Hidup sederhana
Ada orang yang hidupnya berkelimpahan harta,
Selalu memberi senyuman manis kepada istrinya setiap pagi.
Selalu menyapa merdu istrinya setiap saat.
Sehingga, istrinya merasa beruntung sekali menjadi istrinya.
Selalu menyayangi seluruh orang-orang yang berhubungan dengannya.
Sehingga, semua orang merasa dekat dengannya.
Ada orang yang hidupnya berkelimpahan harta,
Tidak pernah senyum dan selalu kecut wajahnya.
Selalu sibuk dengan pekerjaanya, bahkan wajah istrinyapun sampai-sampai dia lupa.
So pasti, pertengkaranlah yang datang.
Tidak pernah berlaku manis kepada anak-anaknya, sampai-sampai anaknya takut melihat dia.
Ada orang yang hidupnya berkecukupan harta,
(Beli mobil, hartanya cukup. Beli apartemen 10 lantai, hartanya cukup. Beli pulau Sumatra juga hartanya cukup).
Selalu berlaku manis kepada anak-anaknya. Sampai-sampai anaknya bilang, “Papa, aku tidak bias hidup tanpamu!”.
Selalu ada waktu untuk bercerita dengan istrinya.
Selalu hadir disetiap rapat warga Desa.
Ada orang yang hidupnya susah,
(susah dibilangi, susah dibantu, susah melihat orang senang)
Sudah susah, muka kecut.
Wajah cemberut, jelek pula itu.
Tidak pernah merasa senang dan bahagia.
Selalu sok sibuk berpikir, sampai-sampai lupa wajah istrinya.
So, tentukan pilihanmu.
Hidup ini harus hebat, berwenang, berkuasa. Yang sederhana adalah hatimu.
Hidup sederhana
Posted by David Sigalingging, S.Pd on Sabtu, 29 Januari 2011
Blog, Updated at: 13.56
0 komentar:
Posting Komentar
Komentari