh tumbuhan dan fungsinya, proeses pembelajaran bagian tubuh tumbuhan dan fungsinya melalui model kelompok aplikasi, dan sistem penilaian yang baru dilakukannya. Masukan ini adalah sebagai refleksi terhadap pembelajaran siklus kedua. Untuk itu peneliti memberi kesempatan pada siswa untuk memberikan masukan dengan  berkata, “Silakan siapa yang punya usul, pendapat, ataupun saran untuk pelajaran selanjutnya, tapi boleh juga mengenai pelajaran yang tadi.” Nawa mengangkat tangan sambil berkata, “Pak, pelajaran ini minta diulangi lagi. Supaya lebih paham.” Kemudian Riansah berkata tanpa mengangkat tangan, “Betul pak, supaya nilainya lebih besar lagi.” Sunendri menyambung perkataan Riansah, “Betul pak, supaya lebih paham.”

Peneliti menjawab masukan dari siswa, “Insya Allah, akan bapak usahakan mengulanginya minggu depan. Silahkan barang kali ada yang mau disamapaikan lagi.” Setelah ditunggu beberapa saat tidak ada yang bertanya, lalu peneliti berkata, “Apakah dianggap cukup?” Siswa menjawab serempak, “Cukup…” Setelah siswa menjawab cukup,  pelajaran ditutup dengan perkataan, “Baiklah kalau sudah cukup untuk hari ini, mari kita bersyukur kepada Allah bahwa kita telah selesai mempelajari salah satu topik  IPA pada hari ini dengan mengucapkan Hamdallah.” Peneliti dan para siswa mengucapkan, “Alhamdulillah hirobil allamin.”

Refleksi Siklus Pertama


Pada kegiatan siklus pertama dalam proses pembelajaran setelah pembentukan kelompok siswa ditugasi untuk mengamati tumbuhan jagung dan kacang hijau yang telah disediakan peneliti. Pelaksanaan pengamatannya secara berkelompok dan bergiliran. Selanjutnya hasil pengamatan didiskusikan dan dipresentasikan di depan kelas.

Dari paparan tersebut diketahui bahwa hasilnya belum memuaskan. Ada dua tugas yang dikategorikan jawabannya memperoleh nilai baik dan dua tugas yang jawabannya dikategorikan bernilai kurang. Rincian nilai yang diperoleh untuk setiap tugasnya  adalah sebagai berikut. Nilai baik diperoleh untuk tugas nomor satu  yaitu  menuliskan bagian-bagian tubuh tumbuhan jagung dan tugas nomor tiga yaitu menuliskan bagian-bagian tubuh tumbuhan kacang hijau.

Adapun  tugas yang jawabannya masih kurang adalah tugas nomor dua yaitu menuliskan fungsi dari bagian tubuh tumbuhan jagung bagi tumbuhan itu sendiri, dan tugas nomor empat yaitu membandingkan dan menuliskan bagian akar berdasarkan jenisnya, bunga berdasarkan warna dan susunan bunganya, serta daun berdasarkan bentuk daun dan bentuk tulang daunnya antara tumbuhan jagung dan tumbuhan kacang hijau.

Komponen yang Perlu Diperbaiki

Refleksi dilakukan setelah proses pembelajaran selesai oleh peneliti bersama tiga orang observer. Tujuan dilakukannya refleksi  adalah untuk menentukan kegiatan-kegiatan yang perlu diperbaiki serta solusinya untuk pelaksanaan siklus kedua. Berdasarkan uraian di atas hasil refleksi  pada kegiatan pembelajaran siklus pertama ada dua indikator yang dibuat menjadi empat pertanyaan.
Ada dua pertanyaan yang belum terjawab dalam kegiatan siklus pertama yaitu menuliskan fungsi bagian  tubuh tumbuhan jagung bagi tumbuhan itu sendiri dan membandingkan dan menuliskan bagian akar, bunga, dan daun pada tumbuhan jagung dan kacang hijau.

Jika memperhatikan pada latar belang sosioekonomi orang tua siswa, umumnya bekerja sebagai buruh tani, yang tidak pernah melibatkan anak-anak untuk bertani. Sehinga wajar bila mereka belum memahami fungsi bagian tubuh tumbuhan bagi tumbuhan itu sendiri dan belum dapat menjelaskan perbandingan bagian akar, bunga, dan daun pada tumbuhan jagung dan kacang hijau. Kedua pernyataan tersebut merupakan pengalaman baru bagi siswa dan menjadi masalah yang harus segera diatasi. Untuk menambah pengalaman baru tersebut, para siswa harus diberi kesempatan seluas-luasnya untuk melakukan pengamatan langsung pada  berbagai jenis tumbuhan.

Solusi yang Digunakan

Solusi untuk mengatasi kedua masalah dalam proses pembelajaran bagian tubuh tumbuhan dan fungsinya adalah sebagai berikut:

Pertama, sebelum melakukan pengamatan setiap kelompok dibagi menjadi dua kelompok kecil yang beranggotakan tiga orang dan satu lagi kelompok yang beranggotakan dua orang atau disebut kelompok berpasangan. Kelompok yang beranggotakan tiga orang mendapat tugas untuk mengamati fungsi bagian tubuh tumbuhan bagi tumbuhan itu sendiri. Sedangkan kelompok berpasangan bertugas membandingkan bagian akar, bunga, dan daun pada tumbuhan jagung dan kacang hijau.

Kedua, setiap kelompok dibekali dengan lembar tugas agar para siswa dalam melakukan pengamatan terpokus pada tugas kelompok masing-masing.

Ketiga untuk kelompok yang mendapat tugas untuk mengamati fungsi bagian tubuh tumbuhan bagi tumbuhan itu sendiri diberikan kebebasan untuk melakukan pengamatan di mana saja dengan waktu yang seluas-luasnya. Sedangkan untuk kelompok yang bertugas membandingkan bagian akar, bunga, dan daun pada tumbuhan jagung dan kacang hijau, bahannya telah disediakan peneliti, maka tempatnya di dalam kelas dengan waktu yang secukupnya agar para siswa dapat pengalaman yang lebih luas dari hasil pengamatannya.

2. Hasil Penelitian Siklus Kedua Pertemuan 1 dan 2

Pelaksanaan  siklus  kedua pertemuan 1 dan 2   merupakan perbaikan dari siklus pertama pertemuan 1 dan 2. Pelaksanaan pembelajarannya berpedoman pada rencana pelaksanaan pembelajaran siklus kedua yang telah disusun dalam tahap perencanaan.

Kegiatan Pendahuluan

Pada kegiatan pendahuluan peneliti berkata, “Anak-anak siapa hari ini yang tidak masuk?” Siswa menjawab, “Masuk semua, pak.” Peneliti melanjutkan perkataannya “Bagus, kalau begitu mari kita mulai belajar.” Tiba-tiba ada siswa yang berkata, “Pelajaran IPA, ya pak!” Peneliti berkata, “Betul, sekarang pelajaran IPA, dan pada hari ini kalian akan belajar lagi tentang bagian tubuh tumbuhan jagung. Bapak mengulangi pelajaran ini, karena hasil yang diperoleh kalian minggu lalu belum memuaskan. Kalian belum memahami bagian tubuh tumbuhan dan fungsinya, terutama yaitu funsi bagian tubuh tumbuhan bagi tumbuhan itu sendiri dan belum memahami perbandingan bagian tubuh tumbuhan seperti bagian akar, bunga, dan daun pada tumbuhan jagung dan kacang hijau.

Oleh karena itu, dalam  kegiatan sekaran kelompok yang dibentuk minggu lalu dibagi menjadi dua kelompok kecil yang beranggotakan dua hingga tiga orang. Masing-masing kelompok kecil mendapatkan tugas yang berbeda. Kelompok yang beranggotakan tiga orang nanti diberi tugas untuk mengamati fungsi bagian tubuh tumbuhan, sedangkan untuk kelompok yang beranggotakan dua orang mengamati dan membandingkan bagian tubuh tumbuhan jagung dan kacang hijau.”

Selanjutnya  siswa diminta duduk berkelompok,  kemudian setiap kelompok membentuk beberapa kelompok kecil. Setelah selesai membentu kelompok kecil, dijelaskan langkah-langkah kegiatannya, “Setiap kelompoknya dalam melakukan pengamatan itu membawa lembar tugas yang telah bapak siapkan dan nanti akan bapak bagikan. Lembar pengamatan ini fungsinya adalah supaya kalian itu melakukan pengamatannya tertuju pada tugas yang harus kalian amati.”

Selanjutnya peneliti berkeliling membagikan lembar tugas pada setiap kelompok. Masing-masing kelompok mendapat dua lembar tugas pengamatan yaitu satu lembar pengamatan untuk kelompok beranggotakan tiga orang dan satu lembar lagi untuk kelompok yang dua orang.  Selesai membagikan lembar pengamatan peneliti kembali lagi ke depan kelas lalu berkata, “Sudah kebagian semua belum!” Siswa menjawab, “Sudah pak.” Peneliti melanjutkan perkataannya, “Nah, kalau sudah kebagian semua, sekarang silahkan lembar tugas itu kalian pelajari. Mempelajarinya sesuai dengan tugas kelompok kecil.”

Ketika siswa sedang mempelajari lembar pengamatan, tiba-tiba ada siswa yang berkata, yaitu Sandra, “Wah, ini mah untuk mengamati fungsi bagian tumbuhan mah harus keluar kelas pak.” Peneliti membenarkan perkataan Sandra, lalu nenjelaskan tugas dari kelompok-kelompok kecil. “Betul, San. Bahkan bukan hanya kelompok Sandra saja yang keluar kelas, tetapi semua kelompok yang anggotanya tiga orang, nanti melakukan pengamatannya silakan di luar kelas. Sedang untuk kelompok yang berpasangan pengamatannya bisa dilakukan di dalam kelas. Sebab bahannya sudah bapak siapkan. Setelah selesai melakukan pengamatan, nanti hasilnya kalian diskusikan lagi dengan kelompok masing-masing, selanjutnya baru melaporkan di depan kelas. Nah itulah tugas kalian sekarang. Paham belum?” Siswa serempak menjawab, “Paham…”

Selanjutnya peneliti berkata lagi, “Nah, baiklah kalau kalian sudah paham, sekarang silahkan untuk kelompok tiga orang keluar kelas melakukan pengamatan dilingkungan sekolah saja, boleh ke kebun sekolah, kebun belakang atau samping sekolah, nanti kalau sudah dua puluh menit kalian harus masuk lagi ke dalam kelas. Sedangan untuk kelompok berpasangan tetap di dalam kelas, pohon jagung dan kacang hijaunya, setiap kelompok ambil di depan dan silahkan kalian amati.”

Kegiatan Inti

a.     Melakukan Pengamatan

Kegiatan inti ini diawali dengan berangkatnya para siswa untuk melakukan kegiatan pengamatan. Peneliti mengamati kegiatan para siswa dan memberikan motivasi, bimbingan, dan bantuan pada para siswa baik secara individu maupun kelompok, supaya kegiatan pembelajaran ini berjalan lancar sesuai dengan program yang telah disusun. Terlihat setiap kelompok menjalankan kegianan sesuai dengan tugasnya. Mereka lakukan pengamatannya di kebun belakang sekolah, ada yang yang mengamati pohonnya, ada juga yang mengamati bagian akarnya, dan ada juga yang menulis. Siswa yang melakukan pengamatan dalam kelas ada yang menggangkat pohon jagung untuk mengamati akarnya, ada yang memetik daun kacang hijau, dan ada pula yang mencatat.
Setelah  dua puluh menit berlalu, peneliti memanggil Sandra, Suhaeni, dan Marliani untuk memberitahukan pada teman-temannya bahwa waktu pengamatan telah habis, supaya semua kelompok masuk lagi dalam kelas.

b.     Melakukan Diskusi Kelompok


Kegiatan selanjutnya diskusi kelompok, diskusi kelompok dilakukan setelah para siswa masuk dalam kelas dan duduk berkelompok, yaitu kelompok tiga orang dan kelompok berpasangan bergabung lagi menjadi satu kelompok.

Diskusi kelompok diawali dengan penjelasan oleh peneliti, “Tadi kalian telah melakukan pengamatan. Sekarang kalian diskusikan hasil pengamatan itu dengan kelompokmu. Caranya kalian kerjakan tugas sesuai dengan yang ada pada lembar kerja yang telah bapak siapkan dan nanti akan bapak bagikan, setiap kelompok akan menerima satu lembar, dan waktu diskusi sepuluh menit serta hasilnya nanti dilaporkan di depan oleh pelapor. Paham..!” Siswa serempak menjawab, “Paham…”
Selanjutnya peneliti berkeliling membagikan lembar kerja, setelah selesai peneliti kembali ke depan kelas, lalu berkata, “Silahkan kalian pelajari lembar kerjanya lalu diskusikan.” Ketika para siswa sedang diskusi, peneliti mengamati kegiatan diskusi siswa sambil memberikan motivasi, bimbingan, dan bantuan pada para siswa baik secara individu maupun kelompok, supaya kegiatan pembelajaran ini berjalan lancar sesuai dengan program yang telah disusun. Terlihat setiap kelompok menjalankan kegiatan sesuai dengan tugasnya. Mereka melakukan diskusi dengan bekerjasama, ada yang membacakan tugas, ada yang menjawab, dan ada yang menulis jawabannya pada lembar kerja.

Setelah sepuluh menit, siswa diberitahu bahwa waktu diskusi sudah habis dan sekarang waktunya melaporkan hasil diskusi. “Anak-anak sekarang waktu diskusi kelompok habis, sekarang silakan siap-siap untuk melaporkan hasil diskusi kelompok kalian di depan kelas.”

Pembahasan Hasil Diskusi Kelompok

Kegiatan selanjutnya yaitu pembahasan hasil diskusi kelompok, kegiatan ini setiap kelompok melaporkan hasil diskusi kelompoknya, sedangkan kelompok yang lain menaggapi dan menilai. Kegiatan ini diawali dengan laporan dari hasil diskusi kelompok satu, peneliti berkata, “Baiklah anak-anak sekarang kalian melaporkan hasil diskusi kelompok di depan kelas. Caranya bergantian, dari kelompok satu, kemudian kelompok dua, kelompok tiga terus sampai kelompok enam. Sedangkan kelompok yang tidak melaporkan diusahakan untuk memberikan tanggapan, kesan, pesan, saran, maupun pendapat serta memberikan penilaian. Paham…”

1)     Laporan hasil diskusi kelompok I

Selanjutnya peneliti berkata lagi, “Silakan kelompok satu maju ke depan.” Kelompok satu ke depan yang dilaporkan oleh Meli Andani. Meli Andani membacakan hasil diskusi kelompoknya. “Assalamu’alaikum warohmatullohi wabarokatuh.” Dijawab oleh para siswa, “Wa’alaikumsalam warohmatullohi wabarokatuh.” Meli Andani melanjutkan membaca laporan, ”Saya Meli Andani akan melaporkan hasil diskusi kelompok kami. Nama kelompok satu, ketua Nawa. K, penulis Sutardi, anggota Riyanto  dan Sartono. Nomor satu, tugas tuliskan bagian-bagian tubuh tumbuhan jagung, jawaban akar, batang, daun, bunga dan buah.

Nomor dua, tugas tuliskan fungsi dari tubuh tumbuhan jagung bagi tumbuhan itu sendiri, jawaban (a) akar fungsinya untuk mengokohkan batang, menyerap air dan zat makanan atau mineral dari dalam tanah. (b) batang fungsinya untuk  menyalurkan air dan mineral dari akar ke daun, menyalurkan zat makanan dari daun ke seluruh tubuh tumbuhan, dan tempat melekatnya daun, bunga, dan buah. (c) daun fungsinya untuk membuat zat makanan dan pernapasan. (d) bunga fungsinya untuk penyerbukan. (e) buah fungsinya untuk melindungi biji. (f) biji fungsinya untuk berkembang biak atau bakal tumbuhan baru.

Nomor tiga, tugas tuliskan bagian-bagian tubuh tumbuhan kacang hijau, jawaban akar, batang, daun, bunga, buah, dan biji.

Nomor empat, tugas bandingkan dan tuliskan bagian akar berdasarkan jenisnya, bunga berdasarkan warna dan susunan bunganya, serta daun berdasarkan bentuk daun dan bentuk tulang daunnya antara tumbuhan jagung dengan tumbuhan kacang hijau, jawaban jagung jenis akar serabut, warna bunga kuning dan susunan bunga termasuk bunga sempurna, daun berbentuk pita dan tulang daun sejajar. Sedangkan kacang hijau jenis akar tunggang, warna bunga kuning, bentuknya seperti kupu-kupu dan susunan bunga termasuk bunga sempurna, daun berbentuk jantung dan tulang daun menyirip. Demikian laporan dari kelompok satu. Terima kasih.”

Selanjutnya peneliti berkata, “Baiklah sebelum Meli Andani duduk, barang kali ada yang akan memberikan tanggapan atau penilaian.” Nova mengangkat tangan, lalu peneliti berkata, “Coba bagaimana Nova.”  Nova berkata, “Sudah betul, Pak.” Peneliti melanjutkan, “ Nova, bagaimana nilai  untuk kelompok satu.” Nova menjawab, “Seratus, karena semuanya betul Pak.” Peneliti berkata, “Bagaimana, apakah kalian setuju dengan pendapat Nova? Para siswa serempak menjawab, “Setuju.” Peneliti merespon, “Kalau begitu silakan tepuk tangan buat Nova dan kelompok satu, silahkan duduk  buat Meli Andani.” Para siswa serempak tepuk tangan, terdengar sangat ramai, mereka terlihat sangat bersemangat dan gembira.

2)     Laporan hasil diskusi kelompok II


Kegiatan di kelas dilanjutkan dan peneliti berkata, “Sekarang giliran kelompok dua silahkan pelapor maju.” Pelapor kelompok dua maju, pelapor melaporkan diawali dengan ucapan terima kasih, “Terima kasih saya ucapkan pada bapak guru, yang telah memberikan kesempatan kepada kelompok kami untuk menyampaikan hasil kerja kami, dan saya ucapkan terimakasih kepada teman-teman semuanya. Saya Sarifudin akan melaporkan hasil kerja kelompok kami. Nama kelompok dua, sebagai ketua Sairin, penulis Riansah, anggota Suhaeni dan Redi Riatno. Hasil kerja kelompok dua, Nomor satu, tugas tuliskan bagian-bagian tubuh tumbuhan jagung, jawaban akar, batang, daun, bunga, buah,dan biji. Nomor dua, tugas tuliskan fungsi dari tubuh tumbuhan jagung bagi tumbuhan itu sendiri, jawaban (a) akar fungsinya untuk mengokohkan batang, menyerap air dan zat makanan atau mineral dari dalam tanah. (b) batang fungsinya untuk  menyalurkan zat makanan dari daun ke seluruh tubuh tumbuhan, menyalurkan air dan mineral dari akar ke daun, dan tempat melekatnya daun, bunga,dan buah. (c) daun fungsinya untuk membuat zat makanan dan pernapasan. (d) bunga fungsinya untuk penyerbukan. (e) buah fungsinya untuk melindungi biji. (f) biji fungsinya untuk kembang biak atau bakal tumbuhan baru. Nomor tiga, tugas tuliskan bagian-bagian tubuh tumbuhan kacang hijau, jawaban akar, batang, daun, bunga, buah, dan biji. Nomor empat, tugas bandingkan dan tuliskan bagian akar berdasarkan jenisnya, bunga berdasarkan warna dan susunan bunganya, serta daun berdasarkan bentuk daun dan bentuk tulang daunnya antara tumbuhan jagung dengan tumbuhan kacang hijau, jawaban jagung jenis akar serabut, warna bunga kuning dan susunan bunga termasuk bunga sempurna, daun berbentuk pita dan tulang daun sejajar. Sedangkan kacang hijau jenis akar tunggang, warna bunga kuning, bentuknya seperti kupu-kupu dan susunan bunga termasuk bunga sempurna, daun berbentuk jantung dan tulang daun menyirip. Demikian laporan dari kelompok dua. Saya Sari mengucapkan terima kasih.”

Kemudian peneliti berkata, “Bagaimana siapa yang akan memberikan komentar., silakan akat tangan.” Dari kelompok enam ada yang mengangkat tangan, ternyata yang mengangkat tangan itu adalah Widiyawati. Peneliti melanjutkan, “Silakan Widiyawati.”  Widiyawati berkata, “Pak, kelompok dua sudah bagus,  teman-teman bagaimana kalau kelompok dua diberi nilai seratus, setuju tidak?” Para siswa serempak menjawab, “Setuju …” Peneliti berkata, “Terimakasih buat Widiyawati, tepuk tangan buat Widiyawati.” Para siswa tepuk tangan gembira, peneliti melanjutkan, “Bapak ucapkan terima kasih pada kelompok dua, silakan duduk pada pelapor, tepuk tangan buat kelompok dua.” Para siswa pun tepuk tangan lagi, nampak gembira dan semangat.

3)     Laporan hasil diskusi kelompok III

Peneliti   berkata   lagi,  “Sekarang   silakan   giliran   kelompok   tiga.”  Dari kelompok tiga ada yang maju ke depan, ia langsung berkata, “Saya nama Saryadi, melaporkan hasil diskusi kelompok kami. Nama kelompok tiga, ketua Sunendri, penulis Tati Nur Latifah, pelapor Saryadi, anggota Sandra dan Mustari S. Hasilnya adalah, nomor satu, tugas tuliskan bagian-bagian tubuh tumbuhan jagung, jawaban akar, batang, daun, bunga dan buah. Nomor dua, tugas tuliskan fungsi dari tubuh tumbuhan jagung bagi tumbuhan itu sendiri, jawaban (a) akar fungsinya untuk mengokohkan batang, menyerap air dan zat makanan atau mineral dari dalam tanah. (b) batang fungsinya untuk  menyalurkan air dan mineral dari akar ke daun, menyalurkan zat makanan dari daun ke seluruh tubuh tumbuhan, dan tempat melekatnya daun, bunga,dan buah. (c) daun fungsinya untuk membuat zat makanan dan pernapasan. (d) bunga fungsinya untuk penyerbukan. (e) buah fungsinya untuk melindungi biji. (f) biji fungsinya untuk berkembang biak atau bakal tumbuhan baru.

Nomor tiga, tugas tuliskan bagian-bagian tubuh tumbuhan kacang hijau, jawaban akar, batang, daun, bunga, buah, dan biji. Nomor empat, tugas bandingkan dan tuliskan bagian akar berdasarkan jenisnya, bunga berdasarkan warna dan susunan bunganya, serta daun berdasarkan bentuk daun dan bentuk tulang daunnya antara tumbuhan jagung dengan tumbuhan kacang hijau, jawaban jagung jenis akar serabut, warna bunga kuning dan susunan bunga termasuk bunga sempurna, daun berbentuk pita dan tulang daun sejajar.

Berdasarkan deskripsi tersebut di atas, hasil belajar siswa setiap kelompok dapat dideskrisikan dalam betuk tabel sebagai berikut.


Tabel 4.2
Penilaian Hasil Kerjasama Kelompok Siklus Kedua Pertemuan Dua



 

Kegiatan Penutup

Dalam kegiatan penutup proses pembelajaran siswa diminta mengajukan pendapatnya tentang manfaat dan proses pembelajaran bagian tubuh tumbuhan dan fungsinya dengan model kelompok aplikasi, dan sistem penilaian yang baru dilakukannya. Masukan tersebut merupakan refleksi yang akan dijadikan dasar perencanaan pembelajaran berikutnya. Untuk itu peneliti memberi kesempatan pada para siswa untuk mengajukan masukan dengan berkata, “Silakan siapa yang punya usul, pendapat, ataupun saran untuk pelajaran yang akan datang, boleh juga mengenai pelajaran yang tadi.” Nopiyani mengangkat tangan sambil berkata, “Kalau bisa sih, belajar itu seperti sekarang. Cepat mengerti, Pak.” Kemudian Sairin berkata tanpa mengangkat tangan, “Betul, Pak, kalau bisa yang akan datang seperti hari ini, supaya tidak bosan, saya merasa senang belajarnya.”

Peneliti menjawab masukan dari siswa,  “Insya Allah, akan bapak usahakan. Silahkan barang kali ada yang mau disamapaikan lagi.” Setelah ditunggu beberapa saat tidak ada yang bertanya, lalu peneliti berkata, “Apakah dianggap cukup?” Siswa menjawab serempak, “Cukup…” Setelah siswa menjawab cukup, peneliti  menutup pelajaran dengan perkataan, “Baiklah kalau sudah cukup, mari kita bersyukur kepada Allah bahwa kita telah selesai belajar IPA pada hari ini dengan mengucapkan Hamdallah.” Peneliti dan para siswa mengucapkan, “alhamdulillah hirobbil allamin.”

D.     Pembahasan Hasil Penelitian

Data  hasil  diskusi  kelompok  atau  hasil  tes  setiap  kelompok  pada siklus pertama dan siklus kedua adalah data yang digunakan untuk mengukur peningkatan pemahaman bagian tubuh tumbuhan jagung melalui model kelompok aplikasi. Karena pengolahan datanya menggunakan teknik kuantitatif, maka data tersebut berupa angka-angka. Sedangkan teknik kuantitatif yang digunakan peneliti dalam pembelajaran sehari-hari adalah mencari selisih hasil belajar atau hasil tes siklus kedua dengan siklus pertama. Adapun selisih-selisih yang dicari adalah: (1) Peneliti mencari selisih ketercapaian setiap tugas siklus kedua dengan siklus pertama. (2) Peneliti mencari selisih ketercapaian seluruh tugas dari setiap kelompok siklus kedua dengan siklus pertama. (3) Hasil pengolahan data tersebut dibuat diagram batang dan diagram lingkaran.

1.    Ketercapaian Setiap Tugas

Berdasarkan uraian di atas, peneliti membuat  able untuk mengemukakan data ketercapaian setiap tugas dari setiap kelompok pada siklus pertama dengan siklus kedua.
Tabel 4.2
Skor Ketercapaian Setiap Tugas


Selisih ketercapaian tugas nomor 1 adalah 25 – 21 = 4. Selisih ketercapaian tugas nomor 2 adalah 25 – 11 = 14. Selisih ketercapain tugas nomor 3 adalah 25 – 21 = 4. Selisih ketercapain tugas nomor 4 adalah 25 – 10 = 15. Berdasarkan selisih ketercapaian tugas tersebut diperoleh data peningkatan hasil belajar sebagai berikut. Telah terjadi peningkatan hasil belajar pada tugas nomor 1, 2, 3,dan 4 adalah 4, 14, 4, dan 15.

Berikut ini peneliti sajikan peningkatan ketercapaian tugas yang merupakan peningkatan hasil belajar dalam bentuk diagram batang sebagai berikut.


Diagram 4.1
Peningkatan Ketercapain Setiap Tugas/Hasil Belajar


Selanjutnya penelitian akan mencari perbandingan ketercapaian seluruh tugas sebagai berikut. Perbandingan ketercapaian tugas nomor 1 : 2 : 3 : 4 adalah 4, 14, 4, dan 15 = 37. Berdasarkan data perbandingan tersebut berikut ini peneliti menyajikan diagram lingkaran sebagai berikut: Perbandingan ketercapaian tugas nomor 1 adalah (4:37)X100%= 11%. Perbandingan ketercapaian tugas nomor 2 adalah (14:37)X100%= 38%. Perbandingan ketercapaian tugas nomor 3 adalah (4:37)X100%= 11%  Perbandingan ketercapaian tugas nomor 4 adalah (15:37)X100% = 40%.

Diagram 4.2
Perbandingan Ketercapaian Setiap Tugas



2.    Ketercapaian Seluruh Tugas

Berdasarkan  able di atas, berikut ini peneliti mengemukakan data ketercapaian untuk seluruh tugas dari setiap kelompok pada siklus kesatu dengan kedua sebagai berikut. Ketercapaian hasil belajar kelompok I adalah 100 – 62 = 38; kelompok II adalah 100 – 62 = 38; kelompok III adalah 100 – 63 = 37; kelompok IV adalah 100 – 64 = 36; kelompok V adalah 100 – 63 = 37; dan kelompok VI adalah 100 – 60 = 40

Berikut ini peneliti sajikan peningkatan ketercapaian seluruh tugas dalam bentuk diagram batang sebagai berikut :

Diagram 4.3
Peningkatan Ketercapaian Seluruh Tugas Setiap Kelompok


Perbandingan ketercapaian tugas atau hasil belajar kelompok I : II : III : IV : V : VI adalah 38 : 38 : 37 : 36 : 37 : 40 = 226 selanjutnya, masing-masing angka ketercapaian setiap tugas tersebut dibagi 226 lalu dikalikan 100. Hasilnya merupakan perbandingan ketercapaian tugas atau hasil belajar kelompok I adalah (38:226)X100%= 17%; hasil belajar kelompok II adalah (38:226)X100%= 17%; hasil belajar kelompok III adalah (37:226)X100%= 16%; hasil belajar kelompok IV adalah (36:226)X100%= 15% hasil belajar kelompok V adalah (37:226)X100%= 16%; hasil belajar kelompok VI adalah (40:226)X100%= 19%. Berdasarkan data perbandingan tersebut berikut ini peneliti menyajikan diagram lingkaran sebagai berikut



Diagram 4.4
Perbandingan Hasil Belajar Setiap Kelompok


E. Kesimpulan dan Saran


1. Kesimpulan

Berdasarkan hasil observasi dalam pembelajaran bagian tubuh tumbuhan jagung ditemukan beberapa peningkatan keterampilan siswa, diantaranya yaitu peningkatan bekerjasama dan keberanian bertanya dan menjawab pada waktu diberi tugas diskusi. Peningkatan mengemukakan pendapat dan mengobservasi pada waktu diberi tugas untuk melakukan pengamatan. Peningkatan-peningkatan tersebut merupakan peningkatan proses pembelajaran.

Berdasarkan hasil pengolahan data angka-angka menunjukan terjadinya peningkatan hasil belajar yang signifikan. Peningkatan tersebut diantaranya, yaitu telah terjadi peningkatan hasil belajar untuk setiap tugas. Peningkatanya adalah peningkatan hasil belajar tugas nomor 1 adalah 4,3, tugas nomor 2 adalah 14,5, tugas nomor 3 adalah 4,5, dan peningkatan hasil belajar tugas nomor 4 adalah 14,3.

Telah terjadi pula peningkatan hasil belajar untuk setiap kelumpok. Peningkatanyan adalah peningkatan hasil belajar untuk kelompok I yaitu 38, kelompok II yaitu 38, kelompok III yaitu 37, kelompok IV yaitu 36, kelompok V yaitu 37, dan peningkatan hasil belajar untuk kelompok VI yaitu 40.

Berdasarkan uraian di atas dapat peneliti simpulkan bahwa pembelajaran bagian tubuh tumbuhan jagung melalui model kelompok aplikasi dapat meningkatkan pemahaman siswa kelas IV SDN 1 Cupang. Hal tersebut  berarti dapat membuktikan hipotesis, bahwa hipotesis itu terbukti benar.

A.    Saran

  1. Kepada teman-teman yang sepropesi, hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai pedoman untuk melakukan penelitian dan penulisan laporan penelitian tindakan kelas.

  2. Kepada para pengawas sekolah agar memberikan kesempatan pada peneliti untuk dapat mendiseminasikan hasil penelitiannya dalam berbagai kegiatan ilmiah pada tingkat kecamatan ataupun kabupaten.

  3. Kepada para UPTD Pendidikan di kecamatan-kecamatan agar dapat memotivasi guru dan kepal sekolah untuk melakukan penelitian tindakan kelas, demi meningkatnya pendidikan di Kabupaten Cirebon.


DAFTAR PUSTAKA
Depdiknas. 2003. Kurikulum 2004 Standar Kompetensi Mata Pelajaran Sains Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah . Jakarta: Depdiknas.

Nuryantini, Ade, Y. 2004. Pandai Belajar Sains. Bandung: Regina.

Permen Diknas. 2006. Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah.

Soedarsono. 1997. Pedoman Pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas Bagian Kedua Rencana, Desain, dan Implementasi. Yogyakarta: Depdikbud.

Suparman, Atwi. 1997. Model-model Pembelajaran Interaktif. Jakarta: STIA-LAN Press.

Suyanto. 1997. Pedoman Pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas Bagian Kesatu Pengenalan Penelitian Tindakan Kelas. Yogyakarta: Depdikbud

Penulis adalah Guru SD Negeri 1 Cupang Kecamatan Gempol Kabupaten Cirebon

Blog, Updated at: 04.04

0 komentar:

Posting Komentar

Komentari

bisnis online, jual beli online, sistem pembayaran, pembayaran online, bisnis online