Kutada Home : “Aku suka melihat reaksimu malam itu, La” ucapnya lagi padaku sambil tersenyum. Aku tersedak mendengar ucapan Dano tadi. Aku pun menjadi salah tingkah di hadapannya, seketika wajahku bersemu jingga.
Ok, itu memang sebentuk perhatiannya padaku. Tapi aku jemu mendengarnya, apalagi untuk menjawabnya. Ah, mungkin karena aku tak benar-benar suka padanya.
“Kok dibiarin aja, La?” Dengan raut wajah keheranan, Fara memandangiku.
“Malas ah, Far,” jawabku sejujurnya. Ya, aku malas menerima telepon darinya. Dano, tak pernah aku bayangkan ternyata dia adalah cowok yang menurutku sama sekali tidak menyenangkan.
“Kenapa La, kamu nggak suka ya ngobrol sama dia?” tanya Fara yang sekejap membuyarkan bayanganku tentang Dano.
“Bukan cuma nggak suka, tapi muak juga bosan!” jawabku ketus.
Kami terdiam sesaat, majalah fashion yang menumpuk di depan kami, tak lagi kami perhatikan. Sengaja aku ke rumah Fara. Aku ingin berkonsultasi tentang penampilan, bagaimana yang pantas buatku untuk acara ulang tahun Defiane, teman lesku juga Fara.
“Aku nggak pernah benar-benar menyukainya, Fara.” ucapku tiba-tiba, yang langsung membuat mata Fara terbelalak.
“Kok? Bukannya kamu yang langsung bilang nerima saat dia nembak kamu?” tanya Fara terheran-heran, sambil memandangiku dengan serius.
- See more at: http://yess-online.com/tak-benar-benar-suka#sthash.2mxijIrH.dpuf
0 komentar:
Posting Komentar
Komentari