bisnis online, jual beli online, sistem pembayaran, pembayaran online, bisnis online
bisnis online, jual beli online, sistem pembayaran, pembayaran online, bisnis online

Gaya Mengajar

Posted by David Sigalingging, S.Pd on Sabtu, 18 September 2010

BAB I

Pendahuluan



Variasi gaya mengajar adalah perubahan, sehingga
gaya guru disaat mengajar atau menjelaskan materi pelajaran. Dengan tujuan untuk
mengatasi kebosanan siswa dalam belajar sehingga siswa bersemangat, bergairah
dan berminat terhadap pelajaran di sekolah.

Variasi gaya mengajar ini meliputi variasi suara, perumusan perhatian
kesenyapan, kontak pandang, gerakan anggota badan atau mimik, perpindahan
posisi guru. Kesemuanya ini sangat mempengaruhi minat belajar siswa, minat
belajar siswa dalam kontek proses belajar mengajar merupakan tujuan
pembelajaran, untuk itu mminat belajar siswa sangat penting dan harus
diperhatikan sungguh-sungguh.

Seorang guru atau pengajar yang efesien hendaknya
memperhatikan minat belajar siswanya, apakah siswa berminat atau tidak terhadap
pelajaran, itu sebenarnya tugas guru, guru harus mengetahuinya. Jika ada siswa
yang merasa bosan terhadap pelajaran dan malas belajar, itu tugas guru untuk
mencari solusinya dan menyelidiki faktor-faktor apa yang menjadi penyebabnya.

Banyak faktor yang menyebabkan kebosanan siswa
terhadap pelajaran, salah satunya adalah guru, guru yang tanpa menggunakan
variasi gaya mengajar, misalnya pada waktu menerangkan materi, guru hanya duduk
dikursinya saja dan melihat buku bacaannya, jika ada siswanya bergurau
dibiarkan saja, guru hanya memandang kesatu arah atau satu siswa disaat
menerangkan, jadi siswa yang lain tidak begitu diperhatikan, hal-hal yang
seperti ini yang bisa menjadikan situasi dan suasana kelas tidak kondusif,
dengan suasana seperti ini perhatian dan konsentrasi siswa jadi berkurang alias
terganggu. Oleh karena itu, guru sebaiknya menggunakan variasi dalam gaya
mengajar, agar siswa termotivasi, bergairah dan menciptakan suasana yang
kondusif dalam belajar.

Dalam menggunakan
variasi gaya mengajar jangan berlebihan, karena bisa mengganggu konsentrasi
siswa, biasanya jika guru melakukan variasi gaya mengajar yang berlebihan itu
terkesan kaku dan tergesa-gesa, ini yang menjadi bahan tertawaan siswa, jadi
sebaiknya guru menggunakan variasi gaya mengajar yang secukupnya dan
disesuaikan dengan kebutuhan atau materi yang disampaikan, agar siswa perhatian
dan bersemangat untuk mengikuti pelajaran tersebut, jika siswa perhatian
terhadap pelajaran, otomatis siswa juga berminat dalam belajar. Bila minat
belajar siswa itu tinggi maka tujuan pembelajaran pun akan tercapai dengan
mudah dan maksimal.
Bosan merupakan masalah yang selalu terjadi dimana-mana dan orang selalu
berusaha menghilangkannya, bosan terjadi jika seseorang selalu melihat,
merasakan, mengalami peristiwa yang sama secara berulang-ulang, bertemu dengan
hal-hal yang “itu-itu” juga dan tidak ada sesuatu yang diharapkan.
Variasi dalam PBM dimaksudkan sebagai proses perubahan dalam pengajaran
yang dapat dikelompokkan dalam variasi :


  1. Gaya mengajar

  2. Penggunaan
    alat dan media pengajaran

  3. Pola
    interaksi dalam kelas.


I.Prinsip
Penggunaan


  1. Hendaknya
    digunakan dengan maksud tertentu, relevan dengan tujuan yang hendak
    dicapai, penggunaan variasi yang wajar dan beragam sangat dianjurkan,

  2. Variasi
    hendaknya digunakan dengan secara lancar dan berkesinambungan sehingga
    tidak merusak perhatian dan mengganggu pelajaran.

  3. Komponen
    mengadakan variasi tertentu sangat memerlukan susunan dan perencanaan yang
    baik.


II.Komponen
Keterampilan


A. Variasi
Dalam Mengajar Guru


  1. Penggunaan Variasi Suara


Perubahan suara dari kelas menjadi lemah,
gembira menjadi sedih atau memberikan penekanan pada kata-kata tertentu.

  1. Pemusatan Perhatian


Pemusatan perhatian pada hal yang
penting pada hal yang penting dapat dilakukan guru dengan perkataan.

“ Perhatikan baik-baik “dengar
baik-baik ”nah, ini penting sekali, dsb.

Biasanya cara pemusatan ini diikuti
dengan isyarat menunjukkan kepapan tulis, dll.

  1. Kesenyapan


Kesenyapan yang tiba-tiba yang disengaja guru selagi
mengajar merupakan alat yang baik untuk menarik perhatian karena siswa ingin
tahu apa yang terjadi.

Dalam mengajukan pertanyaan guru menggunakan waktu
tunggu atau kesenyapan memberikan kesempatan siswa berpikir.

  1. Mengadakan Kontak Pandang


Jika berinteraksi dengan murid sebaiknya pandangan
menjelajahi seisi kelas dan melihat murid-murid untuk menunjukan hubungan yang
intim dengan mereka.

Kontak pandang dapat digunakan untuk menyampaikan
informasi seperti : membesarkan mata tnda tercegang.

  1. Gerakan Badan Dan Mimik


Ekpresi wajah guru, gerakan kepala, gerakan badan adalah
aspek yang sangat penting dalam komunikasi.

Ekpresi wajah misalnya tersenyum cemberut, mengerutkan
dahi berjalan mendekati berdiri siap membantu dan lain-lain.

  1. Penggantian Posisi Guru Dalam Kelas


Dimaksudkan berdiri di tengah, dapat didepan, belakang,
bagian kiri, atau kanan kelas.yang perlu diingat hal ini dilakukan dengan
maksud tertentu dan dilakukan secara wajar.

B. Variasi Dalam Penggunaan Media Da Bahan Pengajaran

Media dan alat pengajaran, jika ditijau dari indra yang
digunakan dapat digolongkan menjadi:

1.     Yang dapat didengar

2.    Yang dapat dilihat dan dirasa

3.   Di bau (dicium) atau manipulasi

Pertukaran penggunaan dari jenis yang satu ke jenis yang
lain misalnya dari media gambar ke tulisan di papan tulis mengharuskan anak
menyesuaikan alat indranya sehingga lebih dapat mempertinggi perhatianya. Jenis
variasi ini dapat digolongkan :

1.      Variasi alat / bahan yang dapat didengar

Seperti : Gerafik, gambar dipapan tulis, film, tv, peta poster, dll.

2.      Variasi alat / bahan yang dapat didengar

Variasi suara
guru, dengan selingan suara rekaman, radio.

3.      Variasi
alat / bahan yang dapat diraba.

Seperti : Patung, alat mainan, bintang hidup yang
memungkinkan untuk  dapat dimanipulasi /
diraba.

C. Variasi
Pola Interaksi Dan Kegiatan Siswa


Dengan mengubah pola interaksi ini
guru dengan sendirinya mengubah kewgiatan belajar murid, tingkat dominasi guru,
keterlibatan murid dll.

Seperti :

Ø      Siswa bekerja dalam kelompok kecil,

Ø      Tukar pendapat melalui diskusi,

Ø      Demonstrasi tanpa campur tangan guru.

D. Manfaat
Variasi Dalam kegiatan pembelajaran


Variasi mengandung makna perbedaan. Dalam
kegiatan pembelajaran, pengertian variasi merujuk pada tindakan dan perbuatan
guru, yang disengaja ataupun secara spontan, yang dimaksudkan untuk memacu dan
mengikat perhatian siswa selama pelajaran berlangsung. Tujuan utama guru
mengadakan variasi dalam kegiatan pembelajaran untuk mengurangi kebosanan siswa
sehingga perhatian mereka terpusat pada pelajaran.

E Komponen
dan Prinip-prinsip Keterampilan Mengadakan Variasi


Keterampilan
mengadakan variasi terdiri dari tiga kelompok pokok, yaitu variasi gaya
mengajar, variasi pengalihan penggunaan indra, dan variasi pola interaksi.
Variasi gaya mengajar meliputi
suara jeda, pemusatan, gerak dan kontak pandang. Variasi pengalihan penggunaan
indra dapat dilakukan dengan pemanipulasian indra pendengar, penglihatan,
pencium, peraba dan perasa. Komponen variasi ini erat kaitannya dengan variasi
penggunaan media atau alat bantu pembelajaran. Variasi pola interaksi mencakup
pola hubungan guru dan siswa.
Penerapan keterampilan
mengadakan variasi harus dilandasi dengan maksud tertentu, relevan dengan
tujuan yang ingin dicapai, sesuai dengan materi dan latar belakang sosial
budaya serta kemampuan siswa, berlangsung secara berkesinambungan, serta
dilakukan secara wajar dan terencana.

DAFTAR PUSTAKA

Ahmadi,Abu. H.Drs.
dan Prasetya,Tri,Joko.Drs,2005, Strategi Belajar Mengajar. Bandung:Pusaka
setia.

Au, Mohamad,Drs.,
Guru Dalm Proses Belajar Mengajar, Sinar Baru, Bandung, 1983.

Djamarah Bahri Syaiful.,Drs
dan Zain Usman.,Drs. Strategi Belajar Mengajar, Banjarmasin,Rineka
Cipta l995

Moh Uzer Usman dan Lilis SEtiawati; Upaya
Optimalisasi Kegiatan Belajar Mengajar
, ,;Penerbit
PT Remaja Rosdakarta, Cetakan pertama, 1993, Bandung.

Ibrahim,  Perencanaan Pengajaran, Rineka
Cipta, Jakarta, 2003

Hamalik, O, Psikologi Belajar dan Mengajar, Sinar Baru, 1992

Blog, Updated at: 21.23

0 komentar:

Posting Komentar

Komentari

bisnis online, jual beli online, sistem pembayaran, pembayaran online, bisnis online