BANDUNG,
itb.ac.id - Berdasarkan riset yang dilakukan oleh Lembaga Transparency
International Indonesia (TII) tahun 2013 Indonesia berada pada empat
negara dengan tingkat korupsi tertinggi dari 118 negara. Hal ini
menunjukkan bahwa perjuangan Indonesia menjadi negara yang bebas korupsi
sangatlah berat. Oleh karena itu upaya pemberantasan korupsi ini
bukanlah tugas dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saja, namun
harus dilakukan oleh berbagai pihak sesuai dengan fungsi dan perannya
masing-masing. ITB sebagai salah satu institusi pendidikan di Indonesia
merasa memiliki kewajiban untuk menjadi agen pemberantasan korupsi
dalam lingkup pencegahan dengan menghasilkan lulusan-lulusan yang jauh
dari tindakan dan perilaku korupsi. Untuk mewujudkan hal tersebut, ITB
membuka mata kuliah Pendidikan Anti Korupsi KU-4079 yang kini telah
memasuki tahun ke-5 sejak dibukanya mata kuliah ini.
Komitmen ITB
untuk ikut serta memberantas tindak korupsi di Indonesia ini berawal
pada kegiatan Latihan Kepemimpinan Mahasiswa yang diselenggarakan oleh
ITB pada tahun 2008. Salah satu pengisi materi pada kegiatan ini adalah
Antasari Azhar yang pada saat itu masih menjabat sebagai Ketua KPK. Pada
tahun yang sama juga ITB menyelenggarakan Musyawarah Nasional (Munas)
dalam rangka Dies Emas 50 tahun ITB yang juga menghadirkan Antasari
Azhar dan Hatta Rajasa sebagai ketua Ikatan Alumni ITB (IA ITB). Pada
kesempatan tersebut, Rektor ITB yang sedang menjabat, Prof. Djoko
Santoso, menyatakan komitmen ITB untuk berkontribusi dalam upaya
pemberantasan korupsi yang dilakukan oleh KPK. Maka dibuatlah MoU antara
ITB dengan KPK di bidang pendidikan, penelitian, dan sosialisasi dalam
upaya pemberantasan korupsi.Pengajar
mata kuliah Pendidikan Anti Korupsi ini merupakan dosen-dosen yang
telah mendapatkan sertifikat dan pembekalan berupa Training for Trainer
yang diselenggarakan langsung oleh KPK. "Saat ini tim pengajar
Pendidikan Anti Korupsi di tingkat perguruan tinggi telah melakukan
pelatihan terhadap 1.322 dosen dari seluruh Indonesia, dalam penerapan
materinya akan disesuaikan dengan kekhasan perguruan tinggi
masing-masing," ujar Prof. Dr. Nanang T. Puspito dari Fakultas Teknik
Perminyakan dan Pertambangan (FTTM-ITB) yang merupakan bagian dari tim
pengajar Pendidikan Anti Korupsi tingkat nasional.
Menjadi Agen Anti Korupsi dalam Bidang Masing-Masing
Dalam
mata kuliah ini dibahas segala pengetahuan mengenai korupsi mulai dari
definisi, sejarah, faktor penyebab, prespektif dari segala bidang,
faktor pengontrol, model pemberantasan korupsi di negara lain, serta
peran masing-masing stake holder dalam upaya pemberantasan korupsi.
"Knowledge mengenai korupsi itu sangat penting, karena salah satu faktor
penyebab terjerumusnya seseorang pada tindakan korupsi adalah
ketidakpahaman mengenai hal tersebut," ujar Prof. Dr. Suryadi Siregar
DEA (FMIPA-ITB), koordinator tim pengajar Pendidikan Anti Korupsi ITB.
"Dengan memiliki pengetahuan tentang hal ini dan didukung oleh
keahlian di bidang masing-masing diharapkan upaya pemberantasan korupsi
menjadi lebih efektif. Misalnya seorang ahli elektro dapat mengetahui
listrik yang dicuri," ujar Suryadi.
"Dalam mata kuliah ini
mahasiswa tak hanya diberikan pengetahuan mengenai korupsi tetapi
mahasiswa juga diberikan kesempatan untuk saling memberikan opini dan
gagasan dalam diskusi di kelas," ujar Dr. Romie O. Bura dari Fakultas
Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD-ITB) yang juga merupakan wakil
koordinator mata kuliah Pendidikan Anti Korupsi.
Pada akhir
semester mahasiswa akan diberikan tugas besar dengan berkelompok untuk
merancang sebuah desain atau konsep baik itu berupa prototype
atau pemodelan yang dapat digunakan dalam upaya pemberantasan korupsi
sesuai dengan keilmuannya masing-masing. "Sejauh ini hasil yang
diperlihatkan mahasiswa setelah mengikuti perkuliahan ini sangat baik,"
ujar Romie. "Ada kelompok mahasiswa yang membuat rancangan alat
pendeteksi kebohongan berbasis kulit manusia, lalu ada kelompok
mahasiswa yang memodelkan dinamika korupsi dengan menggunakan persamaan
diferensial, bahkan ada kelompok mahasiswa yang menghasilkan rancangan
gedung anti korupsi," sambung Romie.Yang
membuat mata kuliah ini sangat menarik juga adalah pada pertemuan akhir
diadakan kunjungan ke kantor KPK dan untuk semester ini direncanakan
juga kunjungan ke Komisi Anggaran DPR. Hasil tugas besar mahasiswa
peserta mata kuliah ini pun akan ditampilkan di gedung KPK. Selain itu
setiap tahunnya tim Pendidikan Anti Korupsi selalu menghadirkan Ketua
KPK dalam kuliah umum. Seperti pada kuliah umum pada bulan Oktober lalu
yang menghadirkan Abraham Samad selaku Ketua KPK.
"Sebenarnya
akar dari permasalahan korupsi di Indonesia adalah budaya yang selama
ini tertanam di dalam diri kebanyakan orang Indonesia yang telah
terbiasa untuk melanggar aturan, dengan adanya mata kuliah ini kami
mengharapkan tertanamnya juga nilai-nilai dan budaya anti korupsi pada
mahasiswa yang akan dibawa saat menjadi orang yang memiliki peranan
penting dalam pembangunan bangsa nantinya," ujar Dr. Ir. Bambang
Anggoro, dosen Sekolah Teknik Elektro dan Informatika yang memiliki
pengalaman menjadi auditor Perusahaan Listrik Negara (PLN).
Dengan
melihat semakin banyak tindak korupsi yang dilakukan dan semakin besar
kerugian yang ditimbulkannya. Keikutsertaan institusi pendidikan dalam
segala upaya pencegahan dan pemberantasan korupsi merupakan hal yang
sangat penting untuk dilakukan, termasuk diadakannya mata kuliah
Pendidikan Anti Korupsi ini karena upaya pencegahan yang paling efektif
adalah melalui pendidikan.
Sumber gambar: Tim Pendidikan Anti Korupsi ITB; satunegeri.com
Kuliah Pendidikan Anti Korupsi : Komitmen ITB Berantas Korupsi di Indonesia
Posted by David Sigalingging, S.Pd on Sabtu, 12 Oktober 2013
Blog, Updated at: 01.53
0 komentar:
Posting Komentar
Komentari