bisnis online, jual beli online, sistem pembayaran, pembayaran online, bisnis online
bisnis online, jual beli online, sistem pembayaran, pembayaran online, bisnis online

Sigalingging

Posted by David Sigalingging, S.Pd on Kamis, 20 Oktober 2011

Sigalingging


Sigalingging adalah termasuk dalam marga-marga PomparAn ni Raja Nai Ambaton atau Parna, yang asal leluhur Raja Sigalingging berasal dari Sait ni Huta Pangururan.[1]Silsilah dari Raja Batak sampai dengan Raja Sigalingging sebagai berikut:

Raja Batak mempunyai 2 (dua) orang anak

  1. Guru Tatea Bulan

  2. Raja Isumbaon


Raja Sumba mempunyai 3 (tiga) orang anak

  1. Raja Nabolon (Nai Ambaton)

  2. Raja Mangarerak (Nai Rasaon)

  3. Raja Tuan Sorba Dibanua (Nai Suanon)


Raja Nai Ambaton ada 2 (dua) orang anak

  1. Raja Sitempang

  2. Raja Nabolon


Raja Sitempang mempunyai 2 (dua ) orang anak

  1. Op. Tanjabau (Raja Pangururan)

  2. Op. Tongging ( Raja Munthe)


Op. Tanjabau mempunyai 2 (dua) orang anak

  1. Sitanggang

  2. Sigalingging


Raja Sigalingging ada 3 (tiga) orang anak

  1. Guru Mangarissan (Sigorak)

  2. Raja Tinatea (Sitambolang)

  3. Namora Pangujian (Parhaliang)


PomparAn ni Raja Nai Ambaton


Pomparan ni si Raja Naiambaton biasa disingkat menjadi PARNA[1], yaitu marga-marga yang dipercayai sebagai keturunan dari Raja Naiambaton yang karenanya tidak boleh menikah satu dengan yang lainnya. Hal ini dipertegas dalam tulisan-tulisan pustaha Batak yang berbunyi "Pomparan ni si Raja Naiambaton sisada anak sisada boru” dalam bahasa Batak Toba, yang dapat diartikan dengan ”Keturunan Raja Naiambaton adalah sama-sama pemilik putra dan putri,” yang dalam arti lebih luas lagi dapat diartikan bahwa ”Putra-putri keturunan marga-marga Naiambaton tidak boleh menikah satu sama lain.”

Raja Naiambaton


Satu tulisan menyatakan bahwa Raja Naiambaton merupakan keturunan keenam dari Raja Batak, seperti berikut: Raja Batak memperanakkan Guru Tateabulan, memperanakkan Raja Isumbaon, memperanakkan Tuan Sorimangaraja, memperanakkan Raja Asiasi, memperanakkan Sangkaisomalindang, dan memperanakkan Raja Naiambaton.[2]

Marga-marga Parna


Terdapat perbedaan pada jumlah marga yang masuk dalam kelompok Parna ini, hal ini disebabkan karena kebudayaan Batak yang dapat menggunakan marga leluhur, percabangan marga kakek, ayah, atau bahkan percabangan marga baru. Tetapi walau berbeda marga, semuanya mengaku dipersatukan oleh ucapan di atas ("Pomparan ni si Raja Naiambaton sisada anak sisada boru”).[3][4]

Penyebab lain dari perbedaan jumlah marga ini adalah adanya beberapa marga dari non-Tapanuli/Toba yang tidak mengakui marganya sebagai keturunan dari Raja Nai Ambaton.

Adapun marga-marga yang termasuk dalam Pomparan Ni Raja Nai Ambaton ( PARNA ) yaitu:

  1. Bancin ( sigalingging )

  2. Banurea ( sigalingging )

  3. Boangmenalu ( sigalingging)

  4. Brampu ( sigalingging )

  5. Brasa ( sigalingging )

  6. Bringin ( sigalingging )

  7. Dalimunthe

  8. Gajah ( sigalingging )

  9. Garingging ( sigalingging )

  10. Ginting Baho

  11. Ginting Beras

  12. Ginting Capa

  13. Ginting Guruputih

  14. Ginting Jadibata

  15. Ginting jawak

  16. Ginting manik

  17. Ginting Munthe

  18. Ginting Pase

  19. Ginting Sinisuka

  20. Ginting Sugihen

  21. Ginting Tumangger

  22. Haro

  23. Kombih (sigalingging )

  24. Maharaja

  25. Manik Kecupak (sigalingging)

  26. Munte

  27. Nadeak

  28. Nahampun

  29. Napitu

  30. Pasi

  31. Pinayungan (sigalingging ? )

  32. Rumahorbo

  33. Saing

  34. Saraan (sigalingging )

  35. Siadari

  36. Siallagan

  37. Siambaton

  38. Sidabalok

  39. Sidabungke

  40. Sidabutar

  41. Sidauruk

  42. Sijabat

  43. Sigalingging

  44. Simalango

  45. Simanihuruk

  46. Simarmata

  47. Simbolon Altong

  48. Simbolon Hapotan

  49. Simbolon Pande

  50. Simbolon Panihai

  51. Simbolon Suhut Nihuta

  52. Simbolon Tuan

  53. Sitanggang Bau

  54. Sitanggang Gusar

  55. Sitanggang Lipan

  56. Sitanggang Silo

  57. Sitanggang Upar Par Rangin Na 8 ( sigalingging )

  58. Sitio

  59. Tamba

  60. Tinambunan

  61. Tumanggor

  62. Turnip

  63. Turuten


 

Blog, Updated at: 04.20

3 komentar:

  1. Aku kurang percaya dgn web ini.marga ku aja gak ada simbolon si rimbang

    BalasHapus
  2. sumber ini masih perlu perbaikan, karena ada beberapa hal yang perlu disedsuaikan dengan sumber lain

    BalasHapus
  3. ini sislsilah yang tidak akurat saya marga banurea menolak menjadi parna apalagi sigalingging

    BalasHapus

Komentari

bisnis online, jual beli online, sistem pembayaran, pembayaran online, bisnis online