Limbah cair/effluent merupakan produk sampingan dari proses pengolahan CPO yang berasal dari proses rebusan (strerilizer) dan proses pemurnian minyak (clarifier) yang seluruhnya di tampung sementara di fat pit (kolam effluent treatment) dan akan melalui beberapa perlakuan sebelum diaplikasikan ke areal pertanaman. Perlakuan tersebut dilakukan dengan tujuan untuk mengurangi/menurunkan kandungan BOD (Biologycal Oxygen Demand) dengan menggunakan metode kolam pendingin dengan memanfaatkan bakteri pengurai yang bekerja secara anaerob maupun aerob.
Limbah cair yang diaplikasikan ke areal pertanaman harus dikontrol secara teliti dan berkesinambungan, karena kesalahan dalam aplikasi berdampak langsung terhadap lingkungan sekitar. Land application limbah cair di SPE menerapkan sistem flat bed, sistem ini cocok digunakan di areal yang bergelombang dengan membuat konstruksi di areal gawangan mati, ukuran rorak 3 m x 2 m x 0.5 m. Dosis aplikasi 750 ton effluent/ha/tahun, diaplikasikan sebanyak 3 rotasi (250 ton/ha/rotasi). Kapasitas flat bed 1.5 ton POME, flat bed yang dibutuhkan untuk 1 ha adalah 170 rorak dengan dosis 250 ton POME/ha. Limbah cair dialirkan dari kolam limbah dengan menggunakan pipa PVC, di SPE terdapat lima blok yang mendapat aplikasi effluent.
Pelaksanaan aplikasi dan supervisi limbah cair merupakan kerja sama antara pihak kebun dan pabrik. Pihak kebun menginformasikan keadaan rorak di blok sebagai bahan pertimbangan pembukaan keran aliran limbah ke blok aplikasi. Selain itu pihak kebun juga melakukan perawatan rorak secara berkala dengan melakukan pembersihan rorak satu tahun sekali. Petugas PKS melakukan pengukuran parameter limbah, seperti BOD, COD, pH, dll. secara rutin di kolam pendingin dan juga memantau kondisi sumur pantau yang berfungsi untuk memantau kemungkinan terjadinya pencemaran air tanah. Sumur pantau di buat di sekitar blok aplikasi dan perumahan karyawan yang terdekat dengan lokasi land application.
LIMBAH CAIR (EFFLUENT)
Posted by David Sigalingging, S.Pd on Kamis, 25 Agustus 2011
Blog, Updated at: 02.12
0 komentar:
Posting Komentar
Komentari