Mengalahkan orang yang berusaha membenarkan kesalahannya |
|
David Sigalingging, S.Pd |
Selamat siang, para pembaca.
Mudah-mudahan kondisi para pembaca dalam keadaan sehat dan semangat menjalani kehidupan sehari-hari. Pernahkah anda berhadapan dengan seorang yang egois, orang yang selalu menganggap diri dan perilakunya adalah benar. Namun jika perilakunya itu dibandingkan dengan norma yang berlaku ternyata salah.
Contoh kasus:
Seorang yang menumpang tinggal di rumah andi, kemudian disaat makan andi mengatakan : ”kau ini makan seperti b*bi!!”. Dapatkah anda membayangkan dan merasakan orang yang makan tersebut?
Kemudian Tono menasehati Andi, bahwa yang ia katakana itu salah. Tetapi Andi bersikeras bahwa dia tidak merasa bersalah. “Memang ia kok, dia makan sangat banyak persis seperti b*bi”, bela Andi.
Berilah tanda centang (√) pada pilihan jawaban anda!
- Apa rasanya jika engkau dibandingkan dengan binatang?
| Cinta | Bahagia | Senang | Sedih | Marah |
- Apa rasanya jika engkau dihina?
| Cinta | Bahagia | Senang | Sedih | Marah |
- Apa yang engkau rasakan saat mendengar kalimat itu?
| Cinta | Bahagia | Senang | Sedih | Marah |
- Apa perasaan anda tinggal di rumah itu, setelah mendengar kalimat itu?
| Cinta | Bahagia | Senang | Sedih | Marah |
Cobalah menjawab ketiga pertanyaan itu. Jika jawaban yang engkau berikan adalah (kearah) NEGATIF, itu artinya perbuatan seperti itu adalah salah. INGATLAH JIKA AKHIR DARI SESUATU ITU TIDAK BAIK, ITU PERTANDA SESUATU ITU SALAH.
KESIMPULAN:
- Membandingkan orang dengan binatang adalah SALAH.
- Menghina orang adalah SALAH.
- Mengatakan kalimat yang membuat orang bersedih adalah SALAH.
PENUTUP
“Tidak ada alasan apapun yang bisa membenarkan yang salah, kasus terpecahkan, masalah selesai, siding ditutup.” Terima kasih.
0 komentar:
Posting Komentar
Komentari