bisnis online, jual beli online, sistem pembayaran, pembayaran online, bisnis online
bisnis online, jual beli online, sistem pembayaran, pembayaran online, bisnis online

Jalan-jalan : Alaska di Musim Panas

Posted by David Sigalingging, S.Pd on Selasa, 01 Oktober 2013

Kutada Home : Mungkin Anda membayangkan, Alaska identik dengan pemandangan gunung salju dan harus membekap diri dengan mantel bulu tebal. Memang, secara geografis Alaska letaknya dekat dengan kutub utara. Nilai sejarah dan keindahan alamnya yang putih adalah magnet yang menarik bagi wisatawan, terutama para turis Asia.

Ketchikan, Ibu Kota Salmon Dunia

Salah satu pilihan berwisata ke Alaska adalah menggunakan kapal pesiar. Perjalanan kapal pesiar rute Alaska biasanya menawarkan 7 hari wisata yang umumnya berawal dari Seattle di AS dan berakhir di Victoria atau Vancouver di Kanada.

Musim wisata Alaska dengan kapal pesiar biasanya diawali di pertengahan Mei sampai akhir September. Bulan Juli adalah saat paling ideal, saat cuaca di Alaska dinginnya masih 'manusiawi', sekitar 10° C, dan hari benderang dari sekitar pukul 4 pagi hingga 10 malam.

Selama berlayar, kapal biasanya singgah di beberapa kota pelabuhan, yaitu  Ketchikan, Juneau, dan Skagway. Dengan singgahnya kapal-kapal pesiar besar yang memuat sedikitnya 2.500 penumpang per kapal per harinya, kota-kota pelabuhan pun sibuk 'berdandan' untuk menyambut wisatawan.

Kota pertama yang saya singgahi adalah Ketchikan. Kesan pertama menginjakkan kaki di kota ini tidak lain adalah dingin. Ketchikan memang terkenal dengan cuaca berangin dan gerimisnya. Tidak mengherankan, banyak turis yang siap sedia payung atau jas hujan dari plastik. Tapi, tentu saja cuaca yang sering tidak bersahabat tidak mengurungkan niat para wisatawan yang ingin menjelajah kota kecil ini.

Ketchikan mengukuhkan dirinya sebagai ibu kota salmon dunia. Klaim ini tampaknya tidak berlebihan. Di pertengahan   Juli, sungai-sungai Ketchikan dipenuhi ikan salmon yang berlompatan melawan arus sungai yang deras. Mereka sampai di sungai setelah kurang lebih tiga tahun berenang di lautan dan kembali ke sungai tempat mereka ‘lahir’ hanya untuk mati. Tak jarang pada musim salmon, sungai di sini  menjadi bau amis. Karena itulah, para penangkap salmon akan dengan sigap memanen ikan saat si salmon dewasa sudah ‘pulang ke kampung halaman’.

Tak mengherankan, di Ketchikan banyak sekali dijual salmon kalengan, fillet ikan salmon, dan tentu saja, salmon segar. Berbagai macam rasa pun tersedia, dari original, teriyaki, smoked salmon, pepper garlic, dan lain-lain. Jangan lewatkan menyantap dungeness crab, king crab, atau snow crab, kepiting khas Alaska. Namun, kenikmatan menyantap hidangan kepiting ini ternyata tidak disertai dengan kenikmatan  memancingnya.

Nelayan kepiting Alaska ternyata merupakan salah satu pekerjaan paling berbahaya di AS! Tingkat kesulitan penangkapan, risiko berlayar air dingin beriklim kutub, kondisi Laut Bering yang ‘liar’,  serta musim kepiting yang relatif pendek adalah faktor mahalnya santapan lezat ini. Satu porsi snow crab dengan takaran kurang lebih 70 gram dihargai hampir  50 dolar AS. Selain kepiting dan ikan salmon, kuliner unik lain khas Alaska adalah sosis daging rusa dan kerbau.

Selain wisata kulinernya, objek wisata terkenal lainnya di Ketchikan adalah The Old Creek Street; yang merupakan red-light-district atau daerah prostitusi paling ramai pada tahun 1920-an, sampai akhirnya ditutup secara resmi pada tahun 1954. Sekarang,  The Old Creek Street dijadikan objek wisata lengkap dengan tur ditemani guide berpakaian ala wanita zaman tahun 1920-an. Beberapa bangunannya sekarang bertransformasi menjadi restoran atau toko suvenir tanpa merombak desain aslinya.

Blog, Updated at: 08.32

0 komentar:

Posting Komentar

Komentari

bisnis online, jual beli online, sistem pembayaran, pembayaran online, bisnis online